Internasional

Viral Warga Filipina Vs Terduga Pencopet Baku Hantam di Kereta Italia

Sebuah rekaman video yang menampilkan perkelahian fisik antara sekelompok pekerja asal Filipina dengan tersangka pencopet di dalam kereta metro Roma kini

Desk Internasional
Published Juli 26, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com

Insiden Baku Hantam di Kereta Metro Roma: Warga Filipina Berhadapan dengan Terduga Pencopet

Wahanaberita.com – Sebuah rekaman video yang menampilkan perkelahian fisik antara sekelompok pekerja asal Filipina dengan tersangka pencopet di dalam kereta metro Roma kini menjadi sorotan media sosial. Insiden ini terjadi pada 13 Juli 2026 lalu, namun baru saja viral setelah beberapa akun mengunggahnya. Peristiwa ini menarik perhatian karena melibatkan warga negara asing yang aktif memantau aktivitas pencopetan di ibukota Italia tersebut.

Mervin Dayagro, seorang warga Filipina berusia 45 tahun yang lebih dikenal dengan nama akun Mervin_d_hunter, bersama Jordan Tamayo (43 tahun) menjadi tokoh utama dalam video tersebut. Keduanya telah menetap di Roma selama hampir satu tahun dan aktif mendokumentasikan aktivitas para pencopet di berbagai lokasi di kota tersebut. Kehadiran mereka di media sosial telah membantu meningkatkan kesadaran publik tentang kejahatan jalanan di Roma.

Prolog Perkelahian di Stasiun Metro

Menurut keterangan Dayagro, konfrontasi bermula ketika mereka bertemu kembali dengan dua tersangka pencopet yang telah mereka pantau selama beberapa waktu. Kedua tersangka tersebut diperkirakan berusia antara 18 hingga 20 tahun. Pertemuan ini bukan pertama kalinya, mengingat kedua belah pihak sudah saling mengenal melalui aktivitas dokumentasi yang dilakukan.

“Mereka tahu siapa saya, jadi hari itu mereka juga ingin merekam kami,” kata Dayagro kepada GMA News.

Sebelum masuk ke dalam kereta, serangkaian provokasi terjadi di luar stasiun. Dayagro menjelaskan bahwa salah satu dari dua tersangka pencopet memperlihatkan alat kelaminnya di depan kelompok mereka. Ketegangan pun meningkat seiring kedua belah pihak saling memprovokasi. Situasi yang awalnya hanya berupa saling sapa berubah menjadi konfrontasi verbal yang cukup panas.

Perkelahian dan Pembelaan Diri

Akhirnya, situasi berubah menjadi perkelahian fisik di dalam kereta. Dayagro menegaskan bahwa tindakan mereka dilakukan untuk membela diri. Pada hari kejadian, kedua pekerja Filipina tersebut ditemani oleh beberapa vlogger asing yang juga dikenal karena meningkatkan kesadaran publik tentang pencopetan di Roma. Kehadiran mereka membantu merekam seluruh insiden dari berbagai sudut pandang.

Dayagro menceritakan bahwa ia mulai menjadi pemburu pencopet setelah menyaksikan dua orang lanjut usia dirampok sekitar delapan bulan sebelumnya. Pengalaman tersebut memotivasinya untuk mengambil tindakan lebih proaktif dalam menghadapi pelaku kejahatan jalanan.

“Saat itu, yang bisa saya lakukan hanyalah merasa kasihan kepada para korban,” katanya.

Konten yang diunggah oleh Dayagro dan Tamayo di media sosial kerap memperingatkan penumpang dan wisatawan tentang keberadaan terduga pelaku kejahatan berulang. Mereka juga mengungkap modus operandi pencopetan yang umum terjadi di stasiun metro Roma serta area wisata populer, sekaligus mendorong masyarakat untuk tetap waspada.

Dilansir oleh media lokal Filipina, Manila Bulletin dan GMA News Online (GMA Network), pada Minggu (26/7/2026), rekaman viral tersebut memicu kecaman dari netizen. Penghinaan verbal yang terjadi dianggap sebagai intimidasi dan perilaku rasis. Sejumlah pihak menyerukan perlindungan bagi warga Filipina di luar negeri dari diskriminasi.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang Filipina maupun Italia mengenai video viral tersebut. Namun, konten Dayagro dan Tamayo telah menarik ribuan pengikut online yang tertarik dengan aktivitas mereka di Roma. Kehadiran mereka di media sosial menjadi bukti bahwa masyarakat internasional semakin peduli dengan isu keamanan di destinasi wisata populer.

Leave a Comment