Berita

Key Strategy: Pramono Sebut Keluarga Mampu Tak Jadi Prioritas Penerima Kartu Lansia

ta Key Strategy - Dalam pernyataannya pada acara peringatan Hari Lansia Nasional ke-30, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan Key Strategy baru

Desk Berita
Published Juli 14, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Pramono Umumkan Key Strategy untuk Kartu Lansia Jakarta

Key Strategy – Dalam pernyataannya pada acara peringatan Hari Lansia Nasional ke-30, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan Key Strategy baru terkait distribusi Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Ia menyatakan bahwa program pemberian KLJ tetap terbuka bagi seluruh warga lanjut usia yang memenuhi kriteria, tetapi keluarga mampu tidak lagi menjadi prioritas utama dalam penerimaan bantuan tersebut.

Penyesuaian Kebijakan KLJ untuk Meningkatkan Akses yang Adil

Pramono menegaskan bahwa Key Strategy ini bertujuan mengoptimalkan pemberdayaan lansia yang kurang mampu. Dalam acara di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026), ia menjelaskan bahwa meskipun keluarga berpenghasilan tinggi masih bisa mengajukan KLJ, pemerintah akan lebih menekankan kebutuhan sosial warga lanjut usia.

“KLJ tetap tersedia bagi siapa pun, tetapi prioritas utama diberikan kepada lansia yang benar-benar membutuhkan, bukan hanya karena status keluarga mampu,” jelas Pramono.

Dalam konteks ini, Pramono menyebut bahwa ada sejumlah lansia yang mungkin tidak terlayani meski keluarganya memiliki penghasilan tinggi. Hal ini terjadi karena biaya hidup keluarga diakui oleh anggota keluarga, sehingga lansia tersebut dianggap tidak membutuhkan bantuan ekstra. Namun, pihaknya tetap memastikan KLJ bisa diterima oleh siapa pun yang layak, baik dari keluarga mampu maupun tidak mampu.

Pelaksanaan Key Strategy dan Dukungan untuk Penerima KLJ

Program KLJ telah disalurkan kepada lebih dari 168 ribu warga lanjut usia sejak diluncurkan. Jumlah penerima mencapai 168.497 orang pada laporan terbaru, menunjukkan bahwa kebijakan ini telah berjalan cukup luas. Pramono menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperluas akses dan memberikan dukungan agar lansia dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan.

Key Strategy ini juga mencakup pengaturan ulang kriteria penerimaan KLJ. Dengan mengurangi pengaruh status ekonomi keluarga, pemerintah DKI berupaya memastikan bahwa lansia yang kurang mampu secara ekonomi tetap mendapatkan manfaat. Pramono menyatakan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari upaya menyelaraskan bantuan sosial dengan kebutuhan sebenarnya dari lansia.

Manfaat dan Layanan Tambahan untuk Lansia

Selain KLJ, Pemprov DKI Jakarta menyediakan berbagai layanan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Misalnya, lansia yang memenuhi syarat bisa mendapatkan tiket transportasi umum gratis, akses layanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, serta program Sekolah Lansia yang saat ini memiliki 78 pusat pembelajaran dengan sekitar 2.278 peserta.

Pramono menambahkan bahwa Key Strategy ini tidak hanya fokus pada distribusi kartu, tetapi juga pada penguatan sistem layanan sosial terpadu untuk lansia. Hal ini mencakup pelayanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas umum yang lebih ramah bagi usia lanjut, guna memastikan mereka tetap aktif dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Pramono, Key Strategy ini adalah langkah strategis untuk menekan kesenjangan akses bantuan sosial antara lansia miskin dan lansia dari keluarga berpenghasilan tinggi. Ia menilai, dengan memperluas kriteria, lebih banyak lansia akan terbantu, terutama mereka yang terlantar atau tidak memiliki dana untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam kesimpulannya, Pramono mengimbau lansia, baik dari keluarga mampu maupun tidak mampu, untuk segera mendaftar dan memanfaatkan KLJ. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mengawasi kebijakan ini guna memastikan keadilan dan efektivitas dalam pemberian bantuan sosial.

Leave a Comment