Berita

Important Visit: Kronologi OTT Bupati Langkat, Uang Rp 100 Juta Ditemukan di Jok Mobil

Important Visit: Kronologi OTT Bupati Langkat, Uang Rp 100 Juta Ditemukan di Jok Mobil Important Visit menjadi sorotan saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Desk Berita
Published Juli 4, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Important Visit: Kronologi OTT Bupati Langkat, Uang Rp 100 Juta Ditemukan di Jok Mobil

Important Visit menjadi sorotan saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Langkat Syah Afandin (SAF) serta sejumlah pihak terkait. Kasus ini terungkap setelah uang suap senilai Rp 100 juta ditemukan di bawah jok mobil yang digunakan oleh Yaqub Abdhal Al Mu’arif (YQB), anggota tim sukses SAF. Penemuan uang tersebut terjadi saat SAF dan YQB melakukan transaksi dalam rangka Important Visit yang dijadwalkan setelah acara APKASI.

Komunikasi dan Persiapan Sebelum OTT

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan bahwa persiapan OTT dimulai sebelum pertemuan yang rencananya diadakan usai acara APKASI. Selama Important Visit, SAF dan YQB menjalin komunikasi untuk menyelesaikan alur suap terkait proyek pembangunan. “Situasi memanas, sehingga kesepakatan pemberian uang Rp 100 juta diminta SAF agar diserahkan melalui Syahrial,” kata Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di KPK, Jumat (3/7/2026).

Dalam rangka Important Visit, SAF menginstruksikan Syahrial untuk bertemu dengan YQB di Medan. Pertemuan ini dipilih karena lokasinya dianggap lebih aman dari pengawasan tim penyidik. “Pada hari Kamis (2/7), YQB dihubungi SAF lewat Syahrial. Uang Rp 100 juta diserahkan dalam kondisi terencana, dengan SAF mengetahui bahwa tim penyidik sudah mendekati lokasi,” ujar Achmad.

Menurut sumber di KPK, persiapan transaksi suap dilakukan secara rapi. Uang disimpan di bawah jok mobil sebagai langkah untuk menyembunyikan bukti. “Selama Important Visit, semua langkah diatur agar tidak terdeteksi dini,” tambah sumber tersebut. Proses ini menunjukkan koordinasi yang matang antara SAF dan YQB, yang mungkin merupakan bagian dari strategi untuk menyelundupkan dana ke dalam sistem pemerintahan daerah.

Proses Penemuan Uang dan Tersangka

Tim penyidik KPK berhasil mengamankan uang Rp 100 juta saat Syahrial dalam perjalanan menuju Kota Binjai. Penemuan ini terjadi secara mendadak, sehingga memicu penangkapan SAF dan YQB dalam operasi yang disebut “Important Visit”. “Setelah penyerahan uang selesai, tim KPK menghentikan Syahrial saat ia menuju Kota Binjai. Uang Rp 100 juta ditemukan di bawah jok mobil yang digunakan,” terang Achmad Taufik Husein.

Dalam penyidikan, KPK juga mengungkap adanya dugaan penerimaan gratifikasi oleh SAF senilai Rp 3,5 miliar. Uang tersebut terkait dengan mutasi dan pengadaan seragam sekolah. “Selain dugaan korupsi suap proyek, KPK menemukan adanya penerimaan lain sebesar Rp 3,5 miliar,” ujar Achmad. Perkara ini kini naik ke tahap penyidikan dengan SAF dan YQB sebagai tersangka, menjadikan Important Visit sebagai titik awal dari investigasi yang lebih luas.

KPK menjelaskan bahwa penangkapan terjadi setelah bukti permulaan cukup diperoleh. Uang yang ditemukan di bawah jok mobil menjadi bukti utama dalam kasus ini. “Important Visit bukan hanya pertemuan sederhana, tetapi merupakan kesempatan untuk memperkuat jaringan suap,” tambah sumber pihak KPK. Kejadian ini menunjukkan bahwa dugaan korupsi dalam proyek pemerintahan Langkat semakin terbuka.

Langkah Selanjutnya dan Dampak Kasus

Setelah OTT berlangsung, KPK memberikan waktu kepada SAF dan YQB untuk menjelaskan lebih lanjut. “Proses penyidikan akan terus berlanjut hingga semua fakta terungkap,” kata Achmad Taufik Husein. KPK juga mengatakan bahwa akan ada ekspose lebih lanjut mengenai alur dana yang terkait dengan Important Visit tersebut.

Penemuan uang di bawah jok mobil menimbulkan konsekuensi besar bagi SAF dan YQB. Kasus ini memicu perdebatan mengenai transparansi dalam pengelolaan dana proyek di Langkat. “Important Visit ini menjadi bukti bahwa korupsi tidak hanya terjadi di tingkat pusat, tetapi juga merambat ke daerah,” kata seorang anggota KPK. Selain itu, kasus ini memperkuat upaya KPK dalam memberantas korupsi di lingkaran pemerintahan daerah.

Dalam penjelasannya, KPK menekankan bahwa OTT ini dilakukan secara profesional dan berdasarkan bukti yang solid. “Penggunaan mobil YQB sebagai tempat penyimpanan uang menunjukkan rencana yang terencana, terutama dalam konteks Important Visit yang dijadwalkan,” ujar Achmad. KPK juga menyarankan pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap para anggota tim sukses dan pejabat lainnya yang terlibat dalam proyek-proyek tersebut.

Leave a Comment