Berita

Prabowo Bilang PDIP Sehati dengan Pemerintah, Ini Kata Politikus Gerindra

Menanggapi ungkapan Presiden Prabowo Subianto bahwa PDI Perjuangan memiliki hati yang sama dengan pemerintah, politikus Gerindra Sugiat Santoso memberikan

Desk Berita
Published Juli 26, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com

Sugiat Santoso: Prabowo Benar, PDIP dan Pemerintah Satu Hati

Wahanaberita.com – Menanggapi ungkapan Presiden Prabowo Subianto bahwa PDI Perjuangan memiliki hati yang sama dengan pemerintah, politikus Gerindra Sugiat Santoso memberikan respons positif. Ia menegaskan bahwa dinamika persaingan politik seharusnya tidak mengurangi rasa kekeluargaan antar elemen bangsa.

Refleksi Jujur atas Fondasi Kebangsaan

Sugiat menjelaskan bahwa pernyataan Presiden merupakan cerminan keikhlasan terhadap dasar-dasar kebangsaan Indonesia. Menurutnya, meskipun partai-partai berada di wadah berbeda atau posisi politik yang tidak sama, komitmen mendasar mereka tetaplah serupa.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo adalah refleksi jujur atas fondasi kebangsaan kita. Meskipun berbeda wadah politik atau berada di posisi yang berbeda saat ini, pada hakikatnya komitmen dasar Gerindra, PDIP, dan seluruh elemen bangsa adalah sama, yaitu menjaga UUD 1945, Pancasila, serta keutuhan NKRI demi kesejahteraan rakyat,” kata Sugiat kepada wartawan, Minggu (26/7/2026).

Politik Bukan Permusuhan, Melainkan Dialog

Menurut Sugiat, Presiden Prabowo menekankan bahwa arus politik Indonesia tidak seharusnya dipandang sebagai permusuhan. Sebaliknya, terdapat ruang yang cukup luas untuk dialog guna mencapai persatuan nasional.

Juru Bicara Partai Gerindra ini menambahkan bahwa pernyataan Presiden mencerminkan pandangan bahwa politik Indonesia memiliki soliditas kuat dalam mendukung program-program strategis pemerintahan ke depannya.

“Bagi dunia usaha dan masyarakat luas, sinyal kesamaan ‘hati’ dan arah antara pemerintah dengan partai sebesar PDIP memberikan jaminan stabilitas. Ini membuktikan bahwa fondasi politik Indonesia sangat solid untuk mendukung program-program strategis ke depan,” ujar Sugiat.

Kontribusi Bangsa Tanpa Batas Struktur

Sugiat menyoroti bahwa Presiden menyadari bahwa kontribusi terhadap kemajuan bangsa tidak selalu harus dilakukan melalui struktur organisasi yang sama. Baik melalui keanggotaan dalam koalisi pemerintahan maupun memberikan masukan dari luar, tujuan akhirnya tetaplah sama.

“Pak Prabowo menyadari bahwa kontribusi untuk bangsa tidak selalu harus berseragam dalam struktur yang sama. Baik berada di dalam koalisi pemerintahan ataupun memberikan masukan dari luar, tujuannya tetap satu: membela negara dan rakyat Indonesia,” tambahnya.

Angin Sejuk bagi Perpolitikan Tanah Air

Sebagai Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat menyatakan bahwa narasi yang disampaikan oleh Ketum Gerindra membawa kesejukan bagi kondisi perpolitikan Indonesia. Ia menyebut bahwa kerukunan merupakan DNA politik bangsa ini.

“Ada titik temu kuat dalam hal keberpihakan pada rakyat kecil (wong cilik) dan kemandirian ekonomi. Apa pun garis politiknya, cita-cita menghapuskan kemiskinan dan memperkuat kedaulatan ekonomi adalah agenda bersama yang tidak terpisahkan,” kata dia.

Persaudaraan Lebih Abadi dari Kontestasi

Sugiat menambahkan bahwa meskipun kontestasi politik memiliki batas waktu tertentu, persaudaraan antar bangsa akan terus berlangsung selamanya. Ia berpesan agar persaingan politik tidak mengikis rasa kekeluargaan.

“Kontestasi politik itu ada batas waktunya, tetapi persaudaraan sebagai satu bangsa berlaku seumur hidup. Pesan Pak Prabowo sangat jernih: persaingan politik tidak boleh menggerus rasa kekeluargaan. Pada akhirnya, kita semua adalah ‘satu hati’ untuk Indonesia,” kata Sugiat.

Warisan Pendiri Bangsa sebagai Penyatu

Menurut Sugiat, Presiden percaya bahwa energi bangsa terlalu berharga jika terbuang percuma untuk perselisihan. Dengan mengingatkan warisan UUD 1945 dari para pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta, Prabowo ingin menunjukkan bahwa semua pihak memiliki DNA perjuangan yang sama.

“Pak Prabowo percaya bahwa energi bangsa ini terlalu berharga jika dihabiskan untuk perselisihan, padahal kita bisa melangkah bersama untuk kejayaan Indonesia. Dengan menyinggung warisan UUD 1945 dari para pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta, Pak Prabowo hendak mengingatkan bahwa kita semua memiliki ‘DNA’ perjuangan yang sama. Perbedaan pilihan taktis tidak pernah menghapus titik temu nilai-nilai sejarah tersebut,” sambungnya.

Pesan Kesejukan untuk Pembangunan Indonesia

Sugiat menekankan bahwa pernyataan Presiden justru dimaknai sebagai kesejukan. Ia menyebut bahwa dibutuhkan kerja sama melibatkan semua pihak untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

“Poin utamanya adalah pesan kesejukan. Pemerintah menyadari bahwa membangun Indonesia yang begitu besar butuh kerja sama dan gotong royong seluruh elemen bangsa, termasuk PDIP, baik di dalam maupun di luar pemerintahan,” imbuhnya.

Ungkapan Asli Prabowo

Sebelumnya, Prabowo Subianto berbicara mengenai kondisi koalisi politik di era pemerintahannya, termasuk sikap PDI Perjuangan. Ia mengatakan bahwa PDIP sebenarnya memiliki hati yang sama dengannya.

“Jadi Saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, nggak masalah. Nanti juga bergabung lagi,” kata Prabowo saat pidato acara Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam.

“PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita, benar, coba cek, digali hatinya. Sebetulnya sama,” katanya.

Leave a Comment