Adv Nhl Detikcom

Latest Program: Tolak Angin-Kuku Bima Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 100 Mata di Cirebon

di Cirebon Latest Program - Dalam upaya meningkatkan kesehatan mata masyarakat, Latest Program yang diluncurkan oleh Tolak Angin-Kuku Bima menawarkan operasi

Desk Adv Nhl Detikcom
Published Juni 27, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Program Operasi Katarak Gratis Tolak Angin-Kuku Bima di Cirebon

Latest Program – Dalam upaya meningkatkan kesehatan mata masyarakat, Latest Program yang diluncurkan oleh Tolak Angin-Kuku Bima menawarkan operasi katarak gratis bagi 100 pasien di Cirebon. Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan layanan medis yang lebih terjangkau, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu membiayai pengobatan. Katarak, sebagai penyakit degeneratif yang sering terabaikan, menjadi fokus utama program ini, karena jumlah penderitanya terus meningkat, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.

Proses Peluncuran dan Kolaborasi dengan RS UniMedika

Kemitraan antara Tolak Angin-Kuku Bima dan RS UniMedika Sumber Waras Cirebon menjadi pondasi utama dari Latest Program ini. Peluncuran program diawali dengan acara simbolis di rumah sakit tersebut, di mana Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul, membagikan bantuan langsung kepada para peserta. Hadir pula Eni Suhaeni, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, yang menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif ini. Acara ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian perusahaan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan penanganan penyakit mata.

“Sejak 2011, kolaborasi antara Tolak Angin dan Kuku Bima dengan Perdami telah membantu lebih dari 57.000 pasien. Tahun lalu, kami telah melakukan 1.050 operasi katarak, dan tahun ini kami berkomitmen untuk terus meningkatkan akses layanan kesehatan,” kata Irwan dalam wawancara eksklusif, Kamis (25/6/2026). Ia menambahkan, program ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembalikan penglihatan secara gratis, sekaligus menunjukkan bahwa bisnis bisa memberikan kontribusi sosial yang nyata.

Struktur dan Fokus Program Sosial

Latest Program ini dirancang secara terstruktur dengan membagi kegiatan menjadi beberapa tahap. Pertama, pendaftaran calon peserta melalui kemitraan dengan komunitas lokal dan pemerintah daerah. Kedua, screening medis yang dilakukan oleh tim spesialis untuk menentukan kelayakan pasien. Terakhir, operasi katarak yang dilakukan secara gratis, dilengkapi dengan pemantauan pasca-pembedahan. Irwan menjelaskan bahwa dana dari program CSR dan iklan digunakan untuk menutupi biaya operasi, termasuk peralatan medis dan obat-obatan.

“Kesehatan mata adalah fondasi kualitas hidup. Dengan Latest Program, kami berharap masyarakat terlepas dari hambatan biaya pengobatan. Selain itu, program ini juga menjadi bentuk kepedulian Tolak Angin-Kuku Bima terhadap masyarakat yang rentan terhadap penyakit mata,” ujar Irwan. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah pasien yang dioperasi, tetapi juga dari dampak sosial yang lebih luas, seperti peningkatan kesadaran tentang pencegahan katarak.

Program operasi katarak gratis ini juga melibatkan kerja sama dengan berbagai organisasi dan lembaga kecamatan untuk memastikan jangkauan pelayanan yang merata. Peserta akan mendapatkan bantuan pengobatan dari dokter spesialis mata dan perawat yang terlatih. Selain itu, pendampingan pasca-pembedahan diberikan untuk memastikan pasien dapat kembali menjalani kehidupan normal. Irwan menyebutkan bahwa jumlah penderita katarak di Indonesia terus meningkat, sehingga program seperti ini menjadi langkah penting untuk mengurangi beban rumah sakit dan memberikan layanan yang lebih efisien.

“Katarak bisa menyebabkan kebutaan jika tidak segera ditangani. Operasi adalah solusi tercepat untuk mengembalikan penglihatan pasien. Kami yakin bahwa Latest Program ini akan memberikan manfaat jangka panjang, karena masyarakat tidak hanya mendapat pengobatan gratis, tetapi juga edukasi tentang cara mencegah penyakit ini,” tambah Irwan. Ia juga menyampaikan bahwa program ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan bisa berperan dalam pengembangan kesehatan masyarakat, khususnya di daerah yang kurang dilirik oleh layanan kesehatan publik.

Dengan Latest Program, Tolak Angin-Kuku Bima berharap menginspirasi perusahaan lain untuk melibatkan diri dalam program kesehatan yang berkelanjutan. Selain operasi katarak, perusahaan ini juga terus berkontribusi melalui berbagai kegiatan CSR, seperti perawatan bibir sumbing gratis dan bantuan untuk anak-anak yang menderita stunting. Dukungan dari berbagai pihak membuat program ini tidak hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi kesehatan mata di Indonesia.

Program ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat Cirebon untuk mengakses layanan medis yang berkualitas tanpa biaya. Selama empat hari pelaksanaan, 100 pasien akan menerima layanan lengkap dari pemeriksaan hingga pemulihan fungsi penglihatan. Irwan menegaskan bahwa komitmen ini akan terus berlanjut, karena kebutuhan masyarakat terus meningkat, terutama di tengah tantangan seperti kurangnya kesadaran tentang penyakit mata dan akses yang tidak merata.

Leave a Comment