Important Visit: KPK Ungkap Pencarian Bupati Kuansing Saat OTT, Ada Pihak yang Jemput
Important Visit menjadi sorotan dalam operasi OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Selama penyidikan, Bupati Kuansing Suhardiman Amby sempat diupayakan dicari oleh tim KPK, namun ia diduga telah ditarik oleh pihak tertentu ke luar wilayah Kuansing. Fakta ini menambah misteri dalam proses investigasi yang sedang berlangsung.
Deteksi dan Keterlibatan Pihak Tertentu
Dalam operasi OTT tersebut, tim KPK melakukan pencarian terhadap Suhardiman di rumah dinas serta kantor pemerintahan Kuansing. Namun, mereka tidak menemukan sosok bupati tersebut. Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengungkapkan, ada indikasi bahwa pihak tertentu menjemput Suhardiman sebelum penyidikan dimulai. “Important Visit ini menjadi bagian dari upaya mengungkap keberadaan dua tersangka dalam kasus korupsi,” terang Taufik dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).
KPK menyatakan bahwa informasi tentang pihak yang menjemput Suhardiman belum diungkapkan secara detail, karena fokus utama adalah menangkap keberadaannya pada saat operasi OTT. Meski demikian, pihak yang menjemput jelas menjadi bagian penting dari proses ini, yang berpotensi mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain dalam skandal korupsi.
Menurut Taufik, surat perintah penyidikan terhadap Suhardiman sudah dikeluarkan sejak sebulan sebelum operasi OTT. Ini menunjukkan bahwa bupati tersebut kemungkinan telah mempersiapkan langkah-langkah untuk menghindari pemeriksaan. “Important Visit ini merupakan bukti bahwa ada perencanaan di balik keberadaan SA dan ZKN selama proses penyelidikan,” tambahnya.
Peran Mobil Toyota Land Cruiser dalam Kasus
Investigasi kasus korupsi dimulai dari April 2025, ketika dua kandidat Sekda Kuansing, yaitu Fahdiansyah dan Zulkarnain, terlibat dalam proses seleksi jabatan. KPK mengungkap bahwa Suhardiman Amby (SA) meminta syarat mobil Toyota Land Cruiser 300 GR-S kepada para calon Sekda. Hanya Zulkarnain yang menyanggupi permintaan tersebut, sehingga memilih menjadi Sekda setelah membeli mobil tersebut.
Mobil SUV Toyota Land Cruiser 300 GR-S dibeli secara kredit dengan cicilan Rp 46,5 juta per bulan selama lima tahun. Pembelian dilakukan di sebuah showroom di Jabodetabek, menurut Taufik. Dalam rangka memperkuat alur investigasi, KPK juga memperlihatkan bahwa ada komunikasi antara SA dan ZKN sebelum serta selama proses OTT berlangsung.
Important Visit ini bukan hanya tentang keberadaan Suhardiman, tetapi juga menunjukkan bagaimana sistem korupsi di Kuansing berjalan. Pihak yang menjemput SA dianggap sebagai bagian dari jaringan korupsi yang berupaya menyembunyikan bukti-bukti keberadaan tokoh terlibat. “Kita sedang mencari sumber informasi yang mengetahui detail keberangkatan SA tersebut,” lanjut Taufik.
KPK tidak merinci identitas pihak yang menjemput Suhardiman, namun mereka menyatakan bahwa hal ini bukan fokus utama penyelidikan. Investigasi terus berlangsung untuk memastikan semua pihak terkait dalam kasus ini diungkap. “Important Visit ini akan menjadi bagian dari narasi korupsi yang kita tuntut,” kata Taufik.
