Internasional

Main Agenda: Banyak Kota Hancur, Lebanon Sebut Rugi USD 4 Miliar Akibat Serangan Israel

Main Agenda: Banyak Kota Hancur, Lebanon Sebut Rugi USD 4 Miliar Akibat Serangan Israel Main Agenda - Menurut laporan terbaru dari Menteri Informasi Lebanon

Desk Internasional
Published Juli 7, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Main Agenda: Banyak Kota Hancur, Lebanon Sebut Rugi USD 4 Miliar Akibat Serangan Israel

Main Agenda – Menurut laporan terbaru dari Menteri Informasi Lebanon, Paul Morcos, kerusakan material akibat serangan Israel di wilayah Lebanon mencapai antara 3 hingga 4 miliar dolar Amerika Serikat. Main Agenda menyebutkan bahwa angka ini masih sementara, dengan perhitungan yang belum mencakup kerugian ekonomi dan dampak tak langsung dari serangan tersebut.

“Estimasi ini hanya awal, dan masih ada kerusakan yang belum tercatat,” tegas Morcos dalam pertemuan menteri.

Detail Kerusakan dan Dampak Ekonomi

Kerusakan yang tercatat meliputi infrastruktur vital seperti jembatan, jalan raya, dan fasilitas medis. Menurut data dari pemerintah Lebanon, sekitar 200 bangunan hancur total, termasuk tempat tinggal warga sipil dan pusat perbelanjaan. Angka ini menunjukkan tingkat kerusakan yang signifikan di daerah-daerah seperti Houla dan Marjayoun.

“Kerugian ekonomi yang terjadi hampir menghancurkan sektor kritis negara kita, seperti transportasi dan kesehatan,” tambah Morcos.

Main Agenda menyoroti bahwa kota-kota yang hancur ini menjadi pusat perhatian dalam upaya memulihkan kondisi Lebanon.

Pasukan Israel, sejak 2 Maret 2026, telah melancarkan serangan berulang yang menewaskan lebih dari 4.300 warga dan melukai 12.000 orang. Kegiatan pengepungan terus berlangsung, dengan kota-kota di selatan Lebanon menjadi target utama. Pemerintah Lebanon sedang berupaya menghitung kerusakan secara detail, termasuk kerusakan pada industri pertanian dan energi yang menjadi tulang punggung ekonomi negara.

Kritik terhadap Perjanjian Kerangka Kerja

Perjanjian kerangka kerja antara Lebanon dan Israel, yang ditandatangani di bawah mediasi Amerika Serikat pada 26 Mei 2026, menjadi sorotan karena tidak menetapkan jadwal penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Lebanon. Main Agenda menyoroti bahwa perjanjian ini dianggap sebagai langkah awal, tetapi masih menimbulkan kekacauan.

“Perjanjian ini memberikan ruang untuk Israel tetap mempertahankan keterlibatan di wilayah tertentu,” jelas salah satu pejabat Lebanon.

Hizbullah, kelompok bersenjata yang berpengaruh di Lebanon, memberikan kritik tajam terhadap perjanjian tersebut. Mereka menilai bahwa penarikan Israel dari Lebanon secara langsung terkait dengan pelucutan senjata Hizbullah, yang dianggap melanggar kesepakatan awal.

“Menghubungkan penarikan Israel dengan pelucutan senjata kami mengurangi kepercayaan publik terhadap perjanjian ini,” tegas Hizbullah.

Main Agenda menyebut bahwa kritik ini mencerminkan ketidakpuasan terhadap rencana penarikan yang dinilai terlalu cepat.

Sebagai respons atas serangan Israel, Lebanon telah memperkuat koordinasi dengan negara-negara tetangga dan organisasi internasional untuk mendapatkan dukungan bantuan darurat. Pemerintah juga menyiapkan laporan lengkap untuk ditawarkan ke pihak internasional, termasuk lembaga seperti PBB dan Uni Eropa. Main Agenda mengungkapkan bahwa proses ini akan memakan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan.

Perbandingan dengan Konflik Sebelumnya

Perang 2023-2024 telah meninggalkan jejak dalam sejarah Lebanon, dengan kerusakan infrastruktur yang lebih parah dibandingkan perang sebelumnya. Dalam Main Agenda, Morcos menyebutkan bahwa kondisi saat ini memperlihatkan level kerusakan yang memadai untuk memulai proses rekonstruksi yang mendalam.

“Kami perlu menyiapkan dana tambahan dan teknologi modern untuk mempercepat pemulihan,” kata Morcos.

Dengan kerusakan yang terus berlangsung, Lebanon menargetkan pendanaan dari berbagai sumber, termasuk pinjaman internasional dan bantuan dari negara-negara Arab. Main Agenda menyoroti bahwa keberhasilan rekonstruksi bergantung pada kecepatan respons internasional dan konsistensi dukungan dari pihak yang terlibat. Pemerintah Lebanon juga berharap dapat memulihkan keamanan di daerah-daerah terkena dampak serangan.

Leave a Comment