Official Announcement: Polisi Tangkap Pelaku Bentrok di Katingan, 2 Masih Buron
Official Announcement – Pihak kepolisian resmi mengumumkan penangkapan terhadap pelaku bentrok yang terjadi saat operasi narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah. Tiga anggota Polri yang tewas dalam insiden tersebut, yaitu Ipda Anumerta Sumariyanto, Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, telah menjadi fokus penyelidikan intensif. Dalam Official Announcement terbaru, polisi mengungkapkan bahwa dua dari empat tersangka sudah diamankan, sementara dua orang lainnya masih buron dan sedang dicari.
Detil Operasi Narkoba yang Mengakibatkan Bentrok
Operasi narkoba di Katingan berlangsung pada hari Jumat, 15 Mei 2025, yang diawali dengan pemeriksaan terhadap sejumlah pengendara di jalan raya. Sesuai Official Announcement, penyidik dari Mabes Polri, Polda Kalteng, dan Polres Katingan menyatakan bahwa bentrok terjadi setelah beberapa tersangka menolak penggeledahan. Saldy, yang ditangkap sebagai salah satu pelaku, dikenal sebagai anggota kelompok yang aktif dalam perdagangan narkoba di wilayah tersebut.
“Operasi ini bertujuan mengungkap jaringan narkoba yang beroperasi di Katingan. Saldy dan Isnan Melani Pebriansyah, yang juga dikenal sebagai Robi, telah kami amankan. Namun, peran mereka dalam bentrok masih dalam penyelidikan lanjutan,” jelas AKBP Dodik Hartono, Kepala Satuan Resnarkoba Polda Kalteng.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden tersebut dimulai ketika sekelompok tersangka menembak polisi yang melakukan penggeledahan. Bentrok memicu kekacauan yang melibatkan sejumlah anggota kepolisian dan warga setempat. Meski operasi telah memasuki tahap penyelidikan, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan pencarian terhadap pelaku-pelaku yang masih mengelak.
Pencarian Tersangka Buron dan Perkembangan Kasus
Sebagai bagian dari Official Announcement, polisi mengatakan bahwa dua tersangka lain, Ramblan dan Bio, saudara kandung Saldy, masih dalam perburuan. Tim khusus dari Mabes Polri serta Polda Kalteng telah memulai penyelidikan untuk memperjelas motif dan peran masing-masing pelaku dalam bentrok tersebut. “Kami sudah menetapkan dua tersangka yang diamankan, namun masih ada dua orang yang belum ditangkap. Mereka diduga terlibat dalam penembakan yang mengakibatkan tiga korban,” tambah AKBP Dodik.
“Kasus ini akan kami tuntaskan secara lengkap. Tidak hanya dua tersangka yang telah diamankan, kami juga akan memproses siapa pun yang terbukti terlibat dalam bentrok,” tegasnya dalam Official Announcement yang disiarkan melalui konferensi pers.
Setelah operasi narkoba selesai, tim investigasi memperoleh beberapa bukti yang mendukung keterlibatan para tersangka dalam konflik. Selain itu, pihak kepolisian juga mengungkap bahwa insiden tersebut memicu reaksi cepat dari masyarakat setempat, yang mendukung upaya pihak berwenang untuk menegakkan hukum.
Kondisi Korban dan Dampak pada Masyarakat
Delapan hari setelah insiden, korban yang tewas, yaitu Sumariyanto, Yudhie Perdana Putra, dan Nopandri Ramadhana, telah diidentifikasi sebagai anggota kepolisian yang gugur dalam bentrok. Dalam Official Announcement, polisi meminta dukungan publik untuk memberikan informasi mengenai keberadaan dua tersangka yang masih buron. Selain itu, mereka juga memberikan rincian tentang kondisi korban dan pengakuan dari keluarga yang berduka.
Kasus ini menjadi sorotan nasional karena terjadi dalam operasi narkoba yang menggabungkan beberapa unit kepolisian. Masyarakat Katingan mengungkapkan kekecewaan terhadap kejadian berdarah tersebut, namun juga menyatakan dukungan terhadap langkah pihak kepolisian untuk mengungkap siapa pun yang terlibat. “Kami percaya bahwa polisi akan memberikan Official Announcement yang jelas dan transparan,” ujar warga setempat, Siti Nurhayati.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bekerja sama dalam proses penyelidikan. Dalam Official Announcement terakhir, mereka menyatakan bahwa operasi narkoba akan dilanjutkan hingga semua pelaku teridentifikasi. “Kami ingin memastikan bahwa jaringan narkoba di Katingan dapat dihentikan secara keseluruhan,” tutur AKBP Dodik dalam jumpa pers yang dihadiri oleh sejumlah jurnalis.
