Berita

Lahan di Menteng Dilarang KAI buat Main Bola, Warga Curhat Kondisinya Kumuh

Warga Menteng, Jakarta Pusat, kini harus menerima kenyataan bahwa lahan tidur milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta tidak dapat dimanfaatkan

Desk Berita
Published Agustus 2, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. KAI Tolak Permintaan Warga Menteng, Lahan Tidur Tak Boleh Jadi Arena Sepak Bola
  2. Related Reading

KAI Tolak Permintaan Warga Menteng, Lahan Tidur Tak Boleh Jadi Arena Sepak Bola

Wahanaberita.com – Warga Menteng, Jakarta Pusat, kini harus menerima kenyataan bahwa lahan tidur milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta tidak dapat dimanfaatkan sebagai tempat bermain bola. Keputusan ini tentu menjadi kekecewaan bagi masyarakat setempat yang selama ini berharap area tersebut dapat difungsikan untuk kegiatan olahraga. Meskipun demikian, warga tetap berharap pihak KAI segera membersihkan area yang kondisinya sudah sangat tidak terawat dan penuh dengan rumput liar.

Permintaan Warga dan Kondisi Lahan yang Memprihatinkan

Andika Prasetia, Ketua Karang Taruna RW 08 berusia 27 tahun, mengungkapkan bahwa lahan ini sejak lama memang dalam keadaan kumuh. Masyarakat yang merasa khawatir kemudian mengajukan permohonan kepada KAI agar lahan kosong tersebut dapat dimanfaatkan, termasuk sebagai tempat bermain bola. Kondisi lahan yang tidak terawat ini tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga menjadi tempat berkembang biaknya berbagai hewan kecil.

“Karena sering ada binatang keluar-keluar dari lahan kumuhnya itu loh, kayak ada ular-ular kecil suka lewat di jalanan gitu, itu keluar dari tempat itu gitu kan,” ujar Andika di Jalan Menteng Jaya, Minggu (2/7/2026).

Menurut Andika, lahan milik KAI ini awalnya tidak hanya ditujukan untuk sepak bola, tetapi juga berbagai kegiatan warga lainnya. Pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada KAI terkait permohonan pemanfaatan lahan tidur tersebut. Kegiatan yang direncanakan meliputi senam untuk ibu-ibu, olahraga untuk bapak-bapak, dan bermain bola untuk anak-anak.

“Dalam artian lapangan serbaguna, nggak cuma main bola gitu kan, nanti ibu-ibu bisa senam, bapak-bapak bisa berolahraga, dan anak-anak bisa main bola atau kegiatan lainnya gitu kan,” jelasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Liga Aspal yang merupakan lomba sepak bola masyarakat juga berlangsung di sekitar lokasi tersebut. Namun, area Liga Aspal dan lahan KAI yang ingin dimanfaatkan warga merupakan dua tempat yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat Menteng akan ruang terbuka untuk olahraga memang cukup tinggi.

KAI Tekankan Aspek Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Sebelumnya, KAI telah menolak izin penggunaan lahan tidur di Menteng sebagai arena bermain bola. Alasan utamanya berkaitan dengan keselamatan perjalanan kereta api dan warga sekitar. Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, menjelaskan bahwa aktivitas sepak bola maupun kegiatan masyarakat lainnya tidak diperbolehkan di area right of way (ROW) atau ruang milik jalur kereta api.

Kawasan ini merupakan bagian dari prasarana perkeretaapian yang berfungsi untuk operasional, pemeliharaan, dan keselamatan perjalanan KA. Franoto menambahkan bahwa berdasarkan hasil kajian keselamatan, aktivitas seperti bermain sepak bola maupun kegiatan masyarakat lainnya di area tersebut memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap pemain, penonton, maupun perjalanan kereta api.

“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Area ROW adalah ruang milik jalur kereta api yang hanya diperuntukkan bagi kepentingan operasional perkeretaapian, termasuk pemeliharaan, inspeksi, dan pengembangan prasarana. Berdasarkan hasil kajian keselamatan, aktivitas seperti bermain sepak bola maupun kegiatan masyarakat lainnya di area tersebut memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap pemain, penonton, maupun perjalanan kereta api. Karena itu, penggunaannya tidak dapat kami izinkan,” kata Franoto, Sabtu (1/8).

Kebijakan ini didasarkan pada hasil safety assessment yang menunjukkan bahwa penggunaan area ROW untuk aktivitas olahraga maupun kegiatan publik memiliki tingkat risiko tinggi. Hal ini berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat serta mengganggu operasional perjalanan KA. Franoto menambahkan bahwa masih ada anggapan di masyarakat bahwa lahan di sisi jalur rel merupakan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas.

Harapan Warga untuk Pembersihan dan Perawatan Lahan

Karena kini sudah dilarang, Andika yang mewakili warga sekitar berharap KAI melakukan pembersihan dan perawatan lahan tidur tersebut. Kondisinya saat ini ditumbuhi rumput liar dan penuh dengan sampah. Warga merasa bahwa meskipun tidak dapat dimanfaatkan untuk bermain bola, setidaknya lahan tersebut dapat dijaga kebersihannya agar tidak semakin memprihatinkan.

“Di sebelahnya itu benar-benar kumuh yang rumput liarnya itu tinggi-tinggi banget gitu dan sudah hampir ke jalanan lah. Ya semoga juga KAI kalau memang tidak bisa dimanfaatkan oleh warga, ya dibersihkan lah,” tuturnya.

Warga Menteng juga berharap agar KAI dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kemungkinan pemanfaatan lahan tersebut untuk kegiatan lain yang tidak mengganggu keselamatan perjalanan kereta api. Selain itu, warga juga meminta agar ada komunikasi yang lebih intensif antara KAI dengan masyarakat sekitar mengenai kebijakan yang diambil.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Lahan Menteng

Apakah lahan di Menteng benar-benar milik KAI? Ya, lahan tersebut merupakan bagian dari ruang milik jalur kereta api (ROW) yang dikelola oleh PT KAI Daop 1 Jakarta.

Mengapa KAI menolak lahan untuk bermain bola? KAI menolak karena area ROW merupakan ruang milik jalur kereta api yang hanya diperuntukkan bagi kepentingan operasional perkeretaapian, termasuk pemeliharaan, inspeksi, dan pengembangan prasarana.

Apakah ada kemungkinan lahan tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan lain? Saat ini, KAI masih mengevaluasi kemungkinan pemanfaatan lahan untuk kegiatan lain yang tidak mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.

Kapan keputusan KAI diumumkan kepada warga? Keputusan KAI diumumkan pada Sabtu (1/8) melalui pernyataan resmi dari Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta.

Bagaimana kondisi lahan saat ini? Lahan tersebut kondisinya kumuh, ditumbuhi rumput liar yang tinggi, dan penuh dengan sampah. Kondisi ini juga menjadi tempat keluar-masuknya hewan kecil seperti ular.

Leave a Comment