Investigasi Kasus Saepul Pemutilasi Pria di Depok: Motif dan Kronologi Terungkap
Wahanaberita.com – Kasus pembunuhan dan pemutilasian yang terjadi di Depok kembali menarik perhatian publik. Saepul Pemutilasi Pria di Depok Baru – pelaku yang dikenal dengan kejahatannya tersebut – kini tengah menjalani proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono dari Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreksrimum Polda Metro Jaya menyatakan bahwa tim masih menganalisis berbagai pernyataan yang diberikan oleh Saepul untuk menemukan motif sebenarnya di balik kejahatan tersebut.
Selain motif pembunuhan, penyelidikan juga mengungkap beberapa fakta menarik mengenai kehidupan Saepul sebelum kejadian. Polisi menduga bahwa pelaku memiliki kecenderungan terhadap sesama jenis, sebuah temuan yang menjadi salah satu fokus investigasi. Tidak hanya itu, Saepul juga diketahui merampas sepeda motor serta berbagai harta benda milik korban Kunaefi sebelum melakukan pemutilasian.
Kehidupan Saepul di Kontrakan Cipayung
Sebelum tragedi terjadi, Saepul yang saat itu berusia 26 tahun telah tinggal di sebuah kontrakan selama tujuh bulan. Yang menarik, ia tidak tinggal sendirian melainkan bersama seorang pria berinisial JJ. Informasi ini dikonfirmasi oleh Aris, Ketua RT 03/05 Cipayung Jaya, yang memberikan keterangannya kepada media pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Pertama kali saya menyewa tempat itu kebetulan sedang melakukan kegiatan Ramadan. Waktu itu sekitar enam hingga tujuh bulan yang lalu. Di saat itulah saya bertemu dengan korban serta orang yang kemudian membunuhnya,
pernyataan Aris saat ditemui di Cipayung Jaya, Depok.
Ketika melakukan kegiatan rutinnya, Aris sempat menegur Saepul dan meminta agar ia segera melapor jika ingin menyewa di lokasi tersebut. Dialog antara keduanya tercatat dengan jelas:
Saya sedang berkeliling, lalu kebetulan rumahnya terbuka. Mas menyewa di sini? ‘Iya, Pak, Bapak RT, ya?’ Iya, sudah melapor? ‘Belum, Pak. Saya baru pindah,’ ‘Oh ya sudah. Saya tunggu ya, siapkan KTP dan KK. Tinggal di sini berapa orang?’, ‘Dua orang, Pak. Dan kebetulan kami membuka usaha di sini,’
Aris menjelaskan bahwa Saepul dan Kunaefi memiliki bisnis bersama di kontrakan tersebut. Ketika bertemu dengan pelaku, Saepul berdalih tidak segera melapor karena sibuk dengan berbagai kegiatan usaha mereka.
Aduh, kalau nggak ketoprak, martabak. Saya lupa. Sudah beberapa bulan lalu (usaha pelaku dan korban). Sudah sampai di situ, terus selanjutnya saya ketemu lagi itu di pembagian santunan yatim. Saya tanya juga di situ, sudah ke rumah belum? ‘Belum, Pak, belum sempat karena kami berangkat pagi pulang malam. Ada kegiatan-kegiatan terus’,
lanjut Aris dalam keterangannya.
Klarifikasi Tentang Penghuni Kontrakan
Berdasarkan keterangan dari Resmob, Saepul sebenarnya tinggal berdua dengan rekannya bernama JJ, bukan bersama Kunaefi yang menjadi korban. Aris menambahkan bahwa ia sendiri tidak terlalu mengenal Saepul karena kepribadian pelaku yang cenderung tertutup.
Mungkin karena yang saya tahu, ternyata itu yang tinggal di situ berdasarkan keterangan tadi dari Resmob, si JJ ya namanya kalau nggak salah, sama si Ipul. Sedangkan yang setiap saya keliling, ketemu sama si penghuni kontrakan, itu yang saya ketemu yang tinggi yang membunuh sama si korban,
ujarnya.
Aris juga menyebutkan bahwa warga lain seperti Pak Sunardi lebih berdekatan dengan Saepul dan juga merasakan bahwa pelaku memiliki sifat agak tertutup. Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus ini untuk menemukan kebenaran lengkap di balik pembunuhan dan pemutilasian tersebut.
FAQ Tentang Kasus Saepul
Berapa usia Saepul saat kejadian? Saepul berusia 26 tahun saat kasus pembunuhan dan pemutilasian terjadi di Depok.
Siapa nama korban yang dibunuh Saepul? Korban yang dibunuh dan dimutilasi oleh Saepul bernama Kunaefi.
Bagaimana hubungan Saepul dengan pria JJ? Saepul tinggal bersama pria JJ di kontrakan Cipayung selama tujuh bulan sebelum kejadian.
Apa motif yang diduga dari kasus ini? Polisi menduga Saepul memiliki kecenderungan terhadap sesama jenis sebagai salah satu motif kejahatan.
Kapan Aris memberikan keterangannya? Aris, Ketua RT 03/05 Cipayung Jaya, memberikan keterangannya kepada media pada Rabu, 5 Agustus 2026.
