Berita

ODGJ di Sumut Tewas Dianiaya Warga gegara Ngamuk

Dianiaya Warga Gegara Ngamuk ODGJ di Sumut Tewas Dianiaya Warga - Kasus dianiaya ODGJ di Sumut yang berujung pada kematian korban menjadi sorotan publik

Desk Berita
Published Juli 5, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

ODGJ di Sumut Tewas Dianiaya Warga Gegara Ngamuk

ODGJ di Sumut Tewas Dianiaya Warga – Kasus dianiaya ODGJ di Sumut yang berujung pada kematian korban menjadi sorotan publik setelah informasi tersebar melalui media sosial. Seorang pria berinisial JKK (57) meninggal dunia setelah dianiaya oleh warga di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), dalam insiden yang terjadi pada malam Sabtu (30/5). Kematian ini memicu perdebatan mengenai penanganan ODGJ di daerah tersebut dan peran masyarakat dalam menyelesaikan konflik. Penangkapan pelaku juga menjadi penutup kejadian, setelah polisi berhasil menangkap EVSD (29) pada Jumat (3/7) setelah penyelidikan yang memakan waktu beberapa hari.

Pengembangan Peristiwa

Menurut Kasat Reskrim Polres Karo AKP Hizkia Siagian, insiden tersebut berawal dari aksi ngamuk yang dilakukan JKK di sekitar pasar umum atau los serbaguna di Desa Perbesi, Kecamatan Tigabinanga. Korban, yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, membalikkan sepeda motor yang terparkir di lokasi dan melempari rumah warga dengan batu. Aksi ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar, yang kemudian menanggapi dengan cara memukul korban menggunakan bambu secara kejam. EVSD, yang sebelumnya terlihat marah, menjadi pelaku utama dalam kekerasan tersebut.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa JKK memiliki riwayat gangguan mental yang sebelumnya tidak diketahui oleh banyak orang. Keluarga korban mengungkapkan bahwa kondisi mental JKK memburuk dalam beberapa bulan terakhir, dengan sering mengalami kejang-kejang dan emosi yang tidak terkendali. “KK sangat agresif dan sering mengamuk tanpa sebab,” kata salah satu kerabat korban, sambil menunjukkan foto korban yang terlihat sedang marah di lokasi kejadian.

Respon dari Pihak Terkait

Pasca-insiden, keluarga JKK langsung membuat laporan ke Polsek Tigabinanga. Petugas kemudian melakukan investigasi intensif untuk memastikan penyebab kekerasan yang terjadi. AKP Hizkia Siagian menjelaskan bahwa tim Cobra polisi bergerak cepat untuk menangkap pelaku, yang sebelumnya sempat buron setelah kejadian. “EVSD mengaku bahwa ia melihat JKK menyerang warga dan memicu reaksi spontan,” ujar Hizkia, Sabtu (4/7/2026).

Korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe untuk pemeriksaan lebih lanjut, tetapi kondisinya tidak stabil. Dokter memastikan bahwa JKK meninggal dunia pada Minggu (31/5) dini hari akibat cedera parah di kepala. Pihak keluarga mengungkapkan rasa duka mendalam, sementara warga setempat mengaku merasa terpaksa mengambil tindakan karena takut korban menyerang orang lain.

ODGJ di Sumut Tewas Dianiaya Warga juga memicu perdebatan mengenai perlindungan hukum bagi pihak yang mengalami gangguan mental. Beberapa warga berpendapat bahwa tindakan penganiayaan bisa dikategorikan sebagai pertahanan diri, sementara lainnya menilai bahwa korban sudah memicu kekerasan sendiri. “Kita hanya mencoba mengendalikan keadaan saat itu, karena korban terus-menerus mengancam warga sekitar,” tutur seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Polisi menegaskan bahwa mereka sedang menyelidiki lebih lanjut apakah aksi EVSD memenuhi syarat sebagai tindakan kekerasan yang sah atau tidak. Kasus ini juga menjadi pembicaraan hangat di media sosial, dengan banyak netizen mengkritik dan memuji pihak-pihak terlibat. “ODGJ di Sumut Tewas Dianiaya Warga adalah contoh nyata bagaimana konflik bisa berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan tepat,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Leave a Comment