Berita

Eks Dirut Korupsi Uang Pakan Rp 10,2 Miliar, Bagaimana Nasib Satwa KBS?

Kasus korupsi yang melibatkan Eks Dirut Korupsi Uang Pakan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) telah menarik perhatian publik. Lintang Ratri Sunarwidhi, yang

Desk Berita
Published Juli 23, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Nasib Satwa KBS Pasca Kasus Eks Dirut Korupsi Uang Pakan
  2. Detail Kasus dan Perbaikan Sistem

Nasib Satwa KBS Pasca Kasus Eks Dirut Korupsi Uang Pakan

Wahanaberita.com – Kasus korupsi yang melibatkan Eks Dirut Korupsi Uang Pakan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) telah menarik perhatian publik. Lintang Ratri Sunarwidhi, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Humas KBS, memberikan klarifikasi resmi mengenai kondisi terkini fasilitas tersebut. Ia menegaskan bahwa ketersediaan pakan untuk seluruh satwa tidak mengalami gangguan signifikan. Sistem pemberian nutrisi tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia hewan, berat badan, serta kebutuhan gizi spesifik setiap spesies.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJatim pada Rabu (22/7/2026), Lintang menyatakan bahwa KBS saat ini berada dalam keadaan stabil secara operasional. Kondisi ini tidak terpengaruh oleh pemberitaan yang muncul dari pihak kejaksaan terkait dugaan penyalahgunaan dana. Eks Dirut Korupsi Uang Pakan yang menjadi pusat perhatian publik kini telah digantikan oleh sistem pengelolaan baru yang lebih transparan dan akuntabel.

“Dan sampai saat ini alhamdulillah Kebun Binatang Surabaya dalam kondisi baik-baik saja dan tidak terpengaruh dengan berita-berita yang tadi malam yang telah dirilis oleh kejaksaan,” ujar Lintang.

Proses Pemberian Pakan yang Terstruktur

Proses pemberian makanan di KBS dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Tim KBS juga melakukan pengawasan berkala untuk memastikan kecocokan antara jenis pakan dengan setiap hewan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap satwa mendapatkan nutrisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan biologisnya.

Lintang menambahkan bahwa sisa makanan dari sesi pagi dapat menjadi indikator penting bagi tim perawatan. Jika ada sisa, hal tersebut bisa menandakan bahwa hewan mungkin bosan dengan menu, tidak menyukai pakan tertentu, atau sedang dalam kondisi kurang sehat. Monitoring rutin ini membantu tim KBS untuk menyesuaikan menu pakan secara berkala.

Selain itu, Eks Dirut Korupsi Uang Pakan yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini telah meninggalkan dampak terhadap sistem pengelolaan. Namun, perubahan yang dilakukan oleh Perumda KBS telah memastikan bahwa kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.

Detail Kasus dan Perbaikan Sistem

Mantan Direktur Utama KBS, Choirul Anwar, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang melibatkan uang pakan hewan. Jumlah yang diklaim hilang mencapai Rp 10,2 miliar selama periode 2016 hingga 2024. Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kesejahteraan ratusan satwa yang hidup di KBS.

Perawatan satwa saat ini telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Terdapat perbedaan signifikan dalam sistem pengelolaan antara masa kepemimpinan Choirul Anwar dengan Perumda KBS yang saat ini menjalankan operasional. Perubahan ini mencakup prosedur pengadaan pakan, monitoring distribusi, dan akuntabilitas keuangan.

Lintang menegaskan bahwa mekanisme perawatan satwa kini berbeda dibandingkan dengan era ketika KBS masih berstatus Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) atau saat CA masih menjabat sebagai direktur utama. Eks Dirut Korupsi Uang Pakan telah meninggalkan warisan sistem yang kini terus diperbaiki oleh tim baru.

“Jadi, kalau sekarang itu kami harus menyesuaikan dengan kebutuhan satwa,” tuturnya.

Saat ini, semua proses perawatan dan pemberian pakan berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan. Tim KBS terus memantau kondisi setiap hewan untuk memastikan kesejahteraan mereka tetap terjaga. Kasus korupsi ini justru menjadi momentum bagi KBS untuk memperkuat sistem pengelolaan dan meningkatkan transparansi dalam setiap aspek operasionalnya.

Leave a Comment