Berita

Skor PISA RI Rendah, Prabowo Beberkan Tantangan Kelola 388 Ribu Sekolah

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka membahas kondisi pendidikan Indonesia yang masih tertinggal berdasarkan data Programme for International Student

Desk Berita
Published Agustus 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Betty Taylor - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Prabowo Subianto Ungkap Tantangan Pengelolaan Pendidikan Nasional di Tengah Skor PISA RI Rendah
  2. Related Reading

Prabowo Subianto Ungkap Tantangan Pengelolaan Pendidikan Nasional di Tengah Skor PISA RI Rendah

Wahanaberita.com – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka membahas kondisi pendidikan Indonesia yang masih tertinggal berdasarkan data Programme for International Student Assessment atau PISA. Dalam pertemuan dengan para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026), ia menyampaikan bahwa Skor PISA RI Rendah menjadi catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kondisi geografis Indonesia memberikan tantangan tersendiri yang tidak dimiliki banyak negara lain.

Posisi Indonesia dalam Peringkat PISA Global

Dalam sambutannya, Prabowo mengakui bahwa hasil survei internasional menunjukkan Indonesia belum berada di posisi terbaik secara global. Ia menjelaskan bahwa skor PISA membaca Indonesia hanya sedikit di atas Filipina, namun masih tertinggal jauh dari negara-negara tetangga maupun negara maju.

“Ada suatu survei, survei namanya PISA, P-I-S-A, di mana membandingkan kualitas pendidikan berbagai negara. Kita termasuk tidak terlalu bagus, ya. Jadi skor PISA membaca, skor kita tadi kalau Anda lihat di situ, hanya sedikit di atas Filipina,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara lain dalam hal prestasi pendidikan. Negara-negara tersebut meliputi Thailand, Malaysia, Belanda, Vietnam, Jepang, hingga Singapura. Bahkan, rata-rata OECD juga masih lebih tinggi dibandingkan skor Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada ruang besar untuk peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Konteks Geografis yang Berbeda dengan Negara Lain

Prabowo menekankan bahwa perbandingan langsung dengan Singapura perlu mempertimbangkan konteks yang berbeda. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki ribuan sekolah yang tersebar luas di pegunungan maupun pulau-pulau terluar. Jumlah sekolah yang sangat besar ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan pendidikan.

“Kalau Singapura saya nggak terlalu, nggak usah kita terlalu khawatir kok, hanya negara 5 juta kok, satu kota, ya kan. Kalau Menteri Pendidikan Singapura itu sebetulnya nggak bisa dibandingkan dengan Menteri Pendidikan Indonesia, ya kan. Indonesia punya 388 ribu sekolah kalau tidak salah, nanti dicek ya,” jelas Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa Menteri Pendidikan Singapura memiliki kemudahan yang luar biasa. Dengan hanya berkeliling seluruh wilayah Singapura, pejabat tersebut dapat memeriksa hampir seluruh sekolah dalam waktu sekitar dua jam. Semua sekolah tersebut terjangkau dari kantornya. Kondisi ini sangat berbeda dengan Indonesia yang memiliki luas wilayah dan jumlah sekolah yang jauh lebih besar.

“Jadi kalau saya, Singapura oke dia berhasil di satu kota, ya kan. Menteri Pendidikan tinggal keliling seluruh Singapura mungkin 2 jam dia bisa cek hampir semua sekolah di situ, terjangkau dari kantor dia. No, it’s real, it’s reality, it’s reality. Dia berhasil, tapi kesulitan kita sangat besar,” tambahnya.

PISA sebagai Peringatan, Bukan Alasan

Meskipun mengakui kompleksitas tantangan yang dihadapi, Prabowo tidak ingin hal tersebut dijadikan pembenaran untuk tidak mengejar ketertinggalan. Sebaliknya, ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan hasil PISA sebagai koreksi dan peringatan. Ia percaya bahwa Indonesia harus menerima hasil PISA dengan lapang dada dan mencari solusi atas berbagai permasalahan pendidikan yang ada.

“Inis orang luar lihat kita, ya kita boleh kita terima tapi kita jangan terlalu juga terlalu takut. Dia hanya lihat gambar dari luar, dia nggak lihat kesulitan-kesulitan yang kita hadapi sebagai negara yang sangat besar,” tegasnya.

Menutup penjelasannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus menerima hasil PISA dengan lapang dada. Hasil tersebut bukan untuk ditakuti, melainkan menjadi dasar untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan pendidikan yang ada. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Ya, jadi ini yang saya maksud, sudah kita terima ini sebagai katakanlah peringatan, koreksi, dan kita cari bagaimana kita akan atasi,” pungkasnya.

FAQ: Skor PISA RI Rendah dan Tantangan Pendidikan Indonesia

Apa itu PISA? PISA (Programme for International Student Assessment) adalah survei internasional yang mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam membaca, matematika, dan sains.

Berapa jumlah sekolah di Indonesia? Indonesia memiliki sekitar 388 ribu sekolah yang tersebar di seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terluar dan daerah pegunungan.

Mengapa perbandingan dengan Singapura perlu mempertimbangkan konteks? Singapura hanya memiliki satu kota dengan populasi 5 juta jiwa, sehingga Menteri Pendidikan dapat memeriksa hampir seluruh sekolah dalam waktu dua jam. Sementara itu, Indonesia memiliki ribuan sekolah yang tersebar luas.

Bagaimana posisi Indonesia dalam peringkat PISA? Indonesia berada di bawah Thailand, Malaysia, Belanda, Vietnam, Jepang, dan Singapura. Skor PISA membaca Indonesia juga hanya sedikit di atas Filipina.

Apa langkah selanjutnya menurut Prabowo? Prabowo mengajak seluruh pihak untuk menerima hasil PISA sebagai peringatan dan koreksi, serta mencari solusi atas berbagai permasalahan pendidikan yang ada.

Leave a Comment