Pramono Putuskan Bongkar 1 JPO Viral Dekat tapi Tak Tersambung di Rasuna Said
Pramono Putuskan Bongkar 1 JPO Viral - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi mengumumkan keputusan strategis untuk membongkar salah satu jembatan
Table of Contents
Pramono Putuskan Bongkar 1 JPO Viral di Rasuna Said: Solusi untuk Aksesibilitas
Wahanaberita.com – Pramono Putuskan Bongkar 1 JPO Viral – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi mengumumkan keputusan strategis untuk membongkar salah satu jembatan penyeberangan orang (JPO) yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Jembatan penyeberangan yang berlokasi strategis di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan ini memang unik karena posisinya yang berdekatan namun tidak terhubung satu sama lain, menciptakan kebingungan bagi pejalan kaki yang ingin menyeberang.
Keputusan pembongkaran ini bukan tanpa alasan. Setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, gubernur memutuskan bahwa JPO lama yang dibangun oleh pemerintah DKI Jakarta perlu dibongkar demi memberikan solusi yang lebih baik bagi masyarakat.
Sejarah dan Kondisi JPO yang Akan Dibongkar
JPO yang akan dibongkar merupakan bangunan lama dengan desain yang khas era 1980-an hingga awal 1990-an. Berbeda dengan JPO baru yang dibangun oleh LRT dan KAI, jembatan penyeberangan ini memiliki karakteristik desain yang lebih sederhana namun fungsional. Namun, seiring berjalannya waktu, ketidaksesuaian antara kedua JPO semakin terasa.
“Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membuat kebijakan sering kali seperti yang saya katakan, ego pemimpinnya itu tidak dikomunikasikan secara baik. Sehingga sebenarnya dua-duanya ini fungsinya sama persis. Cuma yang satu yang dibuat oleh pemerintah DKI Jakarta itu lebih lama, kalau dilihat desainnya pasti desain tahun 80-an atau 90-an akhir lah, awal lah,” jelas Pramono Anung.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono Anung di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (9/8/2026). Gubernur menekankan bahwa masalah utama bukan pada fungsionalitas, melainkan pada koordinasi kebijakan yang kurang optimal di masa lalu.
Alasan Utama Pembongkaran JPO Lama
Menurut gubernur, JPO yang dibangun oleh LRT dan KAI merupakan bangunan yang lebih baru dengan desain yang lebih modern. Setelah berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Bina Marga, Walikota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kominfotik, keputusan pembongkaran telah diambil dengan pertimbangan matang.
“Sementara yang oleh LRT dan juga KAI, ini yang lebih baru. Maka tadi setelah saya berdiskusi dengan Kepala Dinas Bina Marga, dengan Walikota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, dan juga dengan Dinas Kominfotik, saya sudah memutuskan bahwa yang satu akan kita bongkar,” tegasnya.
Salah satu pertimbangan utama adalah aspek aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Meskipun kedua JPO dapat disambungkan secara fisik, perbedaan ketinggian yang signifikan akan menghambat pengguna kursi roda dan disabilitas lainnya untuk memanfaatkan fasilitas penyeberangan secara optimal.
“Alasannya adalah karena yang satu itu betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas. Sehingga kalau kita sambungkan, ada beda tinggi yang cukup tinggi sehingga itu menyebabkan masyarakat yang menyandang disabilitas tidak bisa memanfaatkan lokasi atau tempat tersebut,” jelas Pramono.
Proses Pembongkaran dan Perbaikan JPO Baru
Nantinya, hanya akan tersisa satu JPO yang terhubung langsung dengan LRT dan dapat digunakan sepenuhnya oleh masyarakat. Pramono memastikan bahwa proses pembongkaran tidak akan mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut, mengingat lokasi yang strategis ini merupakan jalur utama di Jakarta Selatan.
“Maka kami akan membongkar yang lama, kemudian hanya ada satu yang baru. Dan yang baru nanti sepenuhnya maintenancenya kita perbaiki, kita permudah, termasuk lift dan sebagainya yang sudah ada kita lakukan pengecekan sehingga mudah-mudahan tidak lagi ‘Love and Hate’, tidak lagi ‘Love and Love’ Lovenya satu aja, Love satu yang baru,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah DKI Jakarta berharap dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi masyarakat yang menggunakan fasilitas penyeberangan di kawasan Rasuna Said. Pembongkaran JPO lama diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi seluruh pengguna jalan, khususnya bagi penyandang disabilitas yang selama ini mengalami kendala dalam memanfaatkan fasilitas penyeberangan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pembongkaran JPO
Kapan proses pembongkaran JPO akan dimulai? Proses pembongkaran akan segera dilakukan setelah koordinasi final dengan semua pihak terkait selesai.
Akankah ada gangguan lalu lintas selama pembongkaran? Pemerintah DKI Jakarta memastikan bahwa proses pembongkaran akan dilakukan dengan minimalisasi gangguan terhadap arus lalu lintas di kawasan Rasuna Said.
Bagaimana nasib JPO lama setelah dibongkar? JPO lama akan dibongkar sepenuhnya dan digantikan oleh satu JPO baru yang terhubung langsung dengan LRT.
Apakah JPO baru akan memiliki fasilitas yang lebih baik? Ya, JPO baru akan dilengkapi dengan lift dan fasilitas aksesibilitas lainnya yang lebih modern dan mudah digunakan.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan ini? Keputusan ini melibatkan Kepala Dinas Bina Marga, Walikota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kominfotik DKI Jakarta.
