Momen Korban Tegur Jukir Liar di Tambora: Tadi Katanya Nggak Takut Polisi
Momen Korban Tegur Jukir Liar di Tambora menjadi perbincangan hangat setelah seorang juru parkir liar yang dikenal dengan panggilan Bang Jago, berinisial MS
Insiden Bang Jago di Tambora: Momen Korban Tegur Jukir Liar Viral
Wahanaberita.com – Momen Korban Tegur Jukir Liar di Tambora menjadi perbincangan hangat setelah seorang juru parkir liar yang dikenal dengan panggilan Bang Jago, berinisial MS, berhasil diamankan oleh petugas kepolisian di kawasan Tambora. Pria tersebut viral setelah memaksa berduel dengan seorang pengendara motor serta mengenakan tarif parkir Rp5.000 di Jalan Jembatan Lima, Jakarta Barat.
Momen menarik terjadi saat korban, yang bernama Rendy, menegur pelaku di depan kantor Polsek Tambora. Rendy mengingatkan bahwa pelaku sebelumnya mengaku tidak takut kepada aparat kepolisian. Hal ini memicu reaksi dari masyarakat yang melihat video insiden tersebut.
“Pak, tadi bilangnya nggak takut polisi, Pak,” ujar Rendy sambil merekam pelaku saat diamankan petugas.
“Tadi katanya nggak takut, Pak, sama polisi, Pak,” lanjut Rendy kepada pelaku.
Kronologi dan Ancaman Psikis
Rendy menjelaskan bahwa dirinya sempat menerima ancaman dari pelaku. MS mengancam akan memukul kepala korban dan secara terang-terangan menyatakan bahwa ia tidak takut kepada polisi. Ancaman ini membuat korban merasa terintimidasi secara mental.
“Saya korban dari tindakan kekerasan premanisme di daerah Jembatan Lima. Hari ini saya tadi diancam kepalanya mau dibocorin, mau diajak duel di jalan, dan pelakunya tadi bilang tidak takut dengan polisi,” ujar Rendy dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Menurut korban, tindakan tersebut sudah mengintimidasi mentalnya. Ia kemudian menghubungi call center 110 dan akhirnya polisi berhasil menangkap pelaku. Penangkapan dilakukan oleh Tim Tiger di depan Pasar Mitra, tepat di kawasan Jembatan Lima.
“Nah, itu menurut saya sudah ancaman psikis, dan mental saya cukup takut karena saya berpikir mungkin tidak ada yang bisa bantu. Tapi akhirnya ketika saya telepon 110, tadi diarahkan untuk ke Polsek Tambora, langsung Tim Tiger menangkap pelaku pungli dan premanisme yang ada di Jembatan Lima, tepatnya di depan Pasar Mitra,” ucapnya.
Detail Pelanggaran Tarif dan Izin
Peristiwa ini bermula di kawasan parkir Pasar Mitra, Jalan K.H. M. Mansyur, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kapolsek Tambora, AKP Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa pelaku memaksa korban membayar tarif parkir sepeda motor dengan menggunakan tarif parkir mobil. Korban menolak membayar Rp5.000 karena seharusnya tarif untuk sepeda motor lebih rendah.
“Untuk tarif yang diminta oleh pelaku itu senilai Rp5.000, di mana karcis yang diserahkan itu karcis untuk mobil. Namun, korban pada saat di TKP menggunakan sepeda motor,” kata AKP Wahyu dalam keterangannya, Minggu (9/8).
AKP Wahyu menambahkan bahwa pelaku juga menggunakan karcis kedaluwarsa dari Dishub DKI Jakarta. Izin resmi yang sebelumnya dimiliki pelaku sudah tidak berlaku lagi, namun ia tetap menggunakannya untuk menarik parkir.
“Pelaku yang diamankan tersebut menggunakan karcis yang sudah kedaluwarsa. Sebelumnya dia memang memiliki surat izin dari Dishub, namun surat tersebut sudah mati dan tidak diperpanjang, tetapi tetap digunakan untuk menarik parkir,” ucapnya.
Pelaku Positif Narkoba
MS saat ini ditahan di Polsek Tambora untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil tes urine, pelaku terbukti mengonsumsi narkoba jenis amfetamin. Kasus ini menjadi contoh bagaimana premanisme masih terjadi di tengah masyarakat.
“Untuk selanjutnya, pelaku tersebut kami amankan untuk pemeriksaan. Kami juga sudah melakukan tes urine kepada yang bersangkutan dan hasilnya positif narkoba jenis amfetamin,” ujarnya.
Dalam video yang viral pada Sabtu (8/8), pria yang diduga Bang Jago tersebut terlihat mengenakan kaus berwarna abu-abu, celana pendek, topi biru, serta masker hitam. Ia meminta uang parkir kepada seorang pemotor, namun ketika pengendara tersebut meminta karcis resmi, pelaku justru mengeluarkan kata-kata kasar dan menantangnya berduel.
“Lu malak, lu malak? Nggak usah mukul, lu. Gue minta karcis,” ujar pemotor yang merekam video tersebut.
“Gue nggak minta lu parkirin juga, lha gue duit mah ada,” lanjutnya.
“Duel aja sama gue, yuk,” timpal ‘Bang Jago’ tersebut.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Momen Korban Tegur Jukir Liar
Di mana lokasi insiden Momen Korban Tegur Jukir Liar?
Insiden terjadi di kawasan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, tepatnya di depan Pasar Mitra.
Berapa tarif parkir yang dipaksakan oleh pelaku?
Pelaku memaksakan tarif Rp5.000 untuk sepeda motor, padahal seharusnya tarif lebih rendah. Ia menggunakan karcis mobil yang seharusnya untuk kendaraan roda empat.
Apa jenis narkoba yang ditemukan pada pelaku?
Berdasarkan hasil tes urine, pelaku positif mengonsumsi narkoba jenis amfetamin.
Kapan pelaku diamankan oleh polisi?
Pelaku diamankan pada Minggu (9/8/2026) oleh Tim Tiger Polsek Tambora setelah korban menghubungi call center 110.
Bagaimana reaksi masyarakat terhadap insiden ini?
Masyarakat merespons positif dengan mendukung tindakan polisi. Video insiden viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat tentang premanisme di Jakarta.
