Berita

Dugaan Hina Nabi Bikin Abah Setu Digeruduk Massa di Bekasi

abah-setu-digeruduk-warga-di-cikarang-barat-kabupaten-bekasi-usai-diduga-hina-nabi-muhammad-saw-1788936805255_169

Polisi Tangani Kerumunan di Majelis Dzikir Nurul Hikam, Bekasi

Wahanaberita.com – Situasi di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, sempat menjadi perhatian pada Senin malam, 7 September 2026. Sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam setelah sebuah video yang menampilkan pimpinan majelis tersebut, Asep Setiawan atau Abah Setu, ramai beredar di media sosial.

Video itu memicu keberatan karena dinilai memuat pernyataan yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW. Kehadiran warga di lokasi membuat kepolisian dari Polres Metro Bekasi dan Polsek Cikarang Barat turun langsung untuk menjaga keadaan tetap terkendali.

Aparat berupaya meredakan ketegangan sekaligus mencegah munculnya tindakan yang dapat memperluas konflik. Warga yang datang juga diarahkan untuk menempuh jalur hukum apabila memiliki dugaan tindak pidana, bukan mengambil tindakan sendiri di lokasi.

Video Viral Memicu Permintaan Klarifikasi

Rekaman yang tersebar memperlihatkan Abah Setu berbicara di hadapan jemaahnya. Dalam potongan video tersebut, ia menyinggung Nabi Muhammad SAW serta menyampaikan ucapan yang kemudian menuai kontroversi. Ia juga disebut meminta pengikutnya agar tidak mengikuti kegiatan mengaji di Majelis Dzikir Nurul Hikam yang dipimpinnya.

Potongan rekaman itu menyebar luas dan memantik reaksi warga. Mereka mendatangi majelis di Desa Telajung untuk meminta penjelasan langsung atas isi video yang dianggap menyinggung keyakinan umat Islam.

Kepolisian menegaskan bahwa penanganan di lapangan difokuskan pada pengamanan dan pencegahan gesekan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan petugas telah hadir saat warga mendatangi lokasi pada malam kejadian.

“Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat telah hadir saat sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, pada Senin malam, 7 September 2026, untuk meminta klarifikasi terkait video yang mereka nilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW,” kata Kombes Budi dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (9/9).

Dalam kondisi seperti ini, klarifikasi menjadi bagian penting untuk membedakan isi rekaman yang utuh dengan potongan yang beredar di media sosial. Pemeriksaan terhadap materi video dan keterangan pihak-pihak terkait diperlukan agar penanganan perkara berjalan sesuai fakta serta prosedur hukum.

Warga Diimbau Tidak Main Hakim Sendiri

Budi Hermanto menyampaikan bahwa polisi mengingatkan warga untuk tetap tenang. Petugas meminta masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menggunakan mekanisme pelaporan apabila menduga terdapat pelanggaran hukum.

“Petugas mengimbau warga tetap tenang, tidak main hakim sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui laporan kepolisian,” kata Budi.

Imbauan tersebut penting karena kerumunan yang muncul akibat isu sensitif berpotensi menimbulkan salah paham maupun konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Kehadiran aparat di lokasi ditujukan untuk memastikan seluruh pihak dapat menyampaikan sikapnya tanpa mengganggu keamanan warga sekitar.

Setelah mendapat penjelasan dan imbauan dari kepolisian, warga yang berkumpul akhirnya membubarkan diri pada Selasa dini hari, 8 September 2026. Situasi di sekitar Majelis Dzikir Nurul Hikam dilaporkan aman dan kondusif.

Abah Setu Bantah Menghina Nabi

Selain menjaga situasi di lokasi, polisi juga melanjutkan penanganan melalui permintaan keterangan kepada Asep Setiawan. Langkah itu dilakukan pada Selasa, 8 September 2026, sebagai tindak lanjut atas polemik yang berkembang.

“Sebagai tindak lanjut, pada Selasa, 8 September 2026, kepolisian telah meminta keterangan dari pimpinan majelis, Asep Setiawan,” ungkapnya.

Dalam klarifikasi awalnya, Abah Setu membantah telah menghina Nabi Muhammad SAW. Ia menyatakan video yang beredar bukan rekaman utuh. Ia juga menduga terdapat bagian materi yang telah diubah dengan pemanfaatan teknologi artificial intelligence atau AI.

“Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu didalami dalam proses klarifikasi. Teknologi AI dapat digunakan untuk mengubah unsur audio maupun visual, sehingga keaslian rekaman perlu diuji secara cermat sebelum kesimpulan hukum atau sosial diambil.

Di sisi lain, potongan video yang tersebar tanpa konteks lengkap kerap mempercepat reaksi publik. Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati saat membagikan konten yang berkaitan dengan isu agama, terlebih apabila materi tersebut belum melalui pemeriksaan pihak berwenang.

Mediasi Dijadwalkan di Polres Metro Bekasi

Polres Metro Bekasi juga menyiapkan forum dialog untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani menyebut Abah Setu telah diundang untuk menjalani klarifikasi dan mediasi pada Kamis, 10 September 2026.

“Ia juga menyatakan bersedia berdialog dan memberikan klarifikasi dalam mediasi yang dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, di Polres Metro Bekasi,” jelasnya.

Mediasi diharapkan dapat membuka ruang penjelasan bagi pihak-pihak yang terlibat serta membantu menjaga suasana tetap kondusif. Proses ini juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan keberatan melalui jalur yang tertib, aman, dan sesuai ketentuan hukum.

Hingga tahap klarifikasi sementara, tudingan terhadap Abah Setu masih ditangani kepolisian. Penelusuran terhadap video yang beredar, keterangan pimpinan majelis, dan hasil dialog yang dijadwalkan akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah berikutnya.

Frequently Asked Questions

What is Dugaan Hina Nabi Bikin Abah Setu?

Dugaan Hina Nabi Bikin Abah Setu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dugaan Hina Nabi Bikin Abah Setu matter?

Dugaan Hina Nabi Bikin Abah Setu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *