Berita

Warga Desa Kawasi di Pulau Obi Kini Nikmati Air Bersih 24 Jam

Bagi masyarakat perkotaan, keberadaan air bersih yang mengalir tanpa henti mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun, cerita berbeda dialami oleh Warga Desa

Desk Berita
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
harita-nickel-dukung-pemkab-halsel-sediakan-akses-air-bagi-warga-desa-kawasi-1786105965716
Foto : Mary Davis - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Warga Desa Kawasi di Pulau Obi Kini Nikmati Kemudahan Air Bersih Sepanjang Hari
  2. Related Reading

Warga Desa Kawasi di Pulau Obi Kini Nikmati Kemudahan Air Bersih Sepanjang Hari

Wahanaberita.com – Bagi masyarakat perkotaan, keberadaan air bersih yang mengalir tanpa henti mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun, cerita berbeda dialami oleh Warga Desa Kawasi di Pulau Obi yang kini merasakan perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah berpindah ke Permukiman Baru Desa Kawasi, mereka dapat menikmati air bersih 24 jam nonstop untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.

Yunince, salah satu penduduk yang merasakan manfaat ini, menceritakan pengalamannya dengan penuh rasa syukur. Ia baru merasakan kenyamanan tersebut setelah relokasi ke kawasan permukiman baru. Sebelumnya, ia harus menyesuaikan jadwal aktivitasnya dengan ketersediaan air yang terbatas.

“Air selalu ada untuk mandi, mencuci, dan memasak. Mau mandi lima kali sehari juga airnya tetap cukup,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Kini, Yunince bisa mencuci maupun memasak kapan pun karena aliran air berlangsung selama 24 jam penuh. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memberikan kebebasan dalam mengatur waktu aktivitas harian.

Dampak Positif bagi Pelaku UMKM Lokal

Tina Nomor, seorang pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kawasan permukiman baru, juga merasakan dampak positif yang sama. Ia menilai pasokan air yang stabil sangat membantu kegiatan rumah tangga sekaligus memberikan kepastian dalam menjalankan bisnisnya.

“Air dan listrik yang lancar sangat membantu usaha kami. Semuanya juga disediakan sehingga bisa meringankan kebutuhan sehari-hari. Meski begitu, kami tetap menggunakannya seperlunya,” katanya.

Bagi Warga Desa Kawasi di Pulau Obi yang berbisnis, ketersediaan air yang konsisten menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan dan operasional usaha mereka.

Program Relokasi Berbasis Regulasi

Kedua warga tersebut merupakan bagian dari program relokasi ke Permukiman Baru Desa Kawasi. Inisiatif ini diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten sesuai Peraturan Bupati Halmahera Selatan Nomor 72 Tahun 2023. Pelaksanaan program mengacu pada Rencana Aksi Pengadaan Lahan dan Pemukiman Kembali (LARAP) dengan pengawasan Tim Terpadu.

Proses pendaftaran, verifikasi, penilaian aset, hingga penanganan keluhan warga juga dipantau oleh pihak independen untuk memastikan transparansi. Hal ini memberikan kepastian hukum bagi setiap warga yang berpartisipasi dalam program tersebut.

Sistem Penyediaan Air Modern

Ketersediaan air bersih didukung oleh sistem penyediaan yang dibangun di Pulau Obi. Air baku diambil dari Sungai Akelamo, kemudian diolah menggunakan Water Purification Plant (WPP) sebelum didistribusikan ke rumah-rumah warga.

Amiruddin, Head of Technical Support PT Obi Sinar Timur, menjelaskan bahwa air baku terlebih dahulu diproses untuk menghilangkan partikel halus sebelum melalui tahap desinfeksi. Proses ini memastikan air memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan.

Pemantauan kualitas air dilakukan secara berkala, mulai dari sumber air, selama proses pengolahan di WPP, hingga pada titik distribusi. Pengujian dilakukan oleh tim internal dan diverifikasi oleh laboratorium eksternal yang telah terakreditasi.

Infrastruktur Pendukung yang Komprehensif

Perubahan yang dirasakan warga tidak hanya terbatas pada ketersediaan air bersih. Di Permukiman Baru Desa Kawasi, berbagai fasilitas dasar telah dibangun, termasuk sekolah, Puskesmas Pembantu, rumah ibadah, kantor desa, area bisnis, jalan lingkungan, drainase, tempat pengolahan sampah terpadu, dan jaringan listrik.

Pembangunan infrastruktur juga diperluas untuk meningkatkan konektivitas kawasan. Salah satunya melalui Dermaga Panji Baru yang membentang sepanjang 200 meter, memungkinkan kapal-kapal besar untuk bersandar. Dengan demikian, mobilitas orang dan barang dari dan menuju daerah utama Maluku Utara seperti Ternate, Labuha, dan Laiwui bisa jauh lebih mudah.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Permukiman Baru

Berapa jumlah warga yang direlokasi ke Permukiman Baru Desa Kawasi? Program relokasi menargetkan seluruh penduduk Desa Kawasi yang sebelumnya tinggal di kawasan rawan bencana untuk berpindah ke permukiman baru yang lebih aman.

Bagaimana sistem distribusi air ke rumah-rumah warga? Air dari Sungai Akelamo diolah di WPP kemudian didistribusikan melalui jaringan pipa ke setiap rumah dengan tekanan yang stabil sepanjang hari.

Apa saja fasilitas yang tersedia di permukiman baru? Selain akses air bersih 24 jam, warga juga menikmati fasilitas sekolah, puskesmas pembantu, rumah ibadah, area bisnis, dan jaringan listrik yang memadai.

Bagaimana konektivitas transportasi dari permukiman baru? Dermaga Panji Baru sepanjang 200 meter memungkinkan kapal besar bersandar, memudahkan akses ke Ternate, Labuha, dan Laiwui.

Bagi Warga Desa Kawasi di Pulau Obi, perubahan yang dirasakan tidak hanya berupa perpindahan tempat tinggal, tetapi juga hadirnya layanan dasar dan infrastruktur yang mendukung aktivitas sehari-hari, mulai dari akses air bersih dan listrik hingga konektivitas antardaerah.

Leave a Comment