Tarik Ulur Selat Hormuz
Tarik Ulur Selat Hormuz menjadi strategi utama Teheran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat. Proses diplomasi ini masih berlangsung intensif, dengan Iran
Table of Contents
Tarik Ulur Selat Hormuz: Iran Tahan Pembukaan Jalur Strategis
Wahanaberita.com – Tarik Ulur Selat Hormuz menjadi strategi utama Teheran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat. Proses diplomasi ini masih berlangsung intensif, dengan Iran menegaskan posisi kuatnya untuk tidak membuka jalur perairan strategis tersebut sebelum seluruh kesepakatan terpenuhi secara menyeluruh. Langkah ini mencerminkan ketegasan Iran dalam menggunakan posisi geografisnya sebagai alat tekanan politik.
Semenjak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari, Iran telah menerapkan blokade efektif di wilayah selat. Langkah ini mencakup rencana pemungutan biaya lintas untuk kapal-kapal yang melintas, serta tindakan terhadap kapal-kapal yang dituduh menghindari rute yang telah ditetapkan oleh pihak Iran. Tarik Ulur Selat Hormuz bukan sekadar tindakan militer, melainkan bagian dari strategi diplomasi yang lebih luas.
Negosiasi dengan Oman Mencapai Tahap Akhir
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Oman mengenai penetapan rute maritim baru di Selat Hormuz telah mencapai tahap penyelesaian. Namun, ia menekankan bahwa hal ini belum tentu berarti pembukaan kembali jalur air tersebut. Proses negosiasi ini menunjukkan bahwa Iran tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
“Hal ini tentu saja tidak berarti bahwa Selat Hormuz dibuka kembali,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pembukaan kembali selat tersebut bergantung pada pemenuhan sejumlah syarat lain yang telah disampaikan kepada pihak-pihak terkait melalui perantara, Senin (10/8/2026).
Araghchi menjelaskan bahwa pembicaraan dengan Oman bersifat sepenuhnya teknis dan hukum. Tujuannya adalah untuk menentukan ulang rute maritim yang pertama kali ditetapkan pada tahun 1968. Rute yang ada saat ini akan digantikan dengan rute baru, dan para ahli sedang dalam proses menyusun peta-peta yang diperlukan. Proses ini membutuhkan waktu dan ketelitian.
IRGC dan Pemimpin Agama Kukuh pada Posisi
Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan tegas bahwa mereka tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga Amerika Serikat memenuhi seluruh syarat-syarat yang telah ditetapkan Teheran. Salah satu syarat utama adalah kompensasi atas kerusakan yang terjadi akibat perang. Posisi IRGC ini memperkuat strategi Tarik Ulur Selat Hormuz yang sedang dijalankan.
Dilansir AFP, Minggu (9/8/2026), Garda Revolusi Iran menyatakan strategi mereka adalah mempertahankan penutupan selat, “hingga musuh menerima semua syarat kami… selat ini kini sebenarnya merupakan medan perang bagi kami, bukan sekadar jalur perairan”.
Sementara itu, Ayatollah Sadegh Amoli Larijani, seorang ulama senior yang memimpin Dewan Kebijakan Iran, menegaskan bahwa kedaulatan atas Selat Hormuz sepenuhnya menjadi hak Republik Islam. Ia menyatakan bahwa Iran tidak akan melepaskan kendali atas selat tersebut dalam keadaan apa pun. Pernyataan ini menunjukkan konsistensi posisi Iran dalam isu strategis ini.
Daftar Syarat yang Harus Dipenuhi AS
Kepala keamanan Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, sebelumnya telah memaparkan daftar tuntutan untuk membuka kembali selat. Tuntutan tersebut mencakup penghentian “perang dan agresi terhadap Iran serta sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak”. Daftar ini menjadi dasar negosiasi yang sedang berlangsung.
Dilaporkan oleh kantor berita Tasnim, Zolghadr juga menuntut pencabutan blokade balasan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, penghapusan sanksi, pencairan aset yang dibekukan, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang. Tuntutan-tuntutan ini menunjukkan kompleksitas situasi yang dihadapi kedua negara.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada hari Sabtu (8/8) lalu telah menetapkan kembali daftar syarat untuk membuka kembali selat. Ini termasuk mengakhiri perang di semua front, pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, pengakhiran sanksi, pencairan aset yang dibekukan, dan kompensasi atas kerusakan akibat perang. Keputusan ini memperkuat posisi Iran dalam negosiasi.
Syarat-syarat tersebut mempertegas ketentuan perjanjian Juni lalu, yang mencakup ketentuan untuk menciptakan dana rekonstruksi sebesar US$300 miliar untuk Iran. Angka ini menunjukkan besarnya komitmen yang diharapkan dari pihak Amerika Serikat dalam menyelesaikan konflik.
Otoritas Iran mulai membatasi transit melalui Selat Hormuz pada awal Maret lalu, beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap negara tersebut. Serangan yang terus berlanjut di jalur perairan tersebut, yang sebelumnya bebas dilintasi sebelum perang, menyebabkan gagalnya gencatan senjata bulan April. Pihak mediator telah mendesak kedua belah pihak untuk kembali mematuhi ketentuan dalam nota kesepahaman bulan Juni yang menetapkan langkah menuju perundingan damai.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Tarik Ulur Selat Hormuz
Apa itu Tarik Ulur Selat Hormuz? Tarik Ulur Selat Hormuz adalah strategi Iran dalam menunda pembukaan jalur perairan strategis ini selama negosiasi dengan Amerika Serikat berlangsung. Iran menggunakan posisi geografisnya sebagai alat tekanan politik.
Berapa lama Iran menutup Selat Hormuz? Iran mulai membatasi transit melalui Selat Hormuz pada awal Maret 2026, beberapa hari setelah serangan gabungan AS dan Israel. Penutupan ini berlangsung hingga syarat-syarat terpenuhi.
Apa syarat utama Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz? Syarat utama meliputi penghentian perang, pencabutan blokade pelabuhan Iran, penghapusan sanksi, pencairan aset yang dibekukan, dan kompensasi atas kerusakan perang sebesar US$300 miliar.
Bagaimana peran Oman dalam negosiasi ini? Oman bertindak sebagai mediator teknis dan hukum dalam negosiasi penetapan rute maritim baru di Selat Hormuz. Pembicaraan dengan Oman telah mencapai tahap penyelesaian.
Apakah IRGC memiliki peran penting dalam keputusan ini? Ya, IRGC menyatakan tegas bahwa mereka tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga AS memenuhi seluruh syarat-syarat yang telah ditetapkan Teheran.
