Berita

Main Agenda: Kemensos & ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Lulusan Sekolah Rakyat

Kerja Sama Kemensos dan ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Lulusan Sekolah Rakyat Main Agenda - Program Main Agenda yang diinisiasi oleh Kementerian

Desk Berita
Published Juni 25, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kerja Sama Kemensos dan ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Lulusan Sekolah Rakyat

Main Agenda – Program Main Agenda yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial dan Institut Teknologi serta Bisnis (ITB) Visi Nusantara Bogor semakin ditingkatkan dengan langkah kolaborasi pendidikan tinggi untuk memberdayakan lulusan Sekolah Rakyat. Inisiatif ini bertujuan mengatasi tantangan sosial di tingkat desa dengan memperkuat akses pendidikan, menjadikan lulusan sebagai agen perubahan, dan menciptakan ekosistem pengembangan yang berkelanjutan. Main Agenda menjadi pilar utama dalam menghubungkan kebutuhan masyarakat pedesaan dengan sumber daya akademik dan teknologi pendidikan.

Pertemuan Strategis di Jakarta Pusat

Pertemuan penting antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan tim dari ITB Visi Nusantara berlangsung di Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026). Hadir dalam forum ini Ketua Yayasan Visi Nusantara Yusfitriadi, Badan Pembina Harian Jerry Sumampouw, Rektor Daniel Zuchron, Kepala LP3I Zaenal Abidin Riam, Kepala LP2MD Tino Rahardian, dan Sekretaris LP2MD Abidin. Agus Jabo didampingi oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat Adrianus Alla serta tim ahli yang berfokus pada implementasi Main Agenda.

Pendekatan Pendidikan Terpadu untuk Desa

Tino Rahardian, Kepala LP2MD ITB Visi Nusantara, menjelaskan bahwa lembaga tersebut berkomitmen membangun sistem pendidikan yang selaras dengan dinamika desa. Dalam rangka Main Agenda, program ‘satu sarjana untuk satu desa’ telah dirancang untuk melibatkan ratusan desa di Kabupaten Bogor, dengan fokus pada pemberdayaan melalui pendidikan tinggi. “Pendidikan harus menjadi penggerak utama dalam mengubah kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Kolaborasi ini mencakup pelatihan keterampilan, bimbingan akademik, dan pendanaan untuk membantu lulusan Sekolah Rakyat mengakses pendidikan lanjutan. Tino menegaskan bahwa program Main Agenda bertujuan menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan lokal dan nasional, dengan dukungan pengetahuan teknis serta akses ke peluang kerja.

Penguatan Program Kemiskinan Melalui Sinergi

Yusfitriadi, Ketua Yayasan Visi Nusantara, menyatakan bahwa sinergi dengan Kementerian Sosial sangat strategis untuk memperkuat program Main Agenda. “Kemiskinan tidak bisa diatasi hanya dengan bantuan sosial, tetapi harus melalui pemberdayaan yang berkelanjutan,” jelasnya. Ia menyoroti peran Sekolah Rakyat sebagai bentuk pemberdayaan awal yang kemudian ditingkatkan melalui pendidikan tinggi.

Dalam wawancara, Yusfitriadi menjelaskan bahwa ITB Visi Nusantara siap menjadi mitra dalam mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan desa. Program Main Agenda akan menjamin lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik tetapi juga kemampuan membangun komunitas secara mandiri. “Kami berharap kolaborasi ini bisa mempercepat proses transformasi sosial,” tambahnya.

Transformasi Masyarakat Melalui Kurikulum Desa

Daniel Zuchron, Rektor ITB Visi Nusantara, mengungkapkan bahwa kurikulum yang dirancang secara khusus untuk desa akan menjadi dasar dari Main Agenda. “Program ini menyiapkan 416 desa di Kabupaten Bogor sebagai pusat pengembangan keahlian lokal,” katanya. Dengan pendekatan desa, ITB Visi Nusantara berupaya menciptakan lulusan yang mampu memimpin perubahan di wilayahnya sendiri.

Kurikulum yang diusung mencakup pelatihan teknologi pertanian, manajemen sumber daya alam, dan pengembangan usaha kecil. Daniel menekankan bahwa Main Agenda mengutamakan keterlibatan masyarakat dalam proses pembelajaran, sehingga lulusan tidak hanya mendapatkan pengetahuan tetapi juga kepercayaan diri untuk berkontribusi pada kemajuan desa.

Perspektif Kemensos dalam Pemberdayaan Pendidikan

Agus Jabo Priyono mengakui bahwa Main Agenda memperkuat visi Kemensos dalam menangani masalah kemiskinan melalui pendidikan. “Kami memiliki tiga fokus utama: pemutakhiran data sosial, penyaluran bantuan tepat sasaran, serta Sekolah Rakyat sebagai jalan keluar dari siklus kemiskinan,” terangnya. Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan ITB Visi Nusantara adalah langkah krusial dalam mengakselerasi transformasi pendidikan tinggi.

Dalam diskusi, Agus Jabo menjelaskan dua peluang utama kerja sama: Kampung Berdaya Kemensos dan peningkatan akses pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat. “Main Agenda ini menjadi jembatan antara kebutuhan lokal dan sumber daya akademik,” imbuhnya. Ia berharap program ini bisa menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berpengaruh positif dalam masyarakat.

Kontribusi Jangka Panjang untuk Masa Depan Desa

Kerja sama antara Kemensos dan ITB Visi Nusantara menurut Tino Rahardian memiliki potensi besar dalam menciptakan perubahan jangka panjang. “Main Agenda ini bukan sekadar program sementara, tetapi rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan,” ujarnya. Program yang dijalankan melibatkan lebih dari 500 desa, dengan berbagai inisiatif seperti pelatihan pengelolaan dana desa dan pengembangan kewirausahaan.

Yusfitriadi menambahkan bahwa kemitraan ini juga akan membuka peluang untuk menyebarluaskan model pemberdayaan yang telah sukses di beberapa wilayah. “Main Agenda akan menjadi referensi bagi pemberdayaan pendidikan di daerah lain,” katanya. Dengan pendekatan yang konsisten dan terukur, Kementerian Sosial serta ITB Visi Nusantara berharap menciptakan masa depan yang lebih berdaya untuk masyarakat pedesaan.

Leave a Comment