Program Bedah Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat Mulai Berjalan di Madura
Kabupaten Sumenep di Pulau Madura menjadi salah satu lokasi awal pelaksanaan Program Bedah Rumah Ortu Siswa yang bertujuan memperbaiki kondisi hunian bagi
Table of Contents
Program Bedah Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat Mulai Berjalan di Madura
Wahanaberita.com – Kabupaten Sumenep di Pulau Madura menjadi salah satu lokasi awal pelaksanaan Program Bedah Rumah Ortu Siswa yang bertujuan memperbaiki kondisi hunian bagi orang tua peserta didik Sekolah Rakyat. Inisiatif strategis ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Sosial dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PPPA). Tahap pertama yang dilakukan adalah verifikasi lapangan menyeluruh guna memastikan semua persyaratan administratif dan teknis telah terpenuhi dengan baik sebelum renovasi dimulai.
Proses Verifikasi dan Penetapan Penerima Manfaat
Untuk wilayah Sumenep, kuota yang dialokasikan mencapai 50 titik rumah. Dari total tersebut, delapan rumah telah berhasil melewati proses verifikasi dengan baik. Koordinator program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Sumenep, Agung Candra, menyampaikan bahwa proses renovasi diperkirakan akan dimulai pada bulan depan. Saat ini, pihaknya masih menunggu Surat Keputusan penetapan resmi dari pihak terkait.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan verifikasi faktual yang dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Sosial, Ishaq Zubaedi Raqib. Hadir juga Tenaga Ahli Menteri, Ahmad Rifai, serta Kasubag TU, Dayamas Ronny Khalisadi Suryanegara. Penyuluh Sosial dari Direktorat PSKMR, Andi Rian Julian Asmar, dan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) juga berpartisipasi dalam kunjungan ini untuk memastikan kelancaran program.
Verifikasi faktual hari ini menargetkan tiga lokasi berbeda. Pertama, rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat bernama Susanti yang berlokasi di Dusun Pasar Kayu RT 1 RW 1 Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep. Kedua dan ketiga adalah rumah Indri Novianti dan Ika Triani yang berada di Desa Panggarangan, Kecamatan Kota Sumenep. Setiap lokasi diperiksa secara detail untuk memastikan kelayakan renovasi.
Dampak Sosial dan Pemberdayaan Keluarga
Ishaq Zubaedi Raqib menyampaikan pesan kepada Susanti agar senantiasa bersyukur karena telah terpilih sebagai penerima manfaat program bedah rumah. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan orang tua. Melalui perbaikan kondisi rumah, diharapkan kesejahteraan keluarga dapat meningkat secara signifikan.
“Ini segera kita proses, di Sekolah Rakyat tak hanya anaknya disekolahkan tapi orangtuanya juga diberdayakan,” ujar Ishaq Zubaedi Raqib.
Susanti, seorang ibu dari empat anak, mengonfirmasi bahwa keluarganya juga menerima berbagai bantuan sosial. Program yang diterima meliputi PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), serta Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Ia menjelaskan bahwa bantuan PPSE berupa freezer yang digunakan untuk berjualan es keliling di pasar malam. Kondisi rumah yang lebih baik akan mendukung kegiatan usaha keluarganya.
Sementara itu, di rumah Indri Novianti dan Ika Triani, Ishaq Zubaedi Raqib memberikan arahan kepada tim PKP. Ia meminta agar renovasi disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat yang memiliki usaha laundry. Ia menekankan pentingnya menyesuaikan profil rumah dengan kegiatan usaha yang dijalankan agar lebih efisien dan nyaman.
“Sesuaikan profil rumahnya dengan usahanya, tempat laundry di mana segala macam,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ishaq Zubaedi Raqib juga berpesan kepada jajaran Kemensos. Ia meminta agar bantuan pemberdayaan diberikan kepada penerima manfaat agar mereka dapat menjadi mandiri secepatnya. Sinergi antara berbagai program bantuan diharapkan dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Secara nasional, pemerintah menargetkan renovasi 10 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat. Program ini merupakan bagian dari inisiatif 3 juta rumah untuk rakyat. Melalui sinergi antara Kemensos dan Kementerian PKP, program ini bertujuan mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan memperbaiki kondisi rumah keluarga siswa Sekolah Rakyat agar lebih layak huni.
Frequently Asked Questions
Berapa kuota Program Bedah Rumah Ortu Siswa di Sumenep? Kuota yang dialokasikan untuk wilayah Sumenep mencapai 50 titik rumah yang akan direnovasi.
Kapan renovasi akan dimulai? Proses renovasi diperkirakan akan dimulai pada bulan depan setelah Surat Keputusan penetapan resmi diterima.
Siapa saja yang bisa menjadi penerima manfaat? Penerima manfaat adalah orang tua siswa Sekolah Rakyat yang memiliki rumah tidak layak huni dan telah melalui proses verifikasi.
Apakah program ini hanya untuk renovasi rumah? Tidak, program ini juga mencakup pemberdayaan orang tua melalui berbagai bantuan sosial seperti PKH, BNPT, dan PPSE.
Berapa target nasional program ini? Pemerintah menargetkan renovasi 10 ribu unit RTLH bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat secara nasional.
