Berita

Menko Polkam Minta TNI-Polri Tingkatkan Patroli Cegah Warga Main Hakim Sendiri

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago secara resmi meminta TNI dan Polri untuk meningkatkan intensitas

Desk Berita
Published Agustus 5, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Karen Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Menko Polkam Minta TNI Polri Tingkatkan Patroli
  2. Related Reading

Menko Polkam Minta TNI Polri Tingkatkan Patroli

Wahanaberita.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago secara resmi meminta TNI dan Polri untuk meningkatkan intensitas patroli di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya fenomena masyarakat yang mengambil tindakan sendiri atau main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan. Menko Polkam Minta TNI Polri untuk segera memperkuat kehadiran aparat keamanan di berbagai titik rawan guna mencegah eskalasi konflik di tingkat komunitas.

Penjelasan strategis tersebut disampaikan Djamari Chaniago setelah memimpin rapat tertutup bertema ‘Sinergi Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan Nasional’. Rapat yang berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026 itu bertempat di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra.

Strategi Pencegahan dan Respons Cepat

Djamari menekankan bahwa langkah preventif menjadi prioritas utama dalam mengatasi masalah main hakim sendiri. Menurutnya, patroli kepolisian sudah berjalan, namun perlu ditingkatkan intensitasnya, terutama pada waktu-waktu rawan seperti malam hari, sore, dan pagi hari. Peningkatan patroli ini akan melibatkan sinergi antara TNI dan Polri untuk memastikan cakupan yang lebih luas.

“Upaya pertama adalah untuk mencegahnya. Patroli polisi aktif sebetulnya berkeliling di situ. Turun di tempat patroli malam ditingkatkan, apalagi hal-hal yang bukan pada di tengah-tengah malam atau sore atau pagi. Operasinya terus dilakukan,” kata Djamari kepada wartawan.

Selain pencegahan, aparat keamanan juga ditugaskan merespons cepat setiap gesekan yang muncul di masyarakat. Tujuannya agar konflik tidak menyebar ke wilayah lain dan tetap terlokalisasi. Menko Polkam Minta TNI Polri untuk membentuk tim respons cepat yang siap dikerahkan kapan saja ketika terjadi insiden main hakim sendiri.

“Di saat itu ada kejadian, saat itu juga kekuatan polisi bahkan ditambah, kalau mungkin dengan TNI segera menghentikan itu, dan melokalisir kejadian itu tidak berkembang di tempat lain,” ucapnya.

Pendekatan Kekeluargaan dan Peran Pemerintah Daerah

Untuk kasus-kasus yang sudah terjadi, pemerintah memilih pendekatan kekeluargaan sebagai metode penyelesaian. Djamari mencatat bahwa strategi ini telah berhasil meredam sejumlah konflik di masyarakat. Pendekatan ini melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk membantu mediasi antara pihak-pihak yang berselisih.

Namun, pencegahan tetap menjadi kunci utama. Menko Polkam Minta TNI Polri untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada warganya, sehingga masalah kecil tidak berkembang menjadi konflik massal. Pemerintah daerah diminta untuk lebih aktif dalam monitoring situasi di tingkat komunitas.

“Upaya yang paling penting adalah pencegahan. Pencegahan ini dilakukan lewat pemerintah daerah memberikan pemahaman kepada masyarakat kita, dan mencegah mengembangkan persoalan itu menjadi persoalan yang sepertinya besar sekali,” jelas Djamari.

Menghadapi HUT ke-81 Kemerdekaan

Djamari juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondusivitas, khususnya menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Ia berharap rakyat dapat merayakan momen bersejarah tersebut dengan tenang dan penuh sukacita tanpa terganggu oleh konflik lokal.

“Tolong sampaikan kepada saudara-saudara kita untuk menjaga ketenangan, berikanlah ketenangan ini kepada bangsa kita. Khususnya menjelang HUT ke-81 kemerdekaan kita. Mari kita bersama-sama secara gembira, senang, tenang, rakyat kita bergembira,” imbuhnya.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa yang dimaksud dengan main hakim sendiri? Main hakim sendiri adalah tindakan masyarakat yang mengambil tindakan hukum secara langsung terhadap pelaku kejahatan tanpa melalui proses hukum yang berlaku, seperti perkelahian, penganiayaan, atau bahkan pembunuhan oleh massa.

Berapa kali patroli akan ditingkatkan? Menurut Menko Polkam, patroli akan ditingkatkan terutama pada waktu-waktu rawan seperti malam hari, sore, dan pagi hari. Intensitasnya akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan setiap wilayah.

Siapa saja yang terlibat dalam patroli gabungan? Patroli gabungan melibatkan TNI dan Polri yang bekerja sama untuk memastikan cakupan yang lebih luas di berbagai titik rawan di seluruh Indonesia.

Bagaimana peran pemerintah daerah dalam pencegahan main hakim sendiri? Pemerintah daerah diminta untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada warganya, melakukan monitoring situasi di tingkat komunitas, dan membantu mediasi melalui tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat.

Kapan HUT ke-81 Kemerdekaan diperingati? HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diperingati pada 17 Agustus 2026. Menko Polkam mengajak seluruh rakyat untuk menjaga kondusivitas menjelang perayaan tersebut.

Leave a Comment