Berita

KSAD Lapor ke Prabowo Sudah Bangun 6.240 Jembatan dan Air Bersih

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak mengumumkan bahwa hingga saat ini telah terwujud 6.240 titik infrastruktur, yang mencakup jembatan

Desk Berita
Published Agustus 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Betty Taylor - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. KSAD Maruli Simanjuntak Paparkan Capaian Pembangunan Jembatan dan Air Bersih
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

KSAD Maruli Simanjuntak Paparkan Capaian Pembangunan Jembatan dan Air Bersih

Wahanaberita.com – Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak mengumumkan bahwa hingga saat ini telah terwujud 6.240 titik infrastruktur, yang mencakup jembatan serta sumber air bersih. Program tersebut telah menjangkau sekitar 4,5 juta penduduk sebagai penerima manfaat langsung.

Penjelasan lengkap disampaikan oleh Jenderal Maruli saat memberikan sambutan di Bekasi. Acara tersebut berlangsung secara virtual melalui video conference bersama Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 13 Agustus 2026.

“Kami sudah membuat di 6.240 titik kegiatan jembatan dan air: 3.008 jembatan dan 3.232 untuk air bersih dan air persawahan,” jelas Jenderal Maruli.

Progress Pembangunan Jembatan

Bekasi menjadi lokasi ke-2.500 dalam rangkaian pembangunan jembatan nasional. Infrastruktur yang sedang dikerjakan di sana memiliki panjang mencapai 80 meter. Dalam kurun waktu hampir tujuh bulan terakhir, dari total 3.008 jembatan yang direncanakan, sebanyak 2.500 unit telah rampung. Sisanya, 508 jembatan masih dalam tahap pengerjaan, sementara 798 lainnya berlokasi di wilayah terdampak bencana.

Maruli juga menyoroti pembangunan di provinsi yang sempat dilanda bencana akhir tahun lalu, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Seluruh proyek jembatan di kawasan tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2026.

“Jadi kalau kita jumlahkan dari keseluruhan jembatan, ada 9.008 sekolah terakses, sehingga anak-anak sekolah yang seperti Bapak harapkan tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi berisiko untuk mencapai sekolah. Menghubungkan 7.807 desa. Dan juga fasilitas kesehatan, sehingga ambulans, bantuan-bantuan bisa cepat sampai di titik-titik yang memerlukan. Ada 4.502 fasilitas kesehatan bisa akseskan,” paparnya.

Dampak positif juga dirasakan sektor ekonomi. Sebanyak 4.618 fasilitas ekonomi terhubung, memungkinkan distribusi logistik berjalan lancar menggunakan mobil maupun motor. Program ini secara keseluruhan mampu melayani 4,5 juta jiwa.

Target keseluruhan pembangunan jembatan mencapai 5.000 titik yang akan rampung tahun ini. Jembatan terpanjang sejauh ini dibangun di Aceh Tamiang dengan panjang 240 meter. Kolaborasi dengan Balai Sungai memastikan sungai tidak melebar secara berlebihan. Maruli mencatat banyak jembatan di Aceh, Sumatera, dan Sumbar memiliki panjang melebihi 100 meter.

“Selanjutnya juga, ini ada daerah yang paling sulit yang kami kerjakan, yaitu di Ogan Komering Ilir di Sumatra Selatan, panjangnya 100 meter. Kita mengerjakannya selesai 6 bulan, karena pengiriman pasir, semen, dan juga seluruh perlengkapan-perlengkapannya harus melalui tongkang. Dan juga kita harus membuat pasak-pasak supaya menguatkan tempat tersebut, karena kebanyakan daerahnya merupakan rawa,” ungkapnya.

Di Nusa Tenggara Timur, pembangunan jembatan juga berlangsung di tiga kecamatan yang terisolasi selama tiga tahun. Penyelesaian proyek ini ditargetkan pada bulan Desember mendatang.

Infrastruktur Air Bersih dan Pertanian

Terkait penyediaan air bersih, Maruli melaporkan telah dibangun 10.915 titik. Dalam lima tahun terakhir, TNI AD telah menyelesaikan 5.797 titik air bersih. Dukungan Presiden sejak Januari hingga Agustus berhasil menyelesaikan 3.000 titik, setara dengan capaian empat tahun kerja sebelumnya.

“Sejak Bapak mendukung kegiatan air bersih ini, mulai dari Januari sampai dengan Agustus ini, sudah selesai 3.000 titik, Pak. Jadi, dukungan Bapak ini sama dengan kami bekerja 4 tahun. Di bulan Agustus kami sudah bisa bikin 3.000,” tuturnya.

Proyek air bersih tersulit dilakukan di Pulau Raas, dekat Pulau Madura. Sebanyak lima titik dibangun dengan kedalaman 90 meter. Sementara itu, di Kerajaan Toli, Nias, pengeboran mencapai kedalaman 180 meter. Kondisi tanah berbatu menyebabkan tim harus berpindah lokasi delapan kali selama dua bulan pengerjaan. Hasilnya, 231 kepala keluarga dapat menikmati air bersih.

TNI AD juga mengembangkan sistem irigasi untuk lahan pertanian seluas 83.150 hektare yang sebelumnya bergantung pada hujan. Dengan penyediaan air yang memadai, petani kini mampu melakukan tiga kali panen dalam satu tahun. Total luas lahan tadah hujan yang telah dikonversi mencapai 100.120 hektare.

“Jadi kalau dijumlahkan, pada tahun ini kita sudah membuat seluruh daerah-daerah yang tadah hujan, 100.120 hektare yang tadinya tadah hujan menjadi 3 kali panen. Mudah-mudahan ini gabah kalau dikali 5 bisa jadi 1,5 juta ton per tahun,” pungkasnya.

Program pipanisasi terpanjang juga sedang berjalan di Pulau Bawean sepanjang 15 kilometer. Selain itu, proyek serupa di Samosir dengan panjang sama juga sedang dikerjakan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Frequently Asked Questions

What is KSAD Lapor ke Prabowo Sudah Bangun 6?

KSAD Lapor ke Prabowo Sudah Bangun 6 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KSAD Lapor ke Prabowo Sudah Bangun 6 matter?

KSAD Lapor ke Prabowo Sudah Bangun 6 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment