Puan Siapkan Pertemuan Lanjutan Prabowo dan Megawati, Nasi Goreng Jadi Simbol Jamuan
Wahanaberita.com – Rencana pertemuan berikutnya antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mulai disiapkan. Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyatakan agenda itu akan diatur dalam waktu dekat, setelah pertemuan keduanya di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
Pertemuan pada Senin itu berlangsung ketika Prabowo datang menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra, adik Megawati. Meski pertemuan tersebut tidak berlangsung lama, komunikasi antara dua tokoh nasional itu disebut masih akan berlanjut melalui agenda pertemuan berikutnya.
Isyarat mengenai rencana tersebut disampaikan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bersama Puan di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Keduanya menyinggung nasi goreng yang belum sempat disajikan dalam pertemuan sebelumnya karena waktunya belum memasuki jam makan malam.
“Yang dibahas kemarin itu nasi goreng yang belum keluar karena belum jam makan malam,” kata Dasco.
Puan kemudian menambahkan bahwa waktu pertemuan sebelumnya memang berada pada jam yang serba tanggung. Pernyataan itu memperjelas bahwa pembicaraan antara Prabowo dan Megawati belum dipandang selesai hanya dengan pertemuan singkat di Teuku Umar.
“Iya, jamnya nanggung,” timpal Puan.
Jadwal akan disesuaikan
Dasco menjelaskan bahwa keterbatasan waktu menjadi alasan perlunya pertemuan lain. Dalam suasana yang lebih longgar, Prabowo dan Megawati direncanakan dapat melanjutkan komunikasi sambil menikmati jamuan nasi goreng.
“Jamnya tanggung. Jadi nanti akan diatur lain waktu untuk bareng-bareng makan nasi goreng,” ucap Dasco.
Ungkapan mengenai nasi goreng bukan sekadar soal menu jamuan. Dalam konteks pertemuan dua figur penting di pemerintahan dan politik nasional, hal itu menggambarkan keinginan untuk menyediakan ruang percakapan yang lebih santai setelah kunjungan belasungkawa sebelumnya berlangsung dalam waktu terbatas.
Dasco menyebut pengaturan agenda berikutnya akan dilakukan bersama Puan. Puan pun memberi penegasan singkat bahwa pertemuan tersebut diupayakan berlangsung secepat mungkin.
“Lagi diatur sama Mbak Puan, ya,” ujar Dasco.
“Secepatnya,” tutur Puan.
Belum ada tanggal resmi yang diumumkan oleh kedua pihak. Namun, adanya pernyataan dari Dasco dan Puan menunjukkan bahwa komunikasi terkait waktu serta format pertemuan sudah menjadi perhatian. Jadwal Prabowo sebagai presiden dan agenda Megawati sebagai pimpinan partai menjadi faktor yang perlu diselaraskan.
Harapan pertemuan pada 17 Oktober
Ketua DPP PDIP Said Abdullah juga membenarkan rencana pertemuan lanjutan tersebut. Ia menyampaikan harapan agar agenda itu dapat terlaksana pada 17 Oktober 2026, yang bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo.
Said menilai pertemuan di Teuku Umar berlangsung relatif singkat karena Prabowo datang di sela agenda kenegaraan yang padat. Ia menggambarkan bahwa Presiden menyempatkan diri mendatangi kediaman Megawati setelah memimpin rapat BPJS, lalu kembali melanjutkan rapat terbatas setelah kunjungan tersebut.
“Pertemuan kemarin itu hampir 40 menit. Memang singkat karena Bapak Presiden itu kan meluangkan waktu di antara kesibukan beliau,” kata Said kepada wartawan di DPR, Jakarta, Selasa (29/9).
Durasi sekitar 40 menit itu menjelaskan mengapa pertemuan berikutnya dianggap penting. Kunjungan awal memiliki konteks utama untuk menyampaikan duka cita, sementara pertemuan selanjutnya dapat memberi kesempatan bagi kedua tokoh untuk berbincang dengan waktu yang lebih memadai.
Said berharap 17 Oktober dapat menjadi pilihan waktu bagi kelanjutan komunikasi tersebut. Harapan itu belum berarti penetapan jadwal, tetapi menjadi gambaran mengenai waktu yang dinilai memungkinkan oleh pihak PDIP.
“Maka memang akan ada pertemuan lanjutan insyaallah. Mudah-mudahan pertemuan lanjutan itu bisa di tanggal 17 Oktober ketika Bapak Presiden kita ulang tahun,” ucap dia.
Arti komunikasi dua tokoh nasional
Pertemuan Prabowo dan Megawati menarik perhatian karena keduanya memiliki posisi penting dalam kehidupan politik Indonesia. Prabowo saat ini menjabat sebagai presiden, sedangkan Megawati memimpin PDIP. Karena itu, setiap komunikasi langsung di antara keduanya kerap dipandang sebagai bagian penting dari hubungan antartokoh dan antarunsur politik nasional.
Namun, pertemuan di Jalan Teuku Umar sendiri berawal dari suasana duka. Prabowo datang untuk memberikan penghormatan dan belasungkawa kepada keluarga Megawati. Rencana pertemuan lanjutan yang disampaikan sejumlah tokoh kemudian memperlihatkan bahwa hubungan personal dan komunikasi politik dapat terus berjalan dalam suasana yang lebih tenang.
Bagi publik, kepastian waktu pertemuan berikutnya masih perlu menunggu pengumuman resmi. Yang sudah disampaikan para tokoh terkait adalah adanya komitmen untuk mengatur kembali agenda tersebut, dengan Puan disebut mengambil peran dalam penyusunannya.
Sampai jadwal ditetapkan, nasi goreng menjadi penanda ringan dari percakapan yang belum sempat berlanjut pada pertemuan pertama. Menu itu juga menjadi simbol harapan agar Prabowo dan Megawati dapat kembali bertemu dengan durasi yang lebih lapang, di luar keterbatasan waktu yang menyertai kunjungan sebelumnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jamuan Nasi Goreng Megawati untuk Prabowo?
Jamuan Nasi Goreng Megawati untuk Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jamuan Nasi Goreng Megawati untuk Prabowo matter?
Jamuan Nasi Goreng Megawati untuk Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

