Berita

Latest Program: Mendagri Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa: Kalau Salah, Ada Pidana

Latest Program: Mendagri Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa Latest Program - Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dana desa, Mendagri Tito

Desk Berita
Published Juli 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Latest Program: Mendagri Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa
  2. Langkah Penguatan Kapasitas Kades
  3. Peran Dana Desa dalam Pemulihan Ekonomi Desa

Latest Program: Mendagri Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa

Latest Program – Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dana desa, Mendagri Tito Karnavian mengingatkan para kepala desa (kades) agar lebih waspada dalam mengelola dana desa secara transparan. “Latest Program ini merupakan langkah penting untuk memastikan dana desa tidak disalahgunakan, karena jika ada kecurangan, kades bisa terkena tuntutan pidana,” jelas Tito dalam acara pembukaan program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Balai Purnomo Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).

Langkah Penguatan Kapasitas Kades

Program Kades Masuk Kampus, yang merupakan bagian dari Latest Program nasional, dirancang untuk memperkuat kompetensi kepala desa dalam mengelola anggaran dan tata kelola pemerintahan desa. Tujuan utama dari program ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran kades, khususnya dalam pemanfaatan dana desa sebagai sarana pengembangan ekonomi desa.

Proses Pelatihan yang Terstruktur

Dalam acara pembukaan, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, menjelaskan bahwa program ini melibatkan pelatihan intensif selama beberapa minggu, dengan materi yang mencakup perencanaan anggaran, monitoring, dan evaluasi keuangan. “Latest Program ini bertujuan untuk memperbaiki manajemen dan tata kelola pemerintahan desa, serta meningkatkan kapasitas kades dalam kepemimpinan dan administrasi,” tambah La Ode.

Peran Akademisi dalam Penguatan Kapasitas

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor UI Hamdi Muluk, sivitas akademika, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA, serta pejabat terkait lainnya. Para peserta program diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan ahli dan praktisi di bidang pemerintahan desa. Tito juga menekankan bahwa pelatihan ini penting untuk mengurangi risiko korupsi dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana desa.

Mendagri menyoroti bahwa dana desa saat ini mencapai sekitar Rp 60 hingga Rp 70 triliun per tahun, sehingga tuntutan hukum terhadap kades semakin tinggi. “Setiap minggu, saya terima surat permintaan dari lembaga hukum untuk menjadi saksi ahli karena ada kades yang sedang diproses secara hukum, baik oleh polisi maupun jaksa,” ujar Tito. Ia mengingatkan bahwa dana desa tidak hanya menjadi alat pembangunan, tetapi juga menjadi sarana pengujian integritas para kades.

Menurut Tito, kecurangan dalam pengelolaan dana desa bisa berdampak signifikan pada kualitas pemerintahan desa. “Kemenangan dalam pemilihan tidak selalu menjamin integritas atau kemampuan seseorang,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa Latest Program tidak hanya fokus pada pelatihan, tetapi juga pada penguatan pengawasan dan sistem pemerintahan desa yang lebih terbuka.

Peran Dana Desa dalam Pemulihan Ekonomi Desa

Dana desa dianggap sebagai salah satu alat strategis untuk memperkuat pembangunan desa dan mengurangi dampak urbanisasi. Melalui Latest Program, pemerintah berupaya memastikan bahwa dana desa tidak hanya dialokasikan secara optimal, tetapi juga dikelola dengan baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Kades yang mampu mengelola dana secara profesional akan menjadi motor penggerak pembangunan desa yang berkelanjutan,” kata Tito.

Program ini juga melibatkan pelibatan masyarakat desa sebagai mitra pengawasan. Dengan keterlibatan aktif warga desa, diharapkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana desa akan meningkat. Tito menambahkan bahwa pendidikan dan pelatihan yang diberikan dalam Latest Program akan membantu kades memahami batasan tugasnya, termasuk konsekuensi jika melanggar aturan.

Pemerintah pusat telah melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan pengelolaan dana desa, seperti perbaikan Undang-Undang Desa, pembentukan Kementerian Desa, serta peningkatan alokasi dana. Dengan adanya Latest Program, diharapkan muncul generasi kades yang lebih berkompeten dan mampu menghadapi tantangan pengelolaan dana desa di era modern.

Leave a Comment