Ini yang Digali Polisi dari Eks Ketua Yayasan soal Temuan Senjata di Sekolah
Polda Metro Jaya berencana memanggil mantan ketua yayasan sekolah swasta yang berlokasi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada minggu depan. Pemanggilan ini
Table of Contents
Polisi Mendalami Temuan Senjata di Yayasan Pondok Pinang
Wahanaberita.com – Polda Metro Jaya berencana memanggil mantan ketua yayasan sekolah swasta yang berlokasi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada minggu depan. Pemanggilan ini berkaitan dengan penemuan ratusan senjata di ruangannya. Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa pemeriksaan bertujuan untuk mengungkap alasan ratusan senjata tersebut diimpor ke Indonesia.
“Untuk mengetahui impor dari negara mana, kami lagi mengatur untuk menjadwalkan pemanggilan terhadap saudara IWD di minggu depan,” ujar Kombes Budi Hermanto saat ditemui wartawan pada Minggu (9/8/2026).
Rincian Senjata yang Ditemukan
Menurut keterangan Budi, total terdapat 995 pucuk senjata yang merupakan senapan angin. Rinciannya mencakup 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, serta 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm. Seluruh senjata tersebut diimpor dari luar negeri.
Selain senjata angin, ditemukan pula senjata api jenis Franchi SPA dan SPAS-15 kaliber 12 GA. Senjata-senjata ini merupakan milik DS, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur di PT Lokta Karya Perbakin. Namun, DS telah meninggal dunia pada tahun 2020.
Nanti setelah pemeriksaan akan tahu kapan impornya, tujuannya untuk apa, berapa banyak. Apabila impor itu sesuai dengan manifes, artinya ini secara resmi. Tetapi di luar manifes artinya ada penyelundupan, ada dua kluster yang berbeda yang akan didalami, jelasnya.
Penyimpanan Senjata di Yayasan
Temuan senjata api dan airsoft gun tersebut terjadi di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/8/2026).
Polisi juga ingin mengetahui alasan senjata disimpan di ruangan IWD, mantan ketua yayasan. Polisi akan mendalami pengetahuan IWD terkait temuan tersebut.
Nah, tetapi kenapa penyimpanan bukan kepada tempat yang semestinya, tetapi di dalam satu yayasan? Yang bersangkutan, Saudara IW, merupakan dulu pengurus dari suatu yayasan sehingga mungkin melihat menempatkan barang-barang tadi dalam satu gudang, kata dia.
Penyelidikan saat ini dilakukan oleh Direktorat Intelkam Subdit Wasendak bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi akan mengundang IWD untuk memberikan keterangan mengenai asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan.
Sengketa Kepengurusan sebagai Pintu Masuk
Pihak sekolah menjelaskan bahwa konflik kepengurusan yayasan menjadi alasan penemuan ratusan senjata di ruangan mantan ketua yayasan IWD. Hermawanto, kuasa hukum pihak sekolah, menyatakan bahwa sengketa tersebut memungkinkan mereka untuk mengakses ruangan.
Iya, karena tanpa ada sengketa itu kami nggak bisa masuk. Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua, kata Hermawanto kepada wartawan di Jakarta pada Jumat (7/8).
Setelah IWD diberhentikan, pihak sekolah mendapatkan akses untuk membuka ruangannya. Saat dibuka, ditemukan ratusan senjata berbagai jenis. Pihak sekolah juga menemukan narkotika hingga 30 compact disk (CD) porno.
Lalu kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan, ruangan sekolah kan? Akhirnya kami coba buka-buka, nggak tahunya ketika kami buka ruangan itu menjadi… kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini, jelasnya.
Hermawanto juga menanggapi klaim IWD bahwa ratusan senjata digunakan untuk ekstrakurikuler. Ia menegaskan bahwa tidak ada ekskul menembak di sekolah tersebut.
Tanggapan Kuasa Hukum IWD
Alhadid Endar Putra, selaku kuasa hukum IWD dan Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, menyatakan bahwa 995 pucuk senjata airsoft gun merupakan milik perusahaannya. Senjata-senjata tersebut disimpan di gudang sekolah berkaitan dengan rencana kerja sama ekstrakurikuler menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sekolah sebelumnya pada tahun 2020.
Alhadid mengklaim bahwa senjata tersebut resmi dan memiliki izin. Ia juga mengaku telah memperlihatkan surat izin kepada pihak kepolisian.
Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut, kata Alhadid.
Menurut Alhadid, pihak yayasan saat ini sudah mengetahui adanya senjata yang disimpan di gudang. Ia merasa heran karena pihak yayasan sekolah seolah-olah tidak mengetahui asal-usul senjata tersebut.
Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya, ungkapnya.
Alhadid menduga bahwa persoalan ini mencuat karena adanya konflik di internal kepengurusan yayasan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ini yang Digali Polisi dari Eks Ketua?
Ini yang Digali Polisi dari Eks Ketua is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ini yang Digali Polisi dari Eks Ketua matter?
Ini yang Digali Polisi dari Eks Ketua matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
