Berita

KAI Tutup Permanen Perlintasan Liar di Sukaresmi Bogor

KAI Tutup Permanen Perlintasan Liar di Sukaresmi, Kota Bogor KAI Tutup Permanen Perlintasan Liar di Sukaresmi - KAI Daop 1 Jakarta resmi menutup satu

Desk Berita
Published Juli 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

KAI Tutup Permanen Perlintasan Liar di Sukaresmi, Kota Bogor

KAI Tutup Permanen Perlintasan Liar di Sukaresmi – KAI Daop 1 Jakarta resmi menutup satu perlintasan liar secara permanen di Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi. Tindakan ini dilakukan setelah penelitian menyebutkan bahwa perlintasan liar di daerah tersebut sering menjadi penyebab kecelakaan fatal antara pejalan kaki dan kendaraan dengan rel kereta api. Dengan penutupan ini, KAI berupaya mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan material yang bisa terjadi akibat kurangnya pengawasan di lokasi tersebut.

Mengapa Perlintasan Liar di Sukaresmi Dipilih untuk Dibuka?

Perlintasan liar di Sukaresmi terletak tepatnya di KM 49+8/9, antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor. Lokasi ini memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, terutama di pagi hari saat warga sekitar berangkat ke kota. Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, mengungkapkan bahwa pihaknya memilih titik ini setelah menerima laporan dari masyarakat dan evaluasi terhadap sejarah kecelakaan di wilayah tersebut. “Perlintasan liar ini tidak dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti palang pintu atau tanda peringatan, sehingga menjadi titik rawan,” jelas Franoto.

KAI juga menjelaskan bahwa penutupan ini bukan sekadar menghentikan akses ke rel kereta api, tetapi lebih mengedepankan pencegahan kecelakaan. Dengan adanya penghalang permanen, warga yang melewati jalur ini dapat lebih waspada dan menghindari risiko tertabrak kereta. Franoto menambahkan bahwa KAI telah melakukan pemasangan penghalang dari delapan titik penanda menggunakan rel bekas yang dicat merah-putih, sehingga memberi kesan visual yang jelas untuk mengingatkan pengguna jalan.

Proses Penutupan dan Kesiapan Masyarakat

Penutupan perlintasan liar di Sukaresmi dilakukan secara bertahap setelah koordinasi dengan pihak setempat dan pemerintah kota. Pekerjaan dimulai sejak awal bulan Juli 2026, dengan pemasangan penghalang yang memakan waktu sekitar tiga minggu. Franoto menyebutkan bahwa KAI telah mengumpulkan data tentang 31 titik perlintasan liar di Kota Bogor, dari mana 28 di antaranya telah ditutup permanen. “Target ini mencapai 90 persen dari rencana awal, dan kami berharap langkah ini bisa memperbaiki situasi keselamatan transportasi di kawasan tersebut,” tambahnya.

Masyarakat sekitar Sukaresmi terlihat antusias dengan kebijakan ini, meski ada beberapa yang merasa kesusahan karena perlintasan liar menjadi akses utama. Namun, sebagian besar warga menyambut baik langkah KAI dalam mencegah kecelakaan. Franoto juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat untuk tidak membuka akses ke perlintasan liar yang sudah ditutup. “Kami berharap masyarakat bisa memahami bahwa keberadaan perlintasan liar bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tuturnya.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan, KAI juga mengajak warga mengikuti program pelatihan keselamatan di sekitar stasiun. Pelatihan ini berupa sosialisasi mengenai aturan lalu lintas di sepanjang rel kereta dan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan. Franoto menegaskan bahwa KAI akan terus memantau kondisi perlintasan liar lainnya, termasuk yang masih tersisa di Kota Bogor. “Kami berkomitmen untuk menutup perlintasan liar secara permanen hingga mencapai target 100 persen,” lanjutnya.

Dalam jangka panjang, KAI berencana untuk membangun jalur pejalan kaki yang terpisah dari rel kereta api, terutama di area yang masih rawan. Franoto menjelaskan bahwa perencanaan ini memerlukan keterlibatan pihak terkait, termasuk pemerintah setempat dan pengelola jalan. “Dengan penutupan perlintasan liar yang dilakukan hari ini, kami juga memberi ruang untuk memperbaiki infrastruktur yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan penutupan perlintasan liar di Sukaresmi menjadi contoh bagus bagi kota-kota lain yang memiliki masalah serupa. Franoto berharap kebijakan ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk mengambil langkah serupa. “KAI ingin memastikan bahwa penutupan perlintasan liar menjadi solusi yang berkelanjutan dan berdampak nyata,” pungkasnya. Dengan adanya kebijakan ini, KAI menunjukkan komitmen untuk menjaga keamanan transportasi di wilayah operasionalnya, termasuk di kawasan Sukaresmi, Kota Bogor.

Leave a Comment