Berita

Pelaku Sempat Ngepel Bersihkan Darah di TKP Usai Bunuh Bos Konter HP Ambarawa

Pelaku Sempat Ngepel Bersihkan Darah di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjadi salah satu detail menarik dalam kasus pembunuhan yang mengguncang masyarakat

Desk Berita
Published Agustus 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
pembunuhan-di-semarang-1786196771523_169
Foto : Mary Davis - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Pelaku Sempat Ngepel Bersihkan Darah di TKP Usai Bunuh Bos Konter HP Ambarawa
  2. Related Reading

Pelaku Sempat Ngepel Bersihkan Darah di TKP Usai Bunuh Bos Konter HP Ambarawa

Wahanaberita.com – Pelaku Sempat Ngepel Bersihkan Darah di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjadi salah satu detail menarik dalam kasus pembunuhan yang mengguncang masyarakat Ambarawa. Polisi berhasil menangkap dua tersangka yang diduga membunuh Candra Waskito, pemilik Royal Phone di Ambarawa. Didit Panggih Pamulihan berusia 20 tahun serta Taufik Ilham berusia 25 tahun menjadi tersangka dalam kasus ini. Menariknya, kedua pelaku sempat berusaha menghilangkan jejak dengan mengepel lantai yang berlumuran darah setelah melakukan pembunuhan.

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana menjelaskan kronologi kejadian secara rinci. Pada Kamis dini hari tanggal 6 Agustus, setelah membunuh korban, para tersangka mengambil beberapa handphone dari etalase konter. Mereka kemudian membereskan lokasi pembunuhan dengan mencabut tiga kamera CCTV, dua unit berada di dalam ruangan dan satu unit di luar. Proses pencurian dan pembersihan dilakukan dengan cepat sebelum orang lain menyadari apa yang terjadi.

Mencabut tiga buah CCTV dari konter tersebut, dua di dalam dan satu di luar. Lalu para tersangka membawa hasil hasil curian dan CCTV, kata Bodia dilansir detikJateng, Minggu (9/8/2026).

Bukti rekaman CCTV yang berhasil diambil kemudian dibuang oleh pelaku ke aliran kali. Didit dan Taufik kembali ke lokasi untuk membersihkan sisa-sisa darah yang tercecer di lantai. Mereka menggunakan alat pembersih yang tersedia di konter untuk menyiram lantai, kemudian melapnya dengan kaos yang ada. Tindakan ini menunjukkan bahwa para tersangka cukup terampil dalam menghilangkan jejak kejahatan mereka.

Setelah dari luar kembali ke konter, ke dalam. Karena darah berceceran dan bercipratan, dia membersihkan lantai menggunakan alat pembersih lantai yang ada di konter tersebut. Jadi dilap sedikit dengan kaos dan disiram pembersih lantai, kata Bodia.

Setelah semua proses pembersihan selesai, para tersangka baru mengangkat jenazah Candra Waskito dan meletakkannya di bagasi mobil. Korban yang berusia 25 tahun ini ditemukan tewas akibat serangan yang dilakukan oleh kedua tersangka tersebut. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi lebih lanjut.

Proses Penangkapan dan Investigasi

Polisi melakukan investigasi menyeluruh untuk menemukan para tersangka. Melalui analisis CCTV dan penyelidikan lapangan, akhirnya Didit dan Taufik berhasil diidentifikasi sebagai pelaku. Kedua tersangka ditangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Proses penangkapan ini dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan tidak ada tersangka yang kabur.

Para tersangka mengaku bahwa motif pembunuhan terjadi karena adanya masalah keuangan. Mereka berencana mencuri beberapa handphone dari konter, namun rencana tersebut berubah menjadi pembunuhan saat korban mencoba menghalangi. Setelah kejadian, kedua tersangka sempat bersembunyi sebelum akhirnya tertangkap oleh petugas.

Kasus ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Ambarawa. Royal Phone merupakan salah satu konter HP terpercaya di wilayah tersebut. Kepemilikan Candra Waskito sebagai pemilik konter membuat kasus ini semakin menarik perhatian media dan masyarakat setempat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus

Siapa saja tersangka dalam kasus ini? Tersangka dalam kasus ini adalah Didit Panggih Pamulihan (20 tahun) dan Taufik Ilham (25 tahun).

Kapan kasus pembunuhan ini terjadi? Kasus pembunuhan terjadi pada Kamis dini hari tanggal 6 Agustus 2026.

Apa yang dilakukan tersangka setelah membunuh korban? Setelah membunuh korban, tersangka mengambil handphone, mencabut CCTV, membersihkan darah di lantai, dan membuang bukti CCTV ke aliran kali.

Bagaimana tersangka membersihkan TKP? Tersangka menggunakan alat pembersih lantai untuk menyiram lantai yang berlumuran darah, kemudian melapnya dengan kaos yang tersedia di konter.

Dimana jenazah korban ditemukan? Jenazah Candra Waskito ditemukan di bagasi mobil yang digunakan oleh para tersangka untuk mengangkutnya.

Apa motif pembunuhan dalam kasus ini? Motif pembunuhan terjadi karena adanya masalah keuangan. Tersangka berencana mencuri handphone namun berubah menjadi pembunuhan.

Siapa yang menjelaskan kronologi kasus ini? Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana yang menjelaskan kronologi kejadian secara rinci kepada media.

Leave a Comment