Berita

Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia-Medan Baru Direkrut Sehari, Diupah Rp 700 Ribu

Polisi berhasil menangkap seorang Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia Medan baru yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara. R Muhammad Hadi, atau yang lebih

Desk Berita
Published Agustus 1, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com

Kurir Ekstasi Malaysia Medan Baru Direkrut, Dapat Rp 700 Ribu

Wahanaberita.com – Polisi berhasil menangkap seorang Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia Medan baru yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara. R Muhammad Hadi, atau yang lebih dikenal dengan nama Muham, ditangkap di Kota Medan setelah berhasil direkrut untuk mengantar barang haram dari jaringan internasional. Menariknya, Muham baru saja diterima bekerja sehari sebelum penangkapannya terjadi. Ia dijanjikan imbalan sebesar Rp 700 ribu untuk menyelesaikan tugas pengantaran tersebut.

Proses Rekrutmen yang Cepat

Menurut penjelasan Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Muham direkrut oleh seseorang bernama Yuki. Proses rekrutmen ini berlangsung pada hari Rabu, tanggal 29 Juli 2026. Muham saat itu sedang mengalami kesulitan ekonomi yang cukup serius, sehingga ia dengan cepat menerima tawaran pekerjaan tersebut. Tawaran yang diberikan cukup menarik bagi seseorang yang sedang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Muham dijanjikan upah oleh Yuki sebesar Rp 700.000 apabila berhasil melakukan pengambilan atau penjemputan barang tersebut. Dan Muham sudah dikasih upah sebesar Rp 300.000 melalui transfer e-wallet untuk akomodasi,” kata Brigjen Eko dalam keterangannya pada hari Jumat, 31 Juli 2026.

Hasil interogasi awal mengungkapkan bahwa Yuki merupakan kenalannya dari kampung halaman di Deli Serdang, Sumatera Utara. Keduanya sudah saling mengenal sekitar lima tahun lamanya dan sering berkomunikasi karena berasal dari satu daerah yang sama. Kedekatan ini menjadi salah satu faktor mengapa Muham percaya dengan tawaran pekerjaan dari Yuki.

Rincian Penangkapan dan Barang Bukti

Pada malam hari Rabu pukul 19.00 WIB, Yuki datang ke rumah Muham untuk menawarkan pekerjaan mengambil narkoba jenis ekstasi. Muham yang sedang membutuhkan uang dan sudah lama tidak bekerja pun menerima tawaran tersebut. Sebagai bagian dari proses kerja, Muham kemudian difasilitasi dengan sebuah ponsel sebagai alat komunikasi dengan jaringan pengirimnya. Ponsel ini akan digunakan untuk koordinasi selama proses pengantaran berlangsung.

Keesokan harinya, tepatnya pada Kamis tanggal 30 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, Yuki kembali ke rumah Muham untuk mengantarkan handphone tambahan. Handphone ini akan digunakan dalam proses pengambilan narkotika tersebut. Setelah menerima barang-barang yang diperlukan, Muham mengantarkannya ke rumah Yuki yang berlokasi di Desa Tungtungan, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menurut keterangan Yuki, narkoba ekstasi tersebut merupakan pesanan dari seorang individu bernama Luken. Muham kemudian ditangkap oleh tim gabungan Satgas NIC dan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Tim ini dipimpin oleh Kombes Kevin Leleury dan Kombes Handik Zusen. Penangkapan Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia Medan ini terjadi di pintu masuk kawasan mal di Medan, Sumatera Utara, pada hari Kamis tanggal 30 Juli 2026.

Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita satu buah tas gendong yang berisi dua bungkus besar ekstasi dengan total 9.162 butir. Selain itu, juga ditemukan serbuk ekstasi seberat 68 gram serta dua unit ponsel sebagai barang bukti tambahan. Jumlah ekstasi yang disita ini menunjukkan bahwa Muham memang bertugas untuk mengantar barang dalam jumlah besar sesuai dengan pesanan dari jaringan internasional.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana jaringan narkoba internasional terus berkembang dan memanfaatkan individu-individu lokal untuk mengantar barang haram. Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia Medan yang baru direkrut ini menjadi bukti bahwa upaya pemberantasan narkoba harus terus dilakukan secara intensif. Penangkapan Muham diharapkan dapat membantu melacak jaringan pengirim dan penerima narkoba di wilayah Sumatera Utara.

Leave a Comment