Berita

PMI Meninggal di Malaysia gegara Pendarahan Otak, Pemkab Bantu Pemulangan

ilustrasi-orang-meninggal_169

Pemkab Bangkalan Bantu Pemulangan Jenazah PMI dari Malaysia

Wahanaberita.com – Kasus PMI meninggal di Malaysia gegara pendarahan otak menimpa Siti Karimah, 56 tahun, warga Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. Pemerintah Kabupaten Bangkalan membantu keluarga dalam proses pemulangan jenazah almarhumah dari Malaysia hingga tiba di rumah duka.

Siti Karimah meninggal dunia saat berada di Malaysia setelah mengalami pendarahan otak. Kabar duka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena almarhumah merupakan pekerja migran Indonesia asal Bangkalan yang berada jauh dari keluarga ketika kondisi kesehatannya memburuk.

Jenazah Siti Karimah tiba di kediaman keluarga pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 19.00 WIB. Sebelum dibawa ke Bangkalan, jenazah terlebih dahulu tiba melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Banyoneng Laok.

Sempat Mengalami Pusing Saat Bekerja

Berdasarkan Surat Bukti Pencatatan Kematian dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur tertanggal 2 Oktober 2026 dengan nomor 01712/SBPM-KL/1026/04, Siti Karimah meninggal pada 1 Oktober 2026 pukul 15.19 waktu Indonesia.

Sebelum meninggal, almarhumah sempat mengeluhkan pusing ketika bekerja. Ia kemudian mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Tuanku Ja’afar, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia. Pihak rumah sakit menyatakan penyebab kematiannya adalah pendarahan otak.

Selama berada di Malaysia, Siti Karimah diketahui pernah bekerja di sektor konstruksi. Setelah itu, ia bekerja di sebuah kantin. Aktivitas kerja tersebut menjadi bagian dari perjalanan almarhumah sebagai pekerja migran sebelum akhirnya keluarga menerima kabar meninggalnya dari negara penempatan.

Peristiwa PMI meninggal di Malaysia gegara pendarahan otak ini kembali menunjukkan bahwa kondisi kesehatan pekerja di luar negeri perlu mendapat perhatian. Ketika pekerja berada jauh dari keluarga, informasi yang cepat, penanganan medis, serta koordinasi antarlembaga menjadi sangat penting.

Koordinasi Pemkab dan P4MI Pamekasan

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangkalan, Jemmi Tri Sukmana, menyampaikan duka cita kepada keluarga Siti Karimah. Pemkab Bangkalan turut memberikan pendampingan dalam proses kepulangan jenazah agar keluarga tidak harus menghadapi seluruh tahapan pengurusan sendiri.

“Kami turut berduka atas musibah yang terjadi, semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” katanya.

Pemkab Bangkalan berkoordinasi dengan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau P4MI Pamekasan untuk mendukung pemulangan jenazah dari Surabaya menuju Bangkalan. Kerja sama tersebut membantu memastikan proses penerimaan serta pengantaran jenazah dapat berlangsung dengan lancar.

Dalam pemulangan warga negara Indonesia yang meninggal di luar negeri, terdapat sejumlah proses yang perlu dilalui. Tahapan tersebut meliputi pencatatan kematian, pengurusan dokumen, pengantaran dari negara penempatan, penerimaan di bandara, hingga penyerahan jenazah kepada keluarga. Pendampingan pemerintah dan lembaga terkait dapat membantu keluarga memperoleh penjelasan yang lebih jelas selama masa duka.

Jenazah Tiba di Bandara Juanda

Jenazah Siti Karimah diterbangkan menggunakan pesawat Malaysia Airlines Berhad MH 873. Pesawat tersebut mendarat di Bandara Juanda pada pukul 15.30 WIB. Setelah proses penerimaan di Surabaya, jenazah dibawa melalui jalur darat ke Bangkalan.

Setelah tiba di Desa Banyoneng Laok, jenazah diserahkan kepada keluarga. Putra almarhumah, Abd Rozak Al Mahmudi, menerima penyerahan tersebut dengan disaksikan aparat desa setempat. Kepulangan almarhumah ke kampung halaman memberi kesempatan bagi keluarga, kerabat, dan warga untuk memberikan penghormatan terakhir.

Rangkaian pemulangan itu menandai berakhirnya perjalanan Siti Karimah dari Malaysia ke rumah duka di Bangkalan. Bagi keluarga yang ditinggalkan, bantuan transportasi dan koordinasi dari pihak terkait menjadi dukungan penting pada saat mereka menghadapi kehilangan.

Pentingnya Pendampingan bagi Pekerja Migran Indonesia

Kasus PMI meninggal di Malaysia gegara kondisi kesehatan serius juga menjadi pengingat mengenai pentingnya perlindungan pekerja migran Indonesia. Pekerja yang mencari penghidupan di luar negeri sering berada jauh dari orang tua, pasangan, anak, maupun kerabat dekat, sehingga situasi darurat dapat terasa lebih berat bagi keluarga di Indonesia.

Komunikasi antara pihak rumah sakit, perwakilan Indonesia, pemerintah daerah, lembaga perlindungan pekerja migran, dan keluarga perlu berjalan baik. Informasi yang akurat membantu keluarga memahami kondisi pekerja serta tahapan pemulangan apabila terjadi keadaan darurat atau meninggal dunia.

Keluhan fisik saat bekerja juga perlu ditangani dengan serius. Pusing atau gangguan kesehatan lain yang menghambat aktivitas sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan agar pekerja dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

FAQ Pemulangan Jenazah PMI dari Luar Negeri

Siapa yang dapat membantu pemulangan jenazah pekerja migran?

Keluarga dapat berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di negara penempatan, lembaga pelindungan pekerja migran, serta pemerintah daerah asal pekerja. Dalam kasus Siti Karimah, Pemkab Bangkalan berkoordinasi dengan P4MI Pamekasan untuk membantu proses kepulangan jenazah.

Mengapa dokumen kematian diperlukan?

Dokumen kematian diperlukan sebagai bukti resmi atas meninggalnya seseorang di luar negeri dan menjadi bagian dari proses administrasi pemulangan. Untuk Siti Karimah, keterangan kematian tercantum dalam Surat Bukti Pencatatan Kematian dari KBRI Kuala Lumpur.

Apa yang perlu dilakukan keluarga saat menerima kabar duka dari luar negeri?

Keluarga perlu memastikan informasi berasal dari pihak yang berwenang, mencatat kontak petugas yang menangani perkara, dan mengikuti arahan terkait dokumen serta proses pemulangan. Pendampingan dari pemerintah daerah dan lembaga pelindungan dapat membantu keluarga melewati proses tersebut dengan lebih terarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *