Kisah JPO ‘Tanpa Hubungan’ di Rasuna Said Bakal Tinggal Kenangan
Sejumlah penduduk setempat menyambut baik rencana penghapusan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berdiri sejak era 1980-an di kawasan Jalan HR Rasuna
Table of Contents
JPO Kuno di Rasuna Said Akan Dihapuskan, Warga Bersorak
Wahanaberita.com – Sejumlah penduduk setempat menyambut baik rencana penghapusan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berdiri sejak era 1980-an di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Jembatan tua ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial karena posisinya yang bersebelahan namun tidak saling terhubung dengan fasilitas transportasi modern.
Respon Pendukung dari Masyarakat
Keke, seorang warga berusia 28 tahun, menyatakan dukungannya secara tegas. Menurutnya, pembongkaran merupakan langkah yang tepat mengingat keberadaan JPO baru yang sudah terintegrasi dengan LRT. Ia juga berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal tanpa menimbulkan kemacetan.
“Kalau menurut saya sih lebih baik dibongkar,” kata Keke saat ditemui di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).
Sementara itu, Yudi (40 tahun) menambahkan bahwa jarak antara kedua jembatan tersebut tidak terlalu jauh. Ia menilai fungsi JPO lama sudah mulai berkurang karena sebagian besar pejalan kaki beralih ke fasilitas baru. Selain itu, penghapusan struktur tua ini diyakini akan memperindah tampilan kawasan.
“Kalau saya lihat ya, karena ini sudah ada tempat penyeberangan yang baru ya, yang terhubung dengan apa namanya Transjakarta sama LRT, sebaiknya ya JPO yang lama dihilangkan saja, karena kemungkinan fungsinya sudah tidak terpakai ya,” kata Yudi.
Keputusan Gubernur Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa JPO lama akan segera dibongkar. Dalam kunjungannya ke lokasi pada Minggu (9/8/2026), ia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah berdiskusi dengan berbagai dinas terkait, termasuk Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kominfotik.
“Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membuat kebijakan sering kali seperti yang saya katakan, ego pemimpinnya itu tidak dikomunikasikan secara baik. Sehingga sebenarnya dua-duanya ini fungsinya sama persis. Cuma yang satu yang dibuat oleh pemerintah DKI Jakarta itu lebih lama, kalau dilihat desainnya pasti desain tahun 80-an atau 90-an akhir lah, awal lah,” kata Pramono Anung.
Pramono juga menyoroti masalah aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Meskipun kedua JPO dapat disambungkan, perbedaan ketinggian yang signifikan akan menghambat pengguna kursi roda atau walker. Oleh karena itu, hanya satu JPO baru yang terhubung dengan LRT yang akan dipertahankan dan perawatannya ditingkatkan.
“Maka kami akan membongkar yang lama, kemudian hanya ada satu yang baru. Dan yang baru nanti sepenuhnya maintenancenya kita perbaiki, kita permudah, termasuk lift dan sebagainya yang sudah ada kita lakukan pengecekan sehingga mudah-mudahan tidak lagi ‘Love and Hate’, tidak lagi ‘Love and Love’ Lovenya satu aja, Love satu yang baru,” tutur Pramono.
Jadwal dan Proses Pembongkaran
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menyampaikan bahwa proses penghapusan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Tahap lelang oleh BPAD akan segera dilakukan, dan pekerjaan fisik diperkirakan rampung paling lambat pada bulan Oktober.
“Nah, nanti setelah kami sampaikan ke BPAD, dari BPAD akan melelang, Pak. Nah, kalau pembongkaran, saya lihat sih tidak begitu lama, mungkin sekitar 2-3 minggu, 2-3 minggu selesai. Jadi setelah BPAD melakukan lelang dan selesai, 2-3 minggu selesai,” kata Heru saat ditanya Pramono.
Pramono memastikan bahwa aktivitas pembongkaran akan dilaksanakan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas. Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman sebelumnya dalam pemotongan monorel menunjukkan bahwa prosedur serupa dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Tapi nggak akan ganggu lalu lintas lah, yang kemarin potong monorel aja alhamdulillah lalu lintas juga tidak terganggu,” ujar Pramono.
Dengan demikian, kehadiran JPO kuno yang sempat membingungkan masyarakat ini akan segera berakhir, meninggalkan ruang bagi fasilitas transportasi yang lebih terintegrasi dan ramah bagi semua kalangan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kisah JPO Tanpa Hubungan di Rasuna?
Kisah JPO Tanpa Hubungan di Rasuna is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kisah JPO Tanpa Hubungan di Rasuna matter?
Kisah JPO Tanpa Hubungan di Rasuna matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
