Muktamar ke-35 NU Tinggalkan Pesan Kompetisi yang Beradab
Wahanaberita.com – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang menutup rangkaian agenda organisasi dengan suasana tertib dan damai. Bagi Ketua Panitia Muktamar, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, proses pemilihan kepemimpinan baru PBNU menjadi salah satu bagian paling penting karena kompetisi dapat berjalan tanpa memunculkan ketegangan politik berkepanjangan.
Dalam kegiatan pembubaran panitia yang berlangsung di depan Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Kamis malam, 10 September 2026, Gus Ipul menekankan bahwa pergantian kepemimpinan seharusnya tetap menjaga martabat seluruh pihak. Kegiatan tersebut juga menjadi penanda selesainya tugas panitia setelah muktamar berlangsung pada 27-31 Agustus 2026.
“Hasilnya apa yang membanggakan? Yang paling penting ini adalah yang kalah terhormat, yang menang bermartabat,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Jumat (22/9/2026).
Pernyataan itu menggambarkan harapan agar perbedaan pilihan dalam organisasi tidak berubah menjadi perpecahan. Dalam tradisi NU, musyawarah, penghormatan kepada ulama, dan penerimaan terhadap keputusan bersama menjadi unsur penting yang perlu dirawat saat organisasi menentukan arah kepemimpinannya.
Pemimpin Baru PBNU untuk Lima Tahun Mendatang
Muktamar ke-35 NU menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU. Sementara itu, KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, terpilih menjadi Ketua Umum PBNU untuk masa bakti lima tahun berikutnya.
Rais Aam dan Ketua Umum memiliki peran yang berbeda namun saling berkaitan dalam kepemimpinan PBNU. Karena itu, proses pemilihan keduanya tidak hanya menentukan figur yang memimpin organisasi, tetapi juga menjadi awal bagi penataan kerja kepengurusan di tingkat pusat untuk periode selanjutnya.
Gus Ipul memandang mekanisme yang diterapkan dalam muktamar kali ini mampu meredakan persaingan dan membawa pemilihan kembali pada semangat kekeluargaan. Ia berharap pola tersebut dapat diterapkan lebih luas dalam pergantian kepemimpinan NU, mulai dari tingkat wilayah dan cabang hingga ranting serta anak ranting.
“Itu saya kira akan diteruskan nanti sampai ke tingkat wilayah, ke tingkat cabang, dan seterusnya sampai ke ranting dan anak ranting,” ungkapnya.
Harapan itu menempatkan Muktamar ke-35 bukan semata sebagai forum pengambilan keputusan di tingkat nasional. Proses yang berlangsung di Jombang juga dapat menjadi pelajaran organisasi bagi struktur NU di berbagai daerah mengenai pentingnya kompetisi yang sehat, keterbukaan terhadap hasil, serta penghormatan kepada sesama kader.
Agenda Muktamar Berjalan Sesuai Tahapan
Selain pemilihan kepemimpinan, Gus Ipul menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian agenda dapat dilaksanakan secara baik dan teratur. Tahapan muktamar, termasuk pembahasan agenda organisasi hingga penetapan hasil, disebut selesai sesuai dengan rencana yang telah disusun panitia.
“Yang kita syukuri bahwa seluruh penyelenggaraan Muktamar berjalan dengan baik, tertib, hasil-hasilnya juga sesuai harapan,” ucapnya.
Kelancaran forum besar seperti muktamar memiliki arti penting bagi keberlangsungan organisasi. Muktamar mempertemukan unsur NU dari berbagai tingkatan dan menjadi ruang untuk menyatukan pandangan mengenai kepemimpinan maupun agenda masa depan. Tertibnya pelaksanaan kegiatan membantu memastikan transisi kepemimpinan berlangsung dengan dasar keputusan yang dapat diterima bersama.
Setelah muktamar selesai, perhatian berikutnya tertuju pada pembentukan susunan lengkap kepengurusan PBNU. Gus Ipul menyatakan proses tersebut berada dalam kewenangan Rais Aam dan Ketua Umum terpilih yang bekerja bersama tim formatur.
“Sepenuhnya bergantung kepada Rais Aam terpilih dan Ketua Umum terpilih dibantu oleh formatur. Mudah-mudahan targetnya bulan depan sudah tuntas semua,” jelasnya.
Penyusunan kepengurusan menjadi tahap awal yang menentukan kesiapan organisasi menjalankan program lima tahun ke depan. Struktur yang terbentuk nantinya diharapkan dapat memperjelas pembagian kerja, memperkuat koordinasi, dan mendukung pelaksanaan agenda di berbagai tingkat organisasi.
Penguatan Struktur, Kaderisasi, dan Teknologi
Gus Ipul berharap kepengurusan baru segera melakukan konsolidasi untuk menjawab tantangan yang dihadapi NU. Sejumlah hal yang ia soroti mencakup penataan organisasi, penguatan struktur, konsolidasi internal, dan kaderisasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“NU harus bisa merespons berbagai tantangan yang ada dengan melakukan penataan organisasi, memperkuat struktur, konsolidasi, pengaderan,” paparnya.
Penguatan kaderisasi menjadi kebutuhan penting karena organisasi memerlukan kesinambungan generasi dalam menjalankan peran sosial, keagamaan, dan kebangsaan. Gus Ipul juga mengingatkan perlunya perhatian khusus bagi generasi muda serta penguatan jemaah sebagai bagian dari upaya menjaga daya gerak organisasi.
“Yang berikutnya adalah menguatkan jemaah, generasi-generasi yang memerlukan perhatian secara khusus dari Nahdlatul Ulama,” ucapnya.
Selain aspek organisasi dan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi juga dinilai perlu diperhatikan. Teknologi dapat mendukung tata kelola yang lebih tertib, terstruktur, dan transparan, sekaligus membantu menghubungkan kader hingga tingkat paling bawah dalam jaringan organisasi.
Dengan kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin, Gus Ipul berharap NU semakin kokoh dan mampu meningkatkan kontribusinya bagi bangsa, kemanusiaan, serta pembangunan peradaban. Pesan utama dari Muktamar ke-35 adalah bahwa perbedaan dapat dikelola tanpa merendahkan pihak lain: bersaing secara patut, menerima kemenangan tanpa berlebihan, dan menyikapi kekalahan dengan kehormatan.
Acara pembubaran panitia turut dihadiri KH Miftachul Akhyar, Sekretaris Steering Committee Muktamar Prof. Mohammad Nuh, Gus Gudfan Arief, Nusron Wahid, KH Hasib Wahab Hasbullah, Gus Rozaq, serta jajaran panitia lokal dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Muktamar NU Berakhir Teduh Gus Ipul?
Muktamar NU Berakhir Teduh Gus Ipul is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Muktamar NU Berakhir Teduh Gus Ipul matter?
Muktamar NU Berakhir Teduh Gus Ipul matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

