Berita

Kisah Anak Petani Asal Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN

Seorang pemuda asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar, telah meraih kehormatan sebagai salah satu lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun

Desk Berita
Published Agustus 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mary Davis - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Mohamad Toriq Anwar: Dari Banyumas Menuju Prestasi Lulusan Terbaik IPDN 2026
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Mohamad Toriq Anwar: Dari Banyumas Menuju Prestasi Lulusan Terbaik IPDN 2026

Wahanaberita.com – Seorang pemuda asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar, telah meraih kehormatan sebagai salah satu lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2026. Dalam upacara pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII, ia tampil mengenakan seragam putih yang melambangkan kebanggaan baru dalam hidupnya. Prestasi ini tidak terlepas dari dedikasi dan usaha keras yang ia lakukan selama menempuh pendidikan.

Keberhasilan Toriq membuatnya menjadi satu dari tiga Purna Praja yang mendapat kehormatan khusus. Presiden Prabowo Subianto sendiri yang menyematkan tanda pangkat Pamong Praja Muda langsung kepada para lulusan berprestasi tersebut. Sebuah momen bersejarah yang ia anggap sebagai realisasi dari mimpi-mimpinya.

Perjalanan dari Keluarga Sederhana

Toriq adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang tumbuh dalam keluarga sederhana. Kedua orang tuanya menghidupi diri sebagai petani dan peternak bebek. Selain itu, mereka juga rutin menjual telur bebek ke berbagai warung di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Kakak laki-laki Toriq bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kayu yang lokasinya tidak jauh dari rumah keluarga.

Dengan tekad kuat untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya, Toriq memutuskan untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada tahun 2022. Ia menyadari bahwa sekolah kedinasan ini menawarkan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pembiayaan negara, baik untuk kebutuhan hidup maupun pendidikan.

Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat 2 pada hasil akhir tesnya di Provinsi Jawa Tengah untuk di IPDN sendiri karena memang merupakan sekolah kedinasan yang ikatan dinas, di dalamnya kita dibiayai oleh negara baik biaya hidup maupun biaya pendidikan.

Mengatasi Kendala Jarak dan Biaya

Proses seleksi tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Jarak antara Banyumas dan Semarang, tempat pelaksanaan tes, menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga Toriq. Mereka harus menyiapkan dana tambahan untuk transportasi dan keperluan administrasi. Orang tua Toriq sempat kesulitan menyediakan biaya tersebut, namun tetap berusaha mencari bantuan agar sang anak bisa mengikuti seluruh tahapan seleksi.

Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu.

Ketekunan Toriq akhirnya terbayar. Ia berhasil melewati semua tahap seleksi, mulai dari administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan. Dengan nilai SKD mencapai sekitar 455, Toriq bahkan menjadi peringkat pertama dalam sesi seleksinya. Hasil akhirnya, ia meraih posisi kedua di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Mimpi yang Menjadi Nyata

Perasaan bangga menyelimuti Toriq saat mengetahui dirinya termasuk tiga perwakilan yang mendapat penyematan tanda pangkat langsung dari Presiden. Ia menyebut pengalaman ini sebagai sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saya merasa sangat bangga dan bisa menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan penyematan yang disematkan langsung oleh Presiden, merupakan suatu pengalaman yang sangat-sangat membanggakan, suatu mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Jadi Alhamdulillah.

Momentum pelantikan ini semakin memperkuat komitmennya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara sebagai aparatur pemerintah. Ia yakin bahwa pengabdian terbaik akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.

Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Frequently Asked Questions

What is Kisah Anak Petani Asal Banyumas Jadi?

Kisah Anak Petani Asal Banyumas Jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kisah Anak Petani Asal Banyumas Jadi matter?

Kisah Anak Petani Asal Banyumas Jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment