Berita

Polisi Dalami Identitas Febrio Adiono Terkait Kematian Sutrimo

Kasus kematian Sutrimo yang ditemukan tewas dalam keadaan tidak wajar di depan klinik Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini semakin

Desk Berita
Published Agustus 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
kabid-humas-1778386254900_169
Foto : Betty Taylor - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Polisi Dalami Identitas Febrio Adiono Terkait Kematian Sutrimo
  2. Related Reading

Polisi Dalami Identitas Febrio Adiono Terkait Kematian Sutrimo

Wahanaberita.com – Kasus kematian Sutrimo yang ditemukan tewas dalam keadaan tidak wajar di depan klinik Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini semakin menarik perhatian publik. Polisi Dalami Identitas Febrio Adiono sebagai salah satu orang yang mengantar jenazah ke pemakaman. Febrio, yang dikenal sebagai staf administrasi di Kejaksaan Agung, menjadi fokus penyelidikan karena perannya dalam proses pemakaman tersebut. Kepolisian berencana melakukan verifikasi menyeluruh terhadap keabsahan identitas dan status kepegawaian Febrio di lingkungan Kejaksaan Agung.

Kombes Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa proses verifikasi terhadap Febrio akan segera dilakukan. Verifikasi ini bertujuan untuk memastikan kebenaran informasi bahwa Febrio memang merupakan pegawai resmi Kejagung. Proses ini merupakan bagian dari investigasi komprehensif yang dilakukan kepolisian untuk mengungkap seluruh aspek kasus kematian Sutrimo.

Laporan Kematian Tidak Wajar ke Bareskrim

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan catatan khusus mengenai kondisi jenazah. Dalam dokumen laporan yang disusun, disebutkan bahwa kondisi fisik Sutrimo menunjukkan tanda-tanda kematian yang tidak wajar. Informasi ini berasal dari berbagai sumber, termasuk pelapor langsung maupun warga masyarakat yang menyaksikan kejadian tersebut.

“Memang kemarin kami mendapat informasi, ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar,” jelas Kombes Budi Hermanto saat memberikan keterangan pers.

Pihak pelapor juga mengajukan permohonan resmi agar dilakukan ekshumasi jenazah. Proses pembongkaran kembali jenazah dari kuburan ini akan dilakukan oleh otoritas berwenang untuk mengungkap penyebab pasti kematian. Polisi berkomitmen untuk mempercepat proses ekshumasi guna mendapatkan hasil investigasi yang akurat dan komprehensif.

Pemanggilan Ulang Dokter Penanganan

Sebelumnya, pihak kepolisian akan memanggil dokter dari RS Muhammadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani jenazah Sutrimo. Pemanggilan ini dilakukan karena dokter tersebut sebelumnya tidak hadir saat pemeriksaan awal. Budi menegaskan bahwa penyelidikan akan berlanjut secara bertahap sesuai dengan perkembangan laporan dan temuan baru.

“Sehingga penyelidikan pihak kepolisian diharapkan untuk melakukan ekshumasi. Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait tentang laporan tersebut,” kata Budi Hermanto.

“Minggu depan kita masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter rumah sakit Muhammadiyah yang menangani pertama pada saat pasien datang ke rumah sakit,” imbuhnya.

Konfirmasi Status Febrio oleh Kejagung

Kepastian bahwa Febrio merupakan staf administrasi di kantor Kejagung RI telah dikonfirmasi oleh Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna. Dalam sesi doorstop bersama wartawan pada hari Jumat, 7 Agustus, Anang membenarkan bahwa Febrio memang bekerja di lingkungan Kejagung. Konfirmasi ini memberikan dasar kuat bagi kepolisian untuk melanjutkan investigasi.

“Yang namanya Saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan,” tegas Anang saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah Febrio adalah ajudan dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Anang kemudian menambahkan bahwa Febrio juga menjabat sebagai ajudan bagi mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah. Setelah Febrie terlibat kasus TPPU, Febrio kini hanya bertugas sebagai staf administrasi biasa tanpa mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya. Status ini memberikan konteks tambahan mengenai peran Febrio dalam kasus ini.

“Stafnya (Febrie) ya. Iya (Stafnya Febrie). (Saat ini) staf biasa. Enggak (mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya),” jelas Anang.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Ini

Siapa Febrio Adiono dan apa perannya dalam kasus ini? Febrio Adiono adalah staf administrasi di Kejaksaan Agung yang juga menjabat sebagai ajudan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ia mengantar jenazah Sutrimo ke pemakaman dan menjadi fokus penyelidikan kepolisian.

Apa yang akan dilakukan kepolisian selanjutnya? Polisi akan melakukan ekshamasi jenazah, memanggil dokter RS Muhammadiyah Taman Puring, dan melanjutkan verifikasi identitas Febrio sebagai bagian dari investigasi komprehensif.

Bagaimana status Sutrimo dalam kasus ini? Sutrimo ditemukan tewas dengan mulut berbusa di depan klinik Mordent Aesthetic Clinic. Ia sering disebut sebagai kepala rumah jaga (Karumga) milik Febrie Adriansyah, meskipun Kapuspenkum Kejagung menyatakan tidak mengenalnya.

Kapan ekshamasi akan dilakukan? Polisi berkomitmen untuk mempercepat proses ekshamasi guna mengetahui penyebab kematian Sutrimo. Proses ini akan dilakukan segera setelah semua persiapan selesai.

Sutrimo adalah seorang pria yang ditemukan tewas dengan mulut berbusa di depan klinik Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, penyebab kematiannya masih menjadi misteri dan sedang diselidiki oleh kepolisian. Di media sosial, Sutrimo ramai disebut sebagai kepala rumah tangga (karumga) dari mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Investigasi terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini.

Leave a Comment