PAM Jaya Layangkan Surat Peringatan ke Mitra Buntut Pekerja Tewas di Jaktim
PAM Jaya Layangkan Surat Peringatan ke Mitra – Perusahaan penyedia layanan air bersih, PT PAM Jaya, mengambil langkah tegas dengan mengirimkan surat peringatan (SP) kepada mitra proyeknya, PT Moya Indonesia, setelah tiga pekerja subkontraktor tewas akibat kecelakaan di lokasi proyek gorong-gorong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (9/7). Insiden tersebut memicu reaksi cepat dari PAM Jaya sebagai bentuk tanggung jawab atas keselamatan kerja yang dianggap kurang optimal di proyek yang tengah berlangsung.
Insiden dan Langkah PAM Jaya
Kematian tiga pekerja dalam kecelakaan di Jaktim menjadi sorotan publik, khususnya karena proyek tersebut bertujuan meningkatkan sistem distribusi air minum bagi warga DKI Jakarta. Surat peringatan yang dikeluarkan oleh PAM Jaya menunjukkan komitmen perusahaan untuk memastikan keselamatan kerja menjadi prioritas, terlebih dalam proyek yang melibatkan tenaga kerja eksternal.
Menurut Komisaris Utama PT PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, perusahaan tidak hanya menunggu hasil investigasi dari PT Moya Indonesia, tetapi juga mengambil langkah-langkah penguatan standar K3 (keselamatan kerja) secara lebih ketat. “Surat peringatan ini sebagai bentuk peringatan dini kepada mitra, agar bisa menjadi pembelajaran dalam menghindari kejadian serupa di masa depan,” jelas Prasetyo dalam pernyataan tertulis, Sabtu (11/7/2026).
Kejadian yang terjadi pada pukul 09.49 WIB tersebut, menurut laporan pemadam kebakaran, berawal dari kecelakaan yang terjadi di lokasi konstruksi. Tiga korban meninggal dunia dinyatakan sebagai pekerja dari kontraktor subkontraktor, sementara satu di antaranya merupakan warga negara asing. Dalam surat peringatan yang diberikan, PAM Jaya meminta PT Moya Indonesia segera memperbaiki sistem pengawasan dan standar keamanan di lapangan.
Evaluasi dan Tindak Lanjut PT Moya Indonesia
PT Moya Indonesia, sebagai mitra dalam proyek gorong-gorong yang dilakukan PAM Jaya, menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan keselamatan kerja. Perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa insiden tersebut menjadi pelajaran berharga dalam menegaskan komitmen terhadap protokol K3 yang telah disusun sebelumnya.
“Surat peringatan yang dikeluarkan oleh PAM Jaya menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan internal terhadap pelaksanaan proyek,” kata pernyataan resmi PT Moya Indonesia. Perusahaan berencana melakukan audit kembali terhadap seluruh proses konstruksi, termasuk peralatan yang digunakan dan pelatihan keselamatan bagi para pekerja. Selain itu, mereka juga berjanji untuk memastikan komunikasi dengan pihak PAM Jaya terjalin lebih baik guna menghindari kejadian serupa.
Sebagai bentuk tanggung jawab, PAM Jaya menegaskan bahwa surat peringatan tersebut tidak hanya sebagai peneguhan kesalahan, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk memastikan kualitas dan keamanan proyek tetap terjaga. Pihak perusahaan daerah menekankan bahwa kecelakaan yang terjadi menunjukkan adanya kesenjangan dalam implementasi protokol keselamatan yang sebelumnya dianggap cukup baik.
Proses Investigasi dan Penyebab Kecelakaan
Proses investigasi kecelakaan tiga pekerja yang tewas ini masih berlangsung, dengan tim dari PAM Jaya dan PT Moya Indonesia melakukan pemeriksaan bersama. Sejumlah pihak mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi karena faktor kesalahan teknis dan kurangnya pengawasan di lapangan. Surat peringatan yang diberikan diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di proyek lain yang sedang dijalankan.
Korban yang meninggal telah dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 11.55 WIB, setelah tiba di lokasi. PAM Jaya menegaskan bahwa surat peringatan ini dikeluarkan sebagai bagian dari upaya untuk melindungi keselamatan pekerja dan mengoptimalkan kinerja mitra dalam mengelola proyek. “Kami ingin menegaskan bahwa PAM Jaya tidak hanya memperhatikan kecepatan pengerjaan, tetapi juga kualitas dan keamanan proyek,” ujar Prasetyo dalam keterangan yang dirilis pada hari yang sama.
Sebagai langkah tambahan, PAM Jaya juga berencana untuk melakukan inspeksi berkala ke lokasi proyek guna memastikan standar K3 yang diterapkan oleh mitra tetap memenuhi ekspektasi. Surat peringatan ini tidak hanya ditujukan kepada PT Moya Indonesia, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong peningkatan kesadaran keamanan di sepanjang rantai pemberian layanan air bersih.
