Berita

Ceramah Terakhir Ustaz Firdaus soal Kematian Sebelum Berpulang

Kisah duka menyentuh hati datang dari Jakarta Timur. Ahmad Firdaus, seorang ustaz berusia 53 tahun, kembali ke rahmatullah saat sedang menyampaikan ceramah

Desk Berita
Published Agustus 3, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Ustaz Firdaus Meninggal Saat Memberi Tausiah tentang Kematian
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Ustaz Firdaus Meninggal Saat Memberi Tausiah tentang Kematian

Wahanaberita.com – Kisah duka menyentuh hati datang dari Jakarta Timur. Ahmad Firdaus, seorang ustaz berusia 53 tahun, kembali ke rahmatullah saat sedang menyampaikan ceramah. Momen terakhirnya di dunia ditandai dengan tausiah yang membahas tema kematian. Rekaman detik-detik sebelum beliau wafat pun menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis malam Jumat, tanggal 30 Juli, di sebuah pengajian yang digelar di kawasan Klender, Jakarta Timur. Ahmad Fikri Fairus, putra sang ustaz yang kini berusia 31 tahun, mengonfirmasi kronologi kejadian tersebut.

Hari Kamis malam Jumat jam 21.00 WIB. Kejadiannya ya begitu saja sih, Bang. Karena beliau sedang menyampaikan dakwah, menyampaikan ilmu dalam acara haul. Kemudian, ketika menyebut dan selawat kepada Nabi Muhammad, beliau dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Pesan tentang Kerinduan yang Harus Diobati

Menurut Fairus, sang ayah saat itu tengah membahas perihal kematian. Ia juga menekankan pentingnya mengobati rasa rindu, khususnya kepada Nabi Muhammad SAW.

Beliau sedang menyampaikan ilmu tentang kematian dan menyampaikan tentang rindu yang harus diobati. Karena beberapa hari ini almarhum selalu menyampaikan membahas tema ceramahnya itu rindu, rindu, rindu. Rindu itu harus diobati kepada orang yang kita rindukan gitu.

Sebagaimana ketika beliau menyebutkan Nabi Muhammad SAW, almarhum sudah mengembuskan napas terakhir.

Setelah kejadian, warga sekitar segera membawa Firdaus ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi untuk memastikan kondisinya. Pihak rumah sakit kemudian mengonfirmasi bahwa ustaz tersebut telah meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan pada Jumat, 31 Juli, di TPU Kampung Sumur yang terletak di Jalan Dermaga, Jakarta Timur.

(Setelah itu) bawa ke rumah sakit hanya sekadar memastikan kalau almarhum sudah tiada.

Husnul Khatimah dan Pesan Terakhir

Fairus meyakini bahwa ayahnya meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Ia juga yakin bahwa sang ayah telah mengobati kerinduannya kepada Nabi Muhammad.

Almarhum buat saya sebagai putranya, insyaallah saya yakin husnul khatimah dan almarhum sudah mengobati kerinduan itu kepada Nabi Muhammad.

Selain itu, Firdaus berpesan kepada anak-anaknya agar tidak pernah meninggalkan ibadah. Ia menekankan pentingnya bersandar sepenuhnya kepada Allah SWT dalam segala urusan.

Jadi, almarhum tuh menekankan kami hanya selalu bergantung kepada Allah. Apa pun yang kita sesulit apa pun urusan kita kepada Allah, intinya jangan ninggalin ibadah, gitu.

Firdaus juga mengingatkan bahwa manusia bisa mengecewakan. Oleh karena itu, ia menyarankan anak-anaknya untuk tidak terlalu berharap kepada sesama manusia.

Almarhum ke kami sebagai putra-putrinya hanya menekankan jangan pernah berharap kepada manusia. Setiap saat, setiap apa pun, almarhum selalu menekankan kepada kami jangan pernah berharap dan meminta kepada manusia karena ketika kita berharap kepada manusia, akhirnya akan kecewa. Tapi kalau kita berharap hanya kepada Allah, kita nggak akan pernah merasakan kekecewaan.

Ustaz Firdaus dalam Ingatan Warga

Jamaludin, tetangga yang juga berusia 53 tahun, mengenang Firdaus sebagai kakak, guru, dan teman nongkrong. Ia mengatakan bahwa sang ustaz tidak membeda-bedakan warga berdasarkan usia.

Saya sebagai warga dan juga sebagai jemaah beliau, saya menganggap beliau itu seperti apa, kakak, guru, teman nongkrong juga. Jadi beliau tidak membeda-bedakan mana yang muda, mana yang tua, gitu. Jadi, intinya beliau tuh di mata beliau tuh sama semua, gitu. Tidak membeda-bedakan usia.

Jamaludin juga pernah mengikuti ziarah yang digagas oleh Firdaus. Mereka mengunjungi beberapa makam di kawasan Jakarta, termasuk makam KH Ahmad Zayadi Muhajir, KH Ahmad Marzuqi bin Mirshod, Pangeran Jayakarta, serta Keramat Luar Batang. Mereka juga sering mengunjungi makam di Ujung Harapan bersama anak-anak majelis dan murid-murid Firdaus.

Selain itu, Jamaludin mengingat bahwa Firdaus selalu bersedia mendampingi jemaahnya yang menggelar hajatan, bahkan dari jarak jauh.

Frequently Asked Questions

What is Ceramah Terakhir Ustaz Firdaus soal Kematian?

Ceramah Terakhir Ustaz Firdaus soal Kematian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ceramah Terakhir Ustaz Firdaus soal Kematian matter?

Ceramah Terakhir Ustaz Firdaus soal Kematian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment