Berita

Polisi Ungkap Saepul Pelaku Mutilasi Punya Basic Tukang Daging

Kasus pembunuhan dan pemutilasian seorang pria di kontrakan Cipayung, Depok, telah terungkap oleh pihak kepolisian. Saepul, seorang pemuda berusia 26 tahun

Desk Berita
Published Agustus 8, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
saepul-26-pelaku-mutilasi-pria-inisial-k-di-depok-diperiksa-di-polda-metro-jaya-1786191209681_169
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Asal-Usul Tukang Daging di Balik Kasus Mutilasi Saepul
  2. Related Reading

Asal-Usul Tukang Daging di Balik Kasus Mutilasi Saepul

Wahanaberita.com – Kasus pembunuhan dan pemutilasian seorang pria di kontrakan Cipayung, Depok, telah terungkap oleh pihak kepolisian. Saepul, seorang pemuda berusia 26 tahun, diketahui menjadi pelaku yang membunuh korban berinisial K, pria berusia 51 tahun. Polisi Ungkap Saepul Pelaku Mutilasi Punya – salah satu faktor yang memengaruhi tindakannya adalah latar belakang pekerjaan Saepul sebagai tukang daging. Kasus ini menarik perhatian publik karena metode pemutilasian yang dilakukan oleh Saepul, yang terinspirasi dari profesinya sehari-hari.

Proses Mutilasi Jasad Korban

Menurut Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono dari Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Saepul merasa kesulitan untuk membuang jasad dalam keadaan utuh. Latar belakangnya sebagai pemotong daging membuatnya terinspirasi untuk memutilasi tubuh korban. Hal ini menunjukkan bagaimana pengalaman kerja dapat memengaruhi cara seseorang menangani situasi tertentu.

“Karena berpikir agak susah membuang jasad utuh. Pelaku yang memang memiliki basic tukang daging, bagian pemotong daging, pelaku kemudian memutilasi jasad korban,” kata Ipda Breggy dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Kronologi kejadian dimulai pada sore hari tanggal 23 Juli 2026 di kontrakan milik Saepul. Setelah membunuh korban, Saepul membiarkan pria tersebut sekarat terlebih dahulu. Ia kemudian menunggu hingga korban benar-benar meninggal dunia. Sekitar pukul 16.00 WIB, Saepul mulai memutilasi jasad korban dengan cermat.

Ada jeda waktu sekitar 3,5 jam sebelum Saepul membuang potongan pertama tubuh korban. Potongan pertama tersebut dibuang pada pukul 18.30 WIB, sedangkan potongan kedua berupa bagian kaki dibuang pada pukul 19.00 WIB. Proses pembuangan dilakukan secara bertahap untuk menghindari kecurigaan dari lingkungan sekitar.

Motif Ekonomi dan Keinginan Memiliki Motor

Saepul awalnya mengenal korban melalui media sosial. Saat melihat korban berpose mengendarai motor Honda PCX, muncul niat jahat dalam dirinya untuk menguasai kendaraan tersebut. Desakan ekonomi menjadi pendorong utama Saepul untuk memiliki motor tersebut. Kondisi keuangan yang tidak stabil membuat Saepul mencari cara untuk mendapatkan kendaraan impian.

“Untuk motif dari hasil pendalaman penyelidikan, setelah berkenalan dengan korban, pelaku melihat salah satu foto korban itu menggunakan motor Honda PCX warna hitam,” jelas Breggy.

“Dari situlah karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut,” imbuhnya.

Saepul bahkan sempat mengungkapkan niatnya kepada seorang teman yang kemudian menjadi saksi mahkota dalam kasus ini. Pada pagi hari tanggal 23 Juli 2026, Saepul menghubungi temannya dan menyampaikan keinginannya untuk memiliki sepeda motor. Percakapan ini menjadi bukti penting dalam penyelidikan.

“Karena desakan ekonomi, pelaku punya niat untuk menguasai motor tersebut. Pagi harinya di tanggal 23 Juli 2026, pelaku menghubungi temannya-yang merupakan saksi mahkota kami-bahwasannya dia ingin memiliki sepeda motor,” jelasnya.

Ketika ditanya oleh saksi tentang cara mendapatkan motor tersebut, Saepul menjawab dengan kalimat sederhana bahwa ia mungkin akan membunuh seseorang. Jawaban ini menunjukkan bahwa Saepul sudah memikirkan rencana tersebut sebelumnya.

“Lalu ditanyakan oleh saksi ini, ‘bagaimana cara mendapatkannya?’ (dijawab Saepul) nggak tahu mungkin membunuh orang, begitu satu kalimat oleh pelaku inisial S,” sambungnya.

Detail Investigasi dan Penangkapan

Pihak kepolisian melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa. Bukti-bukti fisik dan kesaksian saksi menjadi kunci dalam menyelesaikan kasus ini. Saepul akhirnya ditangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk menjalani proses hukum. Kasus ini menjadi contoh bagaimana motif ekonomi dapat mendorong seseorang melakukan tindak kejahatan berat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini, pembaca dapat mengunjungi halaman berita asli di detik.com. Kasus mutilasi Saepul ini juga menjadi perhatian media karena keunikan latar belakang pelakunya sebagai tukang daging.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Mutilasi Saepul

Apa motif utama Saepul membunuh korban? Motif utama Saepul adalah desakan ekonomi dan keinginannya untuk memiliki motor Honda PCX milik korban yang dilihatnya melalui media sosial.

Bagaimana latar belakang pekerjaan Saepul memengaruhi tindakannya? Sebagai tukang daging, Saepul terinspirasi untuk memutilasi jasad korban agar lebih mudah dibuang, karena ia terbiasa memotong daging.

Kapan dan di mana kejadian ini terjadi? Kejadian terjadi pada sore hari tanggal 23 Juli 2026 di kontrakan milik Saepul di Cipayung, Depok.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam penyelidikan? Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono dari Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya memimpin penyelidikan kasus ini.

Bagaimana proses pembuangan potongan tubuh korban? Saepul membuang potongan pertama pada pukul 18.30 WIB dan potongan kedua berupa bagian kaki pada pukul 19.00 WIB dengan jeda waktu sekitar 3,5 jam setelah memulai pemutilasian.

Leave a Comment