Berita

Dishub DKI Kerahkan Pejabat hingga PJLP Atur Lalin di Titik Macet Pagi

kadishub-dki-budi-awaludin-1791688459199_169

Dishub DKI Siapkan Gebrak Pagi untuk Kawal Arus Perjalanan Pagi

Wahanaberita.com – Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menambah kehadiran petugas di sejumlah lokasi yang kerap mengalami kepadatan pada pagi hari. Program ini diberi nama Gebrak Pagi, singkatan dari Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi Hari, dan dijadwalkan berlangsung setiap Senin, Selasa, serta Kamis.

Pelaksanaan program difokuskan pada waktu masyarakat memulai aktivitas, terutama perjalanan menuju kantor, sekolah, maupun tujuan lain di Jakarta. Petugas akan diterjunkan sejak pukul 06.30 WIB hingga 08.30 WIB untuk membantu pengaturan arus kendaraan di ruas dan simpul jalan yang telah dipetakan sebagai titik rawan macet.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaludin menyampaikan bahwa keterlibatan dalam program tersebut tidak hanya dilakukan oleh personel lapangan. Jajaran pimpinan hingga tenaga pendukung juga akan ikut berada di lokasi pengaturan lalu lintas.

“Gebrak Pagi: Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi Hari. Di mana seluruh pejabat, Kepala Dinas, Wakil Kepala Dinas di Perhubungan, seluruh eselon III, eselon IV, staf, dan juga PJLP, serta tenaga ahli semua kita turun,” kata Budi Awaludin saat ditemui di CFD Bundaran HI, Minggu (11/10/2026).

Petugas Ditempatkan di Berbagai Titik Pergerakan

Skema Gebrak Pagi menempatkan petugas pada area yang membutuhkan pengawasan langsung, antara lain simpul jalan, persimpangan, zebra cross, dan pelican crossing. Kehadiran petugas di titik-titik tersebut ditujukan untuk membantu kelancaran pergerakan kendaraan sekaligus menjaga keteraturan saat pejalan kaki melintas.

Persimpangan dan area penyeberangan menjadi bagian penting dari pengaturan pagi hari karena banyak pergerakan bertemu pada waktu yang hampir bersamaan. Kendaraan pribadi, angkutan umum, pejalan kaki, serta aktivitas keluar-masuk kawasan dapat memengaruhi kelancaran arus di sekitarnya. Pengaturan langsung di lapangan diharapkan dapat membantu arus tetap bergerak sesuai kondisi pada saat itu.

Budi menyebut penugasan akan diarahkan ke lokasi yang sebelumnya telah dipetakan. Kebon Kacang termasuk salah satu kawasan yang disebut sebagai contoh titik yang akan mendapat perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.

“(Diturunkan) di titik-titik kemacetan pada pukul 06.30 sampai 08.00 mengatur lalu lintas di jalan. Dan kita hadir di jalan, tagline kita ‘Hadir di Jalan, Hadirkan Kelancaran’. Nah, itu setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis kita akan turun,” jelasnya.

Meski rentang pelaksanaan Gebrak Pagi disebut berlangsung hingga pukul 08.30 WIB, Budi juga menjelaskan bahwa pengaturan di titik kemacetan dilakukan mulai pukul 06.30 sampai 08.00 WIB. Waktu pagi dipilih karena menjadi periode ketika volume perjalanan meningkat dan kebutuhan pengaturan arus menjadi lebih besar.

Lebih dari 1.500 Personel Akan Dilibatkan

Dishub DKI menyiapkan lebih dari 1.500 personel untuk turun setiap hari pelaksanaan. Jumlah itu mencakup pejabat, staf, Penyedia Jasa Lainnya Perorangan atau PJLP, serta tenaga ahli. Keterlibatan lintas jenjang menunjukkan bahwa Gebrak Pagi dirancang sebagai gerakan bersama di lingkungan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

“Kita kerahkan hampir 1.500 lebih, ya, nanti akan turun ke sana,” katanya.

Dengan jumlah personel tersebut, pengaturan tidak hanya diarahkan pada satu ruas jalan. Petugas dapat disebar ke sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan kehadiran langsung pada jam sibuk. Penempatan di persimpangan, jalur penyeberangan, dan titik pertemuan arus kendaraan juga memungkinkan respons lapangan disesuaikan dengan situasi yang terjadi di masing-masing lokasi.

Bagi pengguna jalan, program ini berarti akan ada lebih banyak petugas Dishub yang terlihat pada pagi hari, khususnya pada Senin, Selasa, dan Kamis. Pengendara tetap perlu memperhatikan arahan petugas, rambu, marka jalan, serta hak pejalan kaki saat melintasi zebra cross maupun pelican crossing. Kelancaran lalu lintas tidak hanya bergantung pada pengaturan, tetapi juga pada kepatuhan seluruh pengguna jalan terhadap aturan yang berlaku.

Menjawab Kepadatan pada Jam Berangkat

Jam berangkat pagi merupakan periode dengan mobilitas tinggi di Jakarta. Perjalanan yang berlangsung secara bersamaan dapat membuat persimpangan dan akses menuju kawasan tertentu lebih cepat padat. Melalui Gebrak Pagi, Dishub DKI berupaya menghadirkan petugas pada waktu dan lokasi ketika kebutuhan pengaturan arus paling terasa.

Tagline “Hadir di Jalan, Hadirkan Kelancaran” menjadi penanda pendekatan program tersebut. Kehadiran pejabat dan personel Dishub di lapangan diharapkan memperkuat pengawasan serta membantu pelaksanaan pengaturan lalu lintas secara langsung.

Warga yang melintasi titik padat pada pagi hari dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan mengikuti pengaturan yang diterapkan di lapangan. Sementara itu, pengguna jalan yang melewati kawasan seperti Kebon Kacang maupun titik lain yang telah dipetakan perlu mengantisipasi adanya petugas tambahan selama program berjalan.

Gebrak Pagi akan berjalan rutin tiga hari dalam sepekan, yakni Senin, Selasa, dan Kamis. Dengan pengerahan lebih dari 1.500 personel pada setiap hari pelaksanaan, program tersebut menjadi salah satu langkah Dishub DKI untuk membantu menjaga arus lalu lintas pagi tetap tertib dan lancar.

Frequently Asked Questions

What is Dishub DKI Kerahkan Pejabat hingga PJLP?

Dishub DKI Kerahkan Pejabat hingga PJLP is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dishub DKI Kerahkan Pejabat hingga PJLP matter?

Dishub DKI Kerahkan Pejabat hingga PJLP matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *