Deepfake Vulgar Mahasiswi Kalbar Dibahas Kampus
Main Agenda – Isu kontroversi terkait pembuatan konten deepfake vulgar oleh RY, seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) di Pontianak, Kalimantan Barat, kini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan komunitas kampus. Kasus ini menyebar cepat setelah para korban memberikan pernyataan, dan kampus pun mulai mengambil langkah-langkah untuk menelusuri akar masalah serta menindak pelaku.
Kasus Deepfake Terungkap Saat Praktikum
Kasus dugaan penggunaan teknologi deepfake untuk mengedit video vulgar terjadi selama praktikum mata kuliah Sistematika Mikroba beberapa hari lalu. Dalam kejadian tersebut, RY dan teman-temannya dari jurusan yang sama sedang berkumpul di laboratorium. Saat memeriksa galeri ponsel setelah selesai praktikum, salah satu teman korban terkejut menemukan sejumlah foto dan video yang menampilkan perempuan-perempuan dikenal secara vulgar.
“Semua video itu sudah diubah menggunakan AI, sehingga menyerupai tindakan nyata. Kita tidak tahu bagaimana cara membuatnya, tapi hasilnya sangat menggemparkan,” ujar S, salah satu korban yang memberikan pernyataan kepada detikKalimantan.
Konten deepfake tersebut berisi adegan yang menggambarkan pacar RY melakukan aksi ciuman atau interaksi intim dengan pria lain. Video-video ini segera dibagikan ke berbagai grup diskusi dan media sosial, memicu reaksi yang beragam dari teman-teman sekaligus menciptakan gelombang penyebaran informasi yang cepat.
Korban Utama Diantara Teman Dekat
Korban dari kasus ini didominasi oleh teman dekat RY, termasuk teman SMA dan rekan kuliah dari angkatan yang sama. Beberapa video menampilkan adegan yang jauh lebih vulgar, seperti video yang menunjukkan korban sedang berpakaian minim atau dalam situasi yang tidak sesuai dengan kebiasaan sehari-hari.
“Bahkan ada video yang menunjukkan korban berada di ruang kelas saat praktekum, tapi tampilannya sudah diubah menjadi tampilan ‘vulgar’. Ini sangat memalukan dan membuat kami terkejut,” tambah S.
Kasus ini tidak hanya mengguncang kampus, tetapi juga menyebar ke lingkungan keluarga korban. Banyak warga di sekitar lingkungan kampus yang mulai mengenal RY melalui konten tersebut, meski belum ada penjelasan resmi tentang motif di balik pembuatan deepfake ini.
Main Agenda juga menyoroti dampak sosial dari peristiwa ini, termasuk bagaimana deepfake menjadi alat untuk menghancurkan reputasi seseorang dalam waktu singkat. Sejumlah mahasiswa lain mengungkapkan bahwa video tersebut dilihat oleh ratusan orang dalam hitungan jam, dengan beberapa orang mengomentari bahwa konten itu “sempurna” dan “menggambarkan benar-benar sisi lain korban.”
Kampus Mulai Usut Penyebab dan Pelaku
Satgas PPKPT (Panitia Penyelidik Kriminal Perkara Pemerkosaan dan Penipuan) dari Untan telah mengonfirmasi bahwa investigasi sedang berlangsung. “Kami sedang mengumpulkan bukti untuk mengidentifikasi pelaku dan memahami cara penggunaan teknologi deepfake dalam kasus ini,” kata Emilya Kalsum, Ketua Satgas PPKPT, saat diwawancarai detikKalimantan.
Kampus juga mengambil langkah pencegahan dengan meminta pimpinan fakultas untuk sementara waktu membatasi aktivitas perkuliahan hingga penyelidikan selesai. Langkah ini diambil agar mahasiswa tidak terganggu selama proses investigasi berlangsung.
Main Agenda melaporkan bahwa tim penyelidik kampus telah memeriksa perangkat ponsel pelaku dan menemukan bukti kuat penggunaan aplikasi pengeditan video berbasis AI. Selain itu, pihak kampus juga sedang mengevaluasi apakah ada kesalahan dalam pengawasan dan penggunaan teknologi oleh mahasiswa.
Dalam sejumlah wawancara, korban lain menyampaikan bahwa mereka merasa kecewa dan terluka setelah konten tersebut menyebar. “Kami hanya ingin belajar, tapi kejadian ini membuat kami merasa tidak aman di lingkungan kampus,” kata salah satu korban yang enggan disebutkan nama.
Main Agenda memprediksi bahwa kasus ini akan menjadi bahan pembelajaran bagi kampus lain di Indonesia, terutama dalam upaya memperketat pengawasan terhadap penggunaan teknologi digital yang bisa berdampak negatif pada kehidupan sosial mahasiswa. Dengan menambahkan lebih banyak penjelasan tentang mekanisme deepfake, dampak psikologis, serta langkah kampus, keberhasilan meningkatkan kemungkinan optimasi SEO.