Berita

Zulhas Percepat Penyaluran Rp 253,1 M Dana REDD+ GCF ke 10 Provinsi

Kementerian Koordinator Bidang Pangan tengah mendorong percepatan distribusi dana Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 yang

Desk Berita
Published Agustus 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Zulhas Dorong Akselerasi Penyaluran Rp 253,1 Miliar Dana REDD+ GCF ke Sepuluh Daerah
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Zulhas Dorong Akselerasi Penyaluran Rp 253,1 Miliar Dana REDD+ GCF ke Sepuluh Daerah

Wahanaberita.com – Kementerian Koordinator Bidang Pangan tengah mendorong percepatan distribusi dana Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 yang nilainya mencapai Rp 253,1 miliar. Penyaluran ini ditujukan kepada sepuluh provinsi di seluruh Indonesia. Inisiatif tersebut bertujuan memastikan bahwa komitmen pembiayaan lingkungan hidup tidak sekadar menjadi janji, melainkan segera diwujudkan dalam program-program yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat dan ekosistem.

Zulkifli Hasan, yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), menekankan bahwa akselerasi sangat diperlukan. Tujuannya agar dana lingkungan dapat dioptimalkan hingga mencapai level tapak secara maksimal. Meskipun tata kelola yang baik harus tetap menjadi prinsip utama, regulasi tidak boleh menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan program.

Kita harus fokus pada tujuan dasar penggunaan dana lingkungan hidup. Karena itu, Komrah BPDLH akan memperkuat kebijakan agar dana ini bisa segera bekerja dan dirasakan masyarakat,

– Zulkifli Hasan, Rabu (12/8/2026)

Menurut Zulhas, keberhasilan program lingkungan tidak hanya diukur melalui penurunan emisi atau luas hutan yang berhasil dijaga, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat secara luas. Pemanfaatan pembiayaan lingkungan ke depan perlu diperluas, tidak hanya dari sektor kehutanan, tetapi juga ke sektor-sektor lain yang memiliki kontribusi terhadap kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan.

Proses percepatan penyaluran dana tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Lemtara dan BPDLH di Jakarta. Acara tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Jumhur Hidayat dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Hadir pula perwakilan negara sahabat dan mitra pembangunan serta para perwakilan pemerintah daerah dari 10 Provinsi penerima manfaat, yakni Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Proyek Berbasis Hasil untuk Pengurangan Emisi

Proyek RBP REDD+ GCF merupakan pendanaan berbasis hasil atas capaian Indonesia dalam mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia-Pasifik yang memperoleh pendanaan RBP dari GCF sebesar US$ 103,78 juta atas capaian pengurangan emisi sebesar 20,25 juta ton CO₂e. Output 2 proyek ini dilaksanakan hingga 2030 untuk penerima manfaat di tingkat nasional dan subnasional, dengan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH dan Kementerian Kehutanan sebagai pengampu utama proyek.

Sejak implementasi pada Agustus 2023 hingga Juli 2026, BPDLH telah menyalurkan lebih dari Rp 500 miliar atau sekitar 37 persen dari total alokasi Proyek RBP REDD+ GCF Output 2. Pendanaan tersebut membangun ekosistem kerja lintas sektor yang menghubungkan pemerintah pusat dan daerah di 38 provinsi. Hingga saat ini 24 Provinsi telah menerima dukungan pembiayaan lingkungan dari proyek GCF tersebut. Provinsi Lampung menjadi provinsi pertama yang menyelesaikan implementasi program ini.

Sementara itu, Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto menyampaikan harapannya agar pendanaan melalui Proyek RBP REDD+ GCF Output 2 dapat digunakan seoptimal mungkin dengan tetap memperhatikan aspek akuntabilitas dan transparansi, untuk mempercepat pencapaian target penurunan emisi, memperkuat pengelolaan hutan lestari, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komite Pengarah BPDLH menegaskan komitmen untuk memperkuat akses pembiayaan lingkungan yang transparan, akuntabel, lebih mudah diimplementasikan, dan berorientasi pada dampak. Pendanaan lingkungan tidak hanya memperkuat upaya Indonesia menangani perubahan iklim, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat global,

– Joko Tri Haryanto

Frequently Asked Questions

What is Zulhas Percepat Penyaluran Rp 253 1 M?

Zulhas Percepat Penyaluran Rp 253 1 M is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Zulhas Percepat Penyaluran Rp 253 1 M matter?

Zulhas Percepat Penyaluran Rp 253 1 M matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment