BMKG: Gempa Dangkal M 3,5 di Bogor Dipicu Sesar Aktif
BMKG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika resmi melaporkan adanya guncangan tektonik yang terjadi di wilayah Bogor, Jawa Barat, pada dini hari
Table of Contents
Gempa M 3,5 di Bogor Dipicu Sesar Aktif: BMKG Pastikan Belum Ada Kerusakan
Wahanaberita.com – BMKG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika resmi melaporkan adanya guncangan tektonik yang terjadi di wilayah Bogor, Jawa Barat, pada dini hari. Berdasarkan analisis data seismik yang dilakukan oleh tim ahli BMKG, gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh pergerakan sesar aktif di kawasan tersebut. Guncangan ini pertama kali terjadi pada pukul 03.42 WIB dan dirasakan dengan intensitas skala MMI II di wilayah Bogor.
Detail Episenter dan Kedalaman Gempa
Menurut catatan resmi BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 6,75 derajat Lintang Selatan serta 106,72 derajat Bujur Timur. Kedalaman hiposenter tercatat mencapai 10 kilometer dari permukaan bumi, yang mengindikasikan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal. Gempa dangkal umumnya lebih terasa dibandingkan gempa dalam karena sumber getarannya berada lebih dekat dengan permukaan tanah.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Hartanto, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).
Wilayah yang Merasakan Guncangan
Wilayah yang merasakan getaran tidak hanya terbatas pada Bogor saja. Beberapa daerah lain seperti Cianjur dan Sukabumi juga mencatat adanya guncangan. Di Kabupaten Bogor sendiri, getaran terasa hingga ke Pamijahan, Leuwiliang, Ciomas, Cigombong, dan Cijeruk. Masyarakat di berbagai wilayah tersebut melaporkan merasakan getaran ringan yang berlangsung selama beberapa detik.
BMKG juga mengonfirmasi bahwa terdapat tiga gempa susulan yang terjadi setelah guncangan utama. Hingga pukul 04.18 WIB, tim BMKG masih memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan yang disebabkan oleh gempa bumi ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Apa Itu Sesar Aktif?
Sesar aktif merupakan patahan pada kulit bumi yang masih mengalami pergerakan dan berpotensi menghasilkan gempa bumi. Di wilayah Bogor, keberadaan sesar aktif telah lama diketahui oleh para ahli geologi. Pergerakan pada sesar ini dapat memicu gempa dangkal dengan magnitudo bervariasi. BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas sesar aktif di seluruh Indonesia untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Tips Keamanan Saat Gempa
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan sesar aktif, penting untuk memahami langkah-langkah keselamatan saat gempa terjadi. BMKG merekomendasikan agar masyarakat tetap tenang, menjauhi bangunan yang berpotensi runtuh, dan tidak panik saat gempa berlangsung. Setelah gempa berhenti, periksa kondisi sekitar dan ikuti instruksi dari petugas setempat.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Gempa Bogor
Apakah gempa ini berpotensi tsunami?
Tidak. Gempa yang terjadi di Bogor merupakan gempa tektonik dangkal yang dipicu sesar aktif, bukan gempa bawah laut. Oleh karena itu, tidak ada potensi tsunami yang mengancam wilayah Bogor.
Berapa lama BMKG akan memantau gempa susulan?
BMKG akan melakukan pemantauan intensif selama beberapa hari ke depan untuk memastikan tidak ada gempa susulan yang signifikan. Masyarakat dapat memantau informasi terbaru melalui situs resmi BMKG.
Apakah ada kerusakan infrastruktur akibat gempa?
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau infrastruktur yang disebabkan oleh gempa bumi ini. BMKG akan terus memperbarui informasi jika ada perkembangan terbaru.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai gempa bumi dan aktivitas seismik di Indonesia, masyarakat dapat mengunjungi [berita detik.com](https://news.detik.com) atau mengikuti akun media sosial resmi BMKG.
