Dw

Pengangguran Kaum Muda Naik di Tengah Ekspansi Teknologi AI

Organisasi Buruh Internasional (ILO) merilis laporan terbaru yang menunjukkan tren negatif bagi generasi muda global. Tingkat pengangguran anak muda mengalami

Desk Dw
Published Agustus 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mary Anderson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Kecemasan Kaum Muda Meningkat Seiring Peran AI di Pasar Kerja
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kecemasan Kaum Muda Meningkat Seiring Peran AI di Pasar Kerja

Wahanaberita.com – Organisasi Buruh Internasional (ILO) merilis laporan terbaru yang menunjukkan tren negatif bagi generasi muda global. Tingkat pengangguran anak muda mengalami kenaikan pada tahun sebelumnya, dengan dampak paling terasa di negara-negara maju. Percepatan adopsi kecerdasan buatan menjadi salah satu faktor utama yang mengubah dinamika ketenagakerjaan.

Momentum pemulihan yang sempat terlihat setelah pandemi Covid-19 kini mulai memudar. Badan ketenagakerjaan PBB mencatat bahwa kondisi ini menghambat harapan banyak lulusan baru dan pencari kerja awal.

Data Statistik Pengangguran Global

Lembaga internasional tersebut melaporkan bahwa rasio pengangguran anak muda secara keseluruhan melonjak dari 12,3 persen pada tahun 2024 menjadi 12,4 persen di tahun terakhir. Peningkatan ini mencerminkan sekitar 67 juta individu berusia 15 hingga 24 tahun yang belum memiliki pekerjaan.

Selain itu, kategori NEET—yaitu mereka yang tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak menjalani pelatihan—juga mengalami kenaikan marginal menjadi 20 persen. Fenomena ini menimpa lebih dari 257 juta orang menurut data dalam laporan Global Employment Trends for Youth 2026.

Tantangan Transisi Karir

Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2004, publikasi tahunan ini telah menjadi rujukan penting untuk memantau indikator ketenagakerjaan muda di berbagai wilayah. Temuan terbaru menunjukkan bahwa negara berpendapatan tinggi mengalami lonjakan pengangguran muda yang signifikan. Situasi ini dinilai menghambat aspirasi jutaan generasi muda yang baru memasuki dunia profesional.

Pertumbuhan ekonomi global yang melambat, penciptaan lapangan kerja yang menyusut, ketegangan geopolitik, dan perubahan teknologi yang cepat berpadu membuat peralihan dari sekolah menuju pekerjaan yang layak semakin sulit bagi banyak anak muda.

ILO dengan kantor pusat di Jenewa memproyeksikan angka pengangguran muda akan stabil di level 12,3 persen selama tahun 2026 dan 2027. Namun, Sara Elder, kepala unit analisis ketenagakerjaan dan kebijakan ekonomi ILO, memberikan peringatan melalui konferensi pers.

Meski demikian, pada tahun-tahun ketika tingkat pengangguran anak muda dan tingkat NEET meningkat secara bersamaan, kami mengibarkan bendera merah.

Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Generasi Muda

Laporan tersebut menyoroti bahwa kecemasan di kalangan anak muda berada pada level tinggi. Meskipun demikian, korelasi langsung antara perkembangan AI dan peningkatan pengangguran muda masih memerlukan kajian lebih mendalam.

Generasi muda semakin sering menyatakan kekhawatiran bahwa teknologi akan menggantikan posisi mereka. Selain itu, peluang mendapatkan pekerjaan serta stabilitas pendapatan juga terancam oleh gangguan teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya, ditambah transformasi lain dalam dunia kerja masa depan.

Namun, kebetulannya cukup nyata, ujarnya, sembari menyerukan penelitian lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Sukti Dasgupta, Direktur Departemen Ketenagakerjaan, Keterampilan, dan Usaha Berkelanjutan ILO, menjelaskan bahwa belum tepat untuk menarik kesimpulan sepihak. Ia menambahkan bahwa dunia saat ini menghadapi ketidakpastian dan kerapuhan ekonomi global yang besar, dengan risiko baru terkait AI yang terus bermunculan.

Tak satu pun dari semua ini menjadi pertanda baik bagi anak muda.

Penelitian juga menemukan bahwa sektor-sektor yang selama ini menjadi pintu masuk utama bagi anak muda—seperti pekerjaan perkantoran, administrasi, penjualan, dan manufaktur—sedang mengalami penurunan. Gilbert Houngbo, Kepala ILO, menekankan pentingnya menciptakan peluang kerja berkualitas.

Generasi yang tidak dapat menemukan pekerjaan layak tidak akan mampu membangun masa depannya dengan penuh keyakinan.

Ketika anak muda tersingkir dari pekerjaan berkualitas, negara kehilangan talenta, produktivitas, dan kohesi sosial. Menciptakan pekerjaan layak bagi anak muda bukan sekadar keharusan sosial, melainkan salah satu investasi paling cerdas yang dapat dilakukan sebuah negara.

Tren Berdasarkan Wilayah

Dari perspektif subregional, Afrika Utara, Amerika Utara, serta Eropa Utara, Selatan, dan Barat mencatat kenaikan pengangguran muda tertinggi. Sebaliknya, di Asia Tengah dan Barat serta Eropa Timur, penurunan pengangguran muda diimbangi oleh peningkatan jumlah individu dalam kategori NEET.

Amerika Latin dan Karibia menunjukkan perbaikan pada kedua indikator tersebut, sebagian didorong oleh penurunan jumlah penduduk usia muda. Sementara itu, negara-negara Arab dan Afrika Utara konsisten menjadi kawasan dengan tingkat pengangguran muda tertinggi di dunia, masing-masing mencapai 26,2 persen dan 22,6 persen.

Ketika kedua indikator tersebut meningkat dari level yang sudah tinggi, hal itu menandakan tantangan struktural yang perlu segera diatasi oleh para pemangku kepentingan global.

Frequently Asked Questions

What is Pengangguran Kaum Muda Naik di Tengah?

Pengangguran Kaum Muda Naik di Tengah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pengangguran Kaum Muda Naik di Tengah matter?

Pengangguran Kaum Muda Naik di Tengah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment