Berita

Pura-pura Diculik, Mahasiswa di Makassar Minta Tebusan Rp 90 Juta ke Ortu

Kasus Pura pura Diculik Mahasiswa di Makassar kembali menarik perhatian publik setelah polisi berhasil mengungkap sandiwara penculikan yang dilakukan oleh

Desk Berita
Published Agustus 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Betty Taylor - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Mahasiswa Makassar Berhasil Menipu Orang Tua dengan Trik Pura-pura Diculik
  2. Related Reading

Mahasiswa Makassar Berhasil Menipu Orang Tua dengan Trik Pura-pura Diculik

Wahanaberita.com – Kasus Pura pura Diculik Mahasiswa di Makassar kembali menarik perhatian publik setelah polisi berhasil mengungkap sandiwara penculikan yang dilakukan oleh seorang mahasiswa berusia 23 tahun. Mahasiswa yang dikenal dengan inisial EE ini dituduh telah melakukan rekayasa dengan berpura-pura diculik dan disekap, kemudian meminta uang tebusan sebesar Rp 90 juta kepada kedua orang tuanya. Tindakan ini dilakukan agar ia bisa mendapatkan uang dari keluarga untuk melunasi utangnya.

Proses Pelaporan dan Penyelidikan Awal

Kasus ini bermula ketika orang tua mahasiswa tersebut melaporkan adanya ancaman pada hari Jumat (7/8). Awalnya, mereka kehilangan kontak dengan anaknya dan kemudian menerima pesan dari seseorang yang mengaku telah menyekap sang mahasiswa. Pesan tersebut berisi ancaman bahwa anak mereka akan dibunuh jika permintaan tebusan tidak segera dipenuhi.

“Berawal dari adanya pengaduan masyarakat di Polrestabes Makassar ke Jatanras tentang adanya peristiwa di mana anaknya yang seorang mahasiswa hilang kontak dengan orang tuanya,” kata AKP Sangkala, pada Rabu (12/8).

Setelah menerima informasi bahwa anaknya memiliki utang sebesar Rp 90 juta, orang tua pelaku diminta segera melunasi pembayaran tersebut. Mereka dikabarkan bahwa anak mereka sedang disekap dan akan dibunuh jika permintaan tidak dipenuhi. Situasi ini membuat orang tua EE semakin khawatir dan takut akan keselamatan anak mereka.

Penemuan Fakta oleh Tim URC

Tim Unit Reskrim (URC) Jatanras Polrestabes Makassar kemudian melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai bukti. Pada Rabu (12/8) pagi, polisi akhirnya menemukan EE di sebuah rumah kos yang terletak di kawasan Tamalanrea, Makassar. Penemuan ini menjadi titik balik dalam mengungkap kebenaran di balik sandiwara penculikan tersebut.

“Namun setelah dilakukan pendalaman, ditemukan fakta bahwa yang melakukan pengancaman bahwa anak itu diculik dan sebagainya adalah merupakan korban itu sendiri dengan membuat suatu sandiwara dengan alasan untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya,” ucap Sangkala.

Kasus ini menunjukkan bagaimana seorang mahasiswa mampu memanipulasi situasi untuk keuntungan pribadi. Penangkapan EE menandai berakhirnya sandiwara penculikan palsu yang telah membuat orang tuanya khawatir dan ketakutan. Polisi kini sedang mempersiapkan proses hukum lebih lanjut terhadap mahasiswa tersebut.

Implikasi Kasus bagi Masyarakat

Kasus Pura pura Diculik Mahasiswa di Makassar ini memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi sebelum bertindak. Banyak orang tua yang mungkin akan terpancing oleh pesan ancaman tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Selain itu, kasus ini juga menyoroti masalah utang piutang di kalangan mahasiswa yang kadang-kadang mendorong mereka melakukan tindakan ekstrem.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kasus ini, pembaca dapat mengunjungi [berita terkait di detik.com](https://news.detik.com/berita/d-8616083/pura-pura-diculik-mahasiswa-di-makassar-minta-tebusan-rp-90-juta-ke-ortu).

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Pura-pura Diculik

1. Berapa jumlah tebusan yang diminta oleh mahasiswa tersebut? Mahasiswa EE meminta tebusan sebesar Rp 90 juta kepada orang tuanya untuk melunasi utangnya.

2. Di mana mahasiswa EE ditemukan setelah sandiwara penculikan terungkap? EE ditemukan di sebuah rumah kos yang terletak di kawasan Tamalanrea, Makassar.

3. Kapan kasus ini pertama kali dilaporkan ke polisi? Kasus ini pertama kali dilaporkan pada hari Jumat (7/8) ketika orang tua kehilangan kontak dengan anaknya.

4. Siapa yang melakukan pengancaman dalam kasus ini? Yang melakukan pengancaman adalah korban itu sendiri, yaitu mahasiswa EE, dengan membuat sandiwara penculikan.

5. Apa motif di balik sandiwara penculikan ini? Motif utamanya adalah untuk mendapatkan uang dari orang tuanya guna melunasi utangnya sebesar Rp 90 juta.

Leave a Comment