Polisi Ungkap Alasan Saepul Mutilasi Pria di Depok
Kasus pembunuhan dan mutilasi yang menggemparkan masyarakat Depok akhirnya terungkap tuntas. Saepul, seorang pria berusia 26 tahun, berhasil ditangkap oleh
Table of Contents
Polisi Ungkap Alasan Saepul Mutilasi Pria di Depok: Motif dan Kronologi Lengkap
Wahanaberita.com – Kasus pembunuhan dan mutilasi yang menggemparkan masyarakat Depok akhirnya terungkap tuntas. Saepul, seorang pria berusia 26 tahun, berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian di kontrakan miliknya yang terletak di kawasan Cipayung, Kota Depok. Pria ini diduga kuat membunuh dan memutilasi jasad laki-laki berinisial K yang berusia 51 tahun. Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan intensif oleh tim khusus Polda Metro Jaya.
Menurut keterangan resmi dari pihak kepolisian, ada alasan khusus yang mendorong Saepul untuk memotong-motong tubuh korban menjadi beberapa bagian. Hal ini berkaitan erat dengan latar belakang pekerjaan Saepul yang membuatnya terbiasa dengan pemotongan daging. Keahlian ini kemudian menjadi kunci dalam memahami mengapa Saepul memilih cara mutilasi untuk membuang jasad korban.
Motif Perampokan dari Media Sosial
Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, yang merupakan Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa Saepul awalnya mengenal korban melalui platform media sosial. Niat jahat muncul setelah Saepul melihat foto korban yang sedang berpose di atas sepeda motor Honda PCX berwarna hitam. Motor tersebut menjadi incaran Saepul untuk dirampok.
“Untuk motif dari hasil pendalaman penyelidikan, setelah berkenalan dengan korban, pelaku melihat salah satu foto korban itu menggunakan motor Honda PCX warna hitam,” jelas Breggy.
Setelah berhasil merampok motor tersebut, Saepul kemudian membunuh korban di dalam kontrakan. Namun, masalah baru muncul ketika Saepul harus membuang jasad korban. Awalnya, ia merasa kesulitan membuang jasad dalam keadaan utuh. Dengan bekal pengalaman sebagai tukang daging, ia memilih cara memotong-motong tubuh korban.
Latar Belakang Pekerjaan Saepul
Saepul memiliki pengalaman kerja yang beragam. Pria tersebut pernah bekerja sebagai koki di sebuah restoran dengan tugas khusus sebagai pemotong daging. Selain itu, Saepul juga sempat mengajar matematika di tingkat sekolah menengah pertama. Profesi sebagai pemotong daging inilah yang menjadi dasar keputusannya untuk memutilasi jasad korban.
“Untuk profesi pelaku sendiri, dia mengaku pernah bekerja sebagai koki di sebuah restoran (bagian pemotong daging). Dan juga sempat berprofesi menjadi guru matematika di sekolah menengah pertama,” kata Breggy dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).
“Karena berpikir agak susah membuang jasad utuh. Pelaku yang memang memiliki basic tukang daging, bagian pemotong daging, pelaku kemudian memutilasi jasad korban,” ungkapnya.
Timeline Kejadian
Kasus ini bermula pada sore hari, tanggal 23 Juli 2026, di kontrakan Saepul. Setelah melakukan pembunuhan, Saepul tidak langsung memutilasi jasad. Ia sempat menunggu korban yang dalam keadaan sekarat hingga benar-benar tidak bernyawa. Proses ini menunjukkan bahwa Saepul tidak bertindak terburu-buru.
Sebelum memulai proses pemotongan, Saepul menunggui korban yang sudah tidak sadarkan diri. Proses mutilasi dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah itu, ada jeda waktu sebelum potongan pertama jasad dibuang. Kronologi ini menunjukkan bahwa Saepul tidak terburu-buru dalam membuang potongan-potongan tubuh korban.
“Ada jeda 3,5 jam sebelum akhirnya pelaku membuang potongan pertama jasad korban pada pukul 18.30 WIB, kemudian potongan kedua bagian kaki dibuang pada pukul 19.00 WIB,” ujar Breggy.
Kronologi ini menunjukkan bahwa Saepul tidak terburu-buru dalam membuang potongan-potongan tubuh korban. Ia memberikan waktu cukup lama untuk memastikan setiap bagian jasad dapat dibuang dengan aman. Proses pembuangan dilakukan secara bertahap untuk menghindari kecurigaan dari warga sekitar.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Saepul
Apa alasan utama Saepul memutilasi korban? Saepul memutilasi korban karena latar belakang pekerjaannya sebagai pemotong daging. Ia merasa kesulitan membuang jasad dalam keadaan utuh, sehingga memilih cara memotong-motong tubuh korban.
Kapan kasus ini terjadi? Kasus ini terjadi pada sore hari, tanggal 23 Juli 2026, di kontrakan Saepul di kawasan Cipayung, Kota Depok.
Bagaimana Saepul mengenal korban? Saepul mengenal korban melalui platform media sosial. Ia melihat foto korban yang sedang berpose di atas sepeda motor Honda PCX berwarna hitam.
Apa motif awal Saepul mendekati korban? Motif awal Saepul adalah untuk merampok motor Honda PCX milik korban yang dilihatnya melalui media sosial.
Kapan Saepul ditangkap? Saepul ditangkap oleh petugas kepolisian di kontrakan miliknya di kawasan Cipayung, Kota Depok, setelah penyelidikan intensif oleh tim khusus Polda Metro Jaya.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kasus ini, Anda dapat mengunjungi halaman berita asli di detik.com.
