Berita

Key Strategy: Pemprov Banten Siapkan Pompa Air Antisipasi Sawah Kekeringan Saat El Nino

Pemprov Banten Siapkan Pompa Air sebagai Key Strategy Antisipasi Kekeringan El Nino Key Strategy - Dalam upaya meminimalkan dampak kemarau yang diprediksi

Desk Berita
Published Juli 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pemprov Banten Siapkan Pompa Air sebagai Key Strategy Antisipasi Kekeringan El Nino

Key Strategy – Dalam upaya meminimalkan dampak kemarau yang diprediksi terjadi akibat fenomena El Nino, Pemerintah Provinsi Banten telah mengumumkan Key Strategy berupa pemasangan pompa air di sejumlah area persawahan. Strategi ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air irigasi secara konsisten, terutama di wilayah yang rentan mengalami kekeringan seperti Wanasalam dan Malingping di Kabupaten Lebak. Dengan adanya pompa air, pihak pemerintah berharap petani tetap bisa menjaga produktivitas pertanian sepanjang musim kemarau.

Upaya Mitigasi di Bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Arlan Marzan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, menjelaskan bahwa Key Strategy ini adalah bagian dari rencana mitigasi jangka panjang untuk menghadapi kekeringan yang mungkin terjadi. “Kita telah merencanakan strategi, termasuk penambahan pompa air, agar air tetap sampai ke persawahan bahkan saat air sungai mengalami krisis,” katanya dalam wawancara dengan media. Arlan menekankan bahwa persiapan ini dilakukan secara dini untuk menghindari risiko gagal panen yang berpotensi merugikan ekonomi petani.

Dinas Pekerjaan Umam juga berencana mengoptimalkan sistem pengelolaan air dengan memperluas jaringan saluran irigasi. Selain pompa, langkah seperti pembangunan embung dan pengaturan aliran air dari sumber terdekat akan menjadi bagian dari Key Strategy. “Kita ingin menjadikan Key Strategy ini sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan pertanian di Banten,” tambahnya.

Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna Siapkan Tambahan Pompa

Dalam keterangan terpisah, Kuncoro, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan lima unit pompa air untuk musim kemarau. Ia berharap bisa menambah dua pompa lagi guna mempercepat distribusi air ke persawahan. “Kita sedang menyiapkan pompa apung, sehingga saat air sungai menurun, pompa bisa menjadi solusi alternatif,” jelas Kuncoro.

Menurut Kuncoro, kekeringan adalah tantangan yang selalu menghiasi setiap musim kemarau. “Biasanya, wilayah Malingping mulai kering setelah lima bulan kemarau, dan Key Strategy ini akan menjadi penangkal utama,” katanya. Penambahan pompa apung diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada sumber air sungai yang sering mengalami fluktuasi.

Fenomena El Nino dan Tantangan Pada Pertanian Banten

El Nino, fenomena iklim global yang memicu suhu laut di Pasifik Selatan meningkat, sering kali berdampak signifikan pada pola hujan di Indonesia. Di Banten, wilayah seperti Lebak dan Pandeglang terkena pengaruh El Nino yang membuat curah hujan menurun hingga 40% dibandingkan rata-rata tahunan. Dengan Key Strategy yang telah dipersiapkan, pemerintah berharap bisa mengantisipasi kekeringan secara proaktif.

Kuncoro menegaskan bahwa Key Strategy ini tidak hanya fokus pada teknologi pompa, tetapi juga mencakup kerja sama dengan masyarakat setempat. “Petani juga diberi pelatihan cara menggunakan pompa secara efisien, sehingga keberlanjutan air irigasi bisa terjaga,” tuturnya. Hal ini menunjukkan bahwa Key Strategy Banten mencakup elemen teknis dan sosial untuk mencapai tujuan yang lebih luas.

Strategi Pemprov Banten: Mitigasi Dini dan Kesiapan Sumber Daya

Sebagai bagian dari Key Strategy, Pemprov Banten juga melakukan evaluasi terhadap ketersediaan sumber daya air. Dinas Pekerjaan Umum bersama tim teknis akan memantau ketersediaan air dari beberapa sumber, termasuk sungai, danau, serta air tanah. “Kami sudah memetakan daerah yang rawan kekeringan dan menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti pompa, untuk mengatasi kondisi tersebut,” papar Arlan.

Program ini juga melibatkan penggunaan teknologi digital untuk memantau ketersediaan air secara real-time. Dengan alat pengukur kelembapan dan aplikasi monitoring, Key Strategy Banten dirancang agar bisa menyesuaikan kebutuhan irigasi petani secara dinamis. “Selain pompa, teknologi ini menjadi salah satu tools penting dalam Key Strategy untuk memastikan keberlanjutan pertanian,” jelas Arlan.

“Insyaallah, kita akan lakukan segala cara agar petani tetap mendapatkan pasokan air,” tambah Kuncoro. Ia menegaskan bahwa Key Strategy ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah ketidakpastian iklim. Dengan adanya pompa air, pertanian Banten diperkirakan bisa mengurangi kerugian hingga 30% saat musim kemarau berkepanjangan.

Leave a Comment