Berita

Facing Challenges: Polisi Pastikan Anak Tersangka Teror Bom SDN di Jaksel Tak Kena Bullying

Pelaku Bom di SDN Jagakarsa Diamankan, Anaknya Tidak Terkena Bullying Facing Challenges: Polisi Pastikan Anak Tersangka Teror Bom Tidak Mengalami Perundungan

Desk Berita
Published Juli 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pelaku Bom di SDN Jagakarsa Diamankan, Anaknya Tidak Terkena Bullying

Facing Challenges: Polisi Pastikan Anak Tersangka Teror Bom Tidak Mengalami Perundungan

Facing Challenges: Polisi menegaskan bahwa anak pelaku bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, tidak mengalami perundungan sebelumnya. Meski ayahnya terlibat dalam aksi teror, pihak kepolisian mengklaim bahwa anak itu tidak memiliki riwayat konflik atau tekanan di lingkungan sekolah.

“Kita akan jaga bersama-sama dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan unit khusus perlindungan perempuan serta anak,” ujar Direktur PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo setelah memberikan trauma healing kepada para siswa, Selasa (14/7/2026).

Pelaku teror bom, inisial MY (34), telah diamankan kurang dari 24 jam setelah mengirimkan ancaman ke SDN tersebut. Penangkapan dilakukan di rumahnya yang berada di Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jaksel, pada pukul 12.20 WIB.

“Untuk pelaku satu orang inisial MY yang beralamat di sekitar lokasi kejadian sudah diamankan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Facing Challenges dalam penyelidikan ini juga mencakup upaya untuk memastikan bahwa siswa tidak mengalami trauma berlebihan. Polisi memberikan edukasi kepada orang tua murid dan guru tentang cara mengelola informasi teror.

“Alhamdulillah respons para orang tua sangat baik, mereka tidak lagi menyebarkan atau mendistribusikan konten terkait kejadian di sekolah ini,” tuturnya.

Proses Pemulihan dan Kolaborasi Pihak Terkait

Pemulihan lingkungan belajar dilakukan secara intensif oleh polisi. Trauma healing diberikan kepada anak-anak agar mereka kembali merasa nyaman dan aman di sekolah.

“Setelah ini kita akan mengedukasi para bapak-ibu guru agar semua pihak bersatu menjadikan sekolah lebih aman dan ramah anak,” jelas Rita.

Pelaku teror bom, MY, yang merupakan orang tua salah satu siswa di SDN tersebut, ditangkap di lokasi kejadian. Kepolisian menyebutkan bahwa pelaku tidak memiliki riwayat perundungan terhadap anaknya. Dengan demikian, Faced Challenges dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lingkungan sekolah tetap terjaga.

Respon Siswa dan Masyarakat Setelah Insiden Teror

Siswa SDN Srengseng Sawah 15 diminta pulang setelah ancaman bom diberitahukan. Polisi bekerja sama dengan guru untuk memastikan situasi tetap stabil dan mengurangi kepanikan.

“Tadi pagi yang bersangkutan juga menjemput anaknya dari sekolah setelah diberitahukan ada ancaman bom,” imbuh Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin.

Facing Challenges ini juga mencerminkan keberhasilan komunikasi antara polisi dan masyarakat. Kepolisian aktif memantau reaksi anak-anak dan memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan psikologis. Masyarakat sekitar, termasuk orang tua siswa, menunjukkan respons positif dengan tidak menyebarkan berita teror secara berlebihan.

Analisis Pemicu Teror dan Dukungan Keluarga

Pelaku bom, MY, yang dikenal sebagai orang tua siswa, berupaya memastikan keamanan anaknya. Namun, Faced Challenges dalam menghadapi situasi ini terjadi karena faktor psikologis dan emosional. Polisi menyebutkan bahwa pelaku tidak memiliki riwayat perundungan terhadap anaknya, namun kemungkinan tekanan eksternal memicu aksi teror.

Penyelidikan terus berlanjut untuk memastikan tidak ada indikasi kebencian terhadap anak-anak di sekolah. Dengan adanya Faced Challenges ini, pihak kepolisian berharap dapat memperkuat mekanisme pencegahan kekerasan dan penyebaran informasi teroris di lingkungan pendidikan.

Langkah Pemulihan Jangka Panjang untuk Sekolah

Kepolisian berkomitmen untuk menjadikan SDN Srengseng Sawah 15 sebagai contoh sekolah yang aman dan tangguh. Faced Challenges dalam penyelidikan dan pemulihan ini diharapkan dapat memberikan pelajaran bagi masyarakat.

“Kita juga akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan tidak terjadi kembali insiden serupa,” tambah Rita.

Dalam upaya memperkuat keamanan, polisi menyarankan sekolah meningkatkan pengawasan dan penyuluhan tentang bahaya terorisme. Faced Challenges ini juga mencakup kolaborasi dengan komunitas lokal untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis dan saling mendukung.

Leave a Comment