Berita

Latest Program: SPPG Polres Buleleng Diresmikan, Target Penerima Manfaat 2.985 Orang

a Manfaat Latest Program - Program pemberdayaan terbaru dari Polres Buleleng, yaitu SPPG (Sistem Penyediaan Pangan dan Gizi), telah diresmikan dalam upaya

Desk Berita
Published Mei 16, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

SPPG Polres Buleleng Diresmikan, Target 2.985 Penerima Manfaat

Latest Program – Program pemberdayaan terbaru dari Polres Buleleng, yaitu SPPG (Sistem Penyediaan Pangan dan Gizi), telah diresmikan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman menjelaskan bahwa SPPG ini menargetkan penerima manfaat sebanyak 2.985 orang, dengan fokus pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang membutuhkan bantuan gizi. Meski masih dalam tahap uji coba, program ini telah memberikan akses ke makanan bergizi kepada sekitar 1.300 kelompok yang terdaftar, menunjukkan progres yang signifikan.

Pengenalan SPPG dan Tujuan Utama

SPPG, atau Sistem Penyediaan Pangan dan Gizi, adalah inisiatif terbaru yang dirancang untuk menjamin ketersediaan makanan sehat bagi masyarakat yang kurang mampu. Program ini diresmikan sebagai bagian dari upaya Polres Buleleng untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat. Tujuan utama dari SPPG adalah memberikan layanan pangan bergizi secara terjadwal dan terukur, sekaligus memberdayakan pelaku usaha kecil menengah (UMKM) di sekitar wilayah Kubutambahan. Dengan dana yang dialokasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG diharapkan bisa beroperasi penuh dalam waktu dekat.

Proses Pemberian Manfaat dan Target Penerima

Proses pemberian manfaat SPPG dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pengujian program pada sejumlah kelompok yang ditentukan. Kapolres Ruzi Gusman menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi untuk menjangkau 2.985 orang yang menjadi target utama. “Program ini tidak hanya tentang kesehatan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar,” tutur Ruzi, yang menjelaskan bahwa SPPG menggabungkan distribusi makanan bergizi dengan penggunaan bahan baku dari pasar tradisional, BUMDes, dan UMKM lokal.

“Data penerima manfaat mencapai 2.985 orang atau hampir 3.000. Tahap awal kami lakukan uji coba untuk sekitar 1.300 penerima, karena SPPG belum berjalan penuh,” ujar Ruzi usai acara peresmian, dikutip detikBali pada hari Sabtu (16/5/2026).

Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelolaan keuangan, dan masyarakat. SPPG diharapkan bisa menjadi jembatan antara kebutuhan gizi masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi melalui pelibatan para pelaku usaha lokal. Dengan adanya program ini, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan makanan, tetapi juga diberikan pelatihan dan pengetahuan tentang pengelolaan nutrisi secara mandiri.

“Penerima manfaat tidak hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, lansia, dan warga yang memerlukan layanan gizi tambahan. Di Kubutambahan, program ini sudah mencakup semua lapisan,” tambahnya.

SPPG dirancang sebagai solusi komprehensif yang menyeimbangkan antara kesehatan dan perekonomian. Selain memberikan makanan bergizi, program ini juga mendorong penggunaan bahan baku lokal, sehingga meningkatkan ketergantungan pada pasar tradisional dan mengurangi biaya transportasi. Dengan menargetkan 2.985 orang, SPPG menjadi salah satu program terbaru yang diharapkan bisa memberikan dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang kurang terjangkau oleh layanan gizi sebelumnya.

Kehadiran SPPG juga memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar yang ditempatkan di dapur program. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, seperti tenaga koki, peternak, dan pedagang, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Ruzi menambahkan bahwa SPPG diharapkan bisa menjadi contoh keberhasilan dalam mengintegrasikan layanan sosial dengan pemberdayaan ekonomi di tingkat desa.

Leave a Comment