Berita

Pemilik Senpi di Sekolah Swasta Jaksel Direktur Perusahaan Impor Airsoft Gun

Kasus penemuan senjata api di lingkungan sekolah swasta Jakarta Selatan kembali menarik perhatian publik. Polisi berhasil mengidentifikasi seorang pria dengan

Desk Berita
Published Agustus 8, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
temuan-sejumlah-senjata-api-di-salah-satu-ruangan-yayasan-sekolah-swasta-di-pondok-pinang-jakarta-selatan-1786002238709_169-1
Foto : Mary Davis - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Pemilik Senpi di Sekolah Swasta Jaksel: Direktur Perusahaan Impor Airsoft Gun
  2. Related Reading

Pemilik Senpi di Sekolah Swasta Jaksel: Direktur Perusahaan Impor Airsoft Gun

Wahanaberita.com – Kasus penemuan senjata api di lingkungan sekolah swasta Jakarta Selatan kembali menarik perhatian publik. Polisi berhasil mengidentifikasi seorang pria dengan inisial DS sebagai pemilik satu unit senjata api Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge. Senjata tersebut sempat ditemukan di lingkungan yayasan sekolah swasta yang berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sosok DS dikenal sebagai direktur perusahaan PT Lokta Karya Perbakin. Menurut Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, perusahaan ini memiliki keterkaitan dengan kegiatan impor senjata angin maupun airsoft gun. Temuan ini memicu pertanyaan dari berbagai pihak mengenai bagaimana senjata api bisa berada di lingkungan pendidikan.

“Jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun,” ujar Kombes Budi Hermanto saat memberikan keterangan kepada wartawan pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.

DS Meninggal Dunia Sejak 2020

Budi menambahkan bahwa DS telah wafat pada tahun 2020. Seiring dengan itu, kepolisian juga berencana untuk memanggil seorang pria bernama IWD atau IW. Pria tersebut merupakan mantan ketua yayasan yang namanya turut terseret karena ratusan senjata ditemukan di dalam ruangannya. Kasus ini menunjukkan kompleksitas pengelolaan aset di lingkungan yayasan pendidikan.

“Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,” jelas Budi.

995 Senjata Airsoft Gun Milik Perusahaan Impor

Alhadid Endar Putra, yang menjabat sebagai kuasa hukum IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, menjelaskan bahwa sebanyak 995 pucuk senjata airsoft gun merupakan aset milik perusahaannya. Senjata-senjata tersebut disimpan di gudang sekolah sebagai bagian dari rencana kerja sama kegiatan ekstrakurikuler menembak. Kerjasama ini awalnya direncanakan antara PT Lokta Karya Perbakin dengan pengurus yayasan sekolah pada tahun 2020.

Alhadid menegaskan bahwa seluruh senjata tersebut resmi dan memiliki izin. Ia juga telah menunjukkan dokumen izin kepada pihak kepolisian. Menurutnya, kepolisian sempat menanyakan hal tersebut dan mereka pun memberikan bukti izin. Izin-izin tersebut rencananya akan digelar di tingkat Polres. Hal ini menjadi poin penting dalam menjelaskan legalitas penyimpanan senjata di lingkungan sekolah.

Menurut Alhadid, pihak yayasan saat ini sudah menyadari keberadaan senjata yang disimpan di gudang. Ia merasa heran karena seakan-akan yayasan baru mengetahui asal-usul senjata tersebut. Situasi ini menunjukkan adanya komunikasi yang kurang optimal antara pihak perusahaan dan yayasan selama ini.

“Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya,” ungkapnya.

Konflik Kepengurusan Membuka Pintu Penemuan

Pihak sekolah memberikan penjelasan mengenai sengketa kepengurusan yayasan yang terjadi di balik temuan ratusan senjata di ruangan mantan ketua yayasan, IWD, di sekolah Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Pihak sekolah menyebutkan bahwa konflik tersebut menjadi alasan utama penemuan senjata. Tanpa adanya sengketa, kemungkinan besar senjata-senjata tersebut masih akan tersimpan di dalam ruangan.

“Iya, karena tanpa ada sengketa itu kami nggak bisa masuk. Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua,” kata Hermawanto, kuasa hukum pihak sekolah, saat memberikan keterangan di Jakarta pada hari Jumat, 7 Agustus.

Hermawanto menjelaskan bahwa setelah IWD diberhentikan, pihak sekolah mendapatkan akses untuk membuka ruangan mantan ketua yayasan tersebut. Saat dibuka, ditemukan ratusan senjata dengan berbagai jenis. Selain itu, pihak sekolah juga menemukan narkotika dan sebanyak 30 keping CD porno. Temuan ini menambah kompleksitas kasus yang sedang ditangani.

“Lalu kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan, ruangan sekolah kan? Akhirnya kami coba buka-buka, nggak tahunya ketika kami buka ruangan itu menjadi… kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini,” jelasnya.

Hermawanto juga menanggapi klaim dari pihak IWD bahwa ratusan senjata tersebut digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Ia menyatakan bahwa tidak ada ekskul menembak yang berjalan di sekolah tersebut. Klaim ini menjadi salah satu poin yang masih perlu dibuktikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Senjata di Sekolah

Siapa sebenarnya DS dalam kasus ini? DS adalah seorang pria dengan inisial tersebut yang merupakan direktur PT Lokta Karya Perbakin. Ia dikenal sebagai pemilik satu unit senjata api Franchi SPAS-15 yang ditemukan di sekolah swasta Jakarta Selatan. DS telah meninggal dunia sejak tahun 2020.

Berapa banyak senjata airsoft gun yang ditemukan? Sebanyak 995 pucuk senjata airsoft gun ditemukan dan diklaim sebagai aset milik PT Lokta Karya Perbakin. Senjata-senjata ini disimpan di gudang sekolah sebagai bagian dari rencana kerja sama kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Mengapa senjata baru ditemukan setelah konflik kepengurusan? Pihak sekolah menjelaskan bahwa tanpa adanya sengketa kepengurusan, mereka tidak memiliki akses untuk masuk ke ruangan mantan ketua yayasan. Konflik tersebut menjadi kunci yang membuka pintu penemuan ratusan senjata dan barang lainnya.

Apakah semua senjata memiliki izin resmi? Menurut Alhadid Endar Putra, kuasa hukum IWD, seluruh senjata airsoft gun memiliki izin resmi. Ia telah menunjukkan dokumen izin kepada pihak kepolisian dan izin-izin tersebut rencananya akan digelar di tingkat Polres.

Leave a Comment