Nyago Bumi Sriwijaya

Cegah Karhutla, Polda Sumsel Gandeng Pemerintah Desa-Masyarakat

Cegah Karhutla Polda Sumsel Gandeng Pemerintah Desa-Masyarakat menjadi strategi utama dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera

Desk Nyago Bumi Sriwijaya
Published Agustus 9, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
jaga-oki-bebas-asap-polda-sumsel-gandeng-stakeholder-cegah-karhutla-1786257977322_169
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Polda Sumsel dan Polres OKI Perkuat Strategi Cegah Karhutla Lewat Kolaborasi Desa
  2. Related Reading

Polda Sumsel dan Polres OKI Perkuat Strategi Cegah Karhutla Lewat Kolaborasi Desa

Wahanaberita.com – Cegah Karhutla Polda Sumsel Gandeng Pemerintah Desa-Masyarakat menjadi strategi utama dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan. Melalui Polres Ogan Komering Ilir (OKI), kepolisian melakukan penguatan pendekatan yang melibatkan sinergi antara pemerintah desa, unsur Forkopimcam, serta warga sekitar. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap risiko Karhutla dengan menempatkan pemerintah desa sebagai pihak yang paling dekat dengan masyarakat dalam memantau kondisi lingkungan.

Sosialisasi dan Bantuan Sosial di Desa Mukti Sari

Kegiatan silaturahmi dan edukasi mitigasi Karhutla digelar di Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI pada Sabtu (8/8/2026). Acara ini juga dirangkai dengan penyaluran bantuan sosial kepada warga yang terdampak potensi kebakaran. Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menekankan bahwa pencegahan Karhutla memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat keamanan. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif dalam melaporkan potensi titik api.

Dalam dialog bersama para kepala desa se-Kecamatan Lempuing Jaya yang didampingi unsur Forkopimcam, kepolisian menyampaikan edukasi tentang bahaya dan dampak Karhutla. Kepolisian juga mengajak pemerintah desa memperkuat pengawasan lingkungan serta menyampaikan pesan pencegahan secara berkelanjutan kepada masyarakat. Langkah ini sejalan dengan program nasional untuk mengurangi angka kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif serta tidak membuka lahan dengan cara membakar demi kelestarian lingkungan dan keselamatan bersama,” ujar Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8/26).

Warga diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan metode pembakaran. Praktik tersebut tidak hanya berpotensi memicu kebakaran yang meluas, tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial warga. Selain itu, asap tebal dari Karhutla dapat mengganggu penerbangan dan transportasi darat di wilayah Sumatera Selatan.

Kepolisian mendorong masyarakat untuk lebih waspada terhadap munculnya titik api. Apabila menemukan indikasi kebakaran hutan atau lahan, warga diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun aparat. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat deteksi dini sehingga potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas. Koordinasi cepat antara masyarakat dan aparat sangat krusial dalam fase awal kejadian.

Pada kesempatan yang sama, Polres OKI menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendekatan kepolisian untuk memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan warga dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam kegiatan pencegahan Karhutla di tingkat desa.

Peran Strategis Kepala Desa dan Sinergi Polda Sumsel

Menurut Eko, kepala desa memiliki posisi strategis dalam menggerakkan kepedulian masyarakat di wilayah masing-masing. Komunikasi yang berjalan hingga tingkat desa diharapkan dapat memperkuat deteksi dini sekaligus mendorong warga untuk ikut menjaga lingkungannya dari ancaman Karhutla. Kepala desa juga berperan sebagai jembatan antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menanggulangi potensi kebakaran.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengapresiasi langkah Polres OKI yang mengedepankan pencegahan serta membangun komunikasi langsung bersama pemerintah desa dan masyarakat. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas ini terbukti efektif dalam mengurangi angka Karhutla di berbagai wilayah. Polda Sumsel akan terus mengembangkan model kolaborasi ini ke daerah lain.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kerja bersama. Edukasi harus terus dilakukan, pengawasan diperkuat, dan masyarakat perlu dilibatkan sebagai bagian penting dari deteksi dini. Polda Sumsel dan jajaran terus membangun sinergi agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih luas,” ujarnya.

Nandang menambahkan bahwa upaya penanggulangan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi. Sosialisasi, deteksi dini, koordinasi antarpihak, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan yang berkelanjutan. Model ini juga dapat diterapkan di wilayah-wilayah rawan Karhutla lainnya di Sumatera Selatan.

Melalui penguatan kolaborasi hingga tingkat desa, Polda Sumsel berharap pencegahan Karhutla dapat menjadi gerakan bersama. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, disertai kewaspadaan dan pelaporan cepat ketika menemukan potensi titik api, diharapkan mampu menjaga wilayah OKI dan Sumatera Selatan tetap aman serta meminimalkan ancaman kebakaran dan kabut asap. Sinergi ini akan terus diperkuat melalui program-program edukasi rutin.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Cegah Karhutla di Sumsel

Apa itu Karhutla? Karhutla adalah singkatan dari Kebakaran Hutan dan Lahan. Fenomena ini sering terjadi di wilayah Sumatera Selatan terutama pada musim kemarau dan dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Bagaimana cara melaporkan titik api? Warga dapat melaporkan titik api melalui hotline Polda Sumsel atau menghubungi langsung pemerintah desa setempat. Pelaporan cepat sangat membantu dalam penanganan dini kebakaran.

Apa dampak Karhutla terhadap kesehatan? Asap dari Karhutla dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan memperburuk kondisi kesehatan bagi penderita asma atau penyakit pernapasan lainnya.

Apakah ada sanksi untuk pembakaran lahan? Ya, pembakaran lahan yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Bagaimana peran pemerintah desa dalam pencegahan Karhutla? Pemerintah desa berperan dalam sosialisasi, pengawasan, dan koordinasi dengan aparat keamanan untuk mencegah dan menanggulangi potensi kebakaran di wilayahnya.

Leave a Comment