Operasi Gabungan di Kampung Ambon Amankan Dua Orang dan Sejumlah Barang Bukti Narkotika
Wahanaberita.com – Penegakan hukum terhadap dugaan peredaran narkotika kembali dilakukan di kawasan Kampung Ambon, Jakarta Barat, pada Rabu (21/10/2026). Tim gabungan menyasar sejumlah lokasi yang diduga digunakan untuk aktivitas transaksi narkoba dan mengamankan dua orang dalam kegiatan tersebut.
Operasi ini melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, BNNP DKI Jakarta, serta Satpol PP DKI Jakarta. Kehadiran beberapa unsur penegak hukum menunjukkan penanganan peredaran narkotika di lokasi itu dilakukan melalui koordinasi lintas instansi.
Dua orang yang diamankan masing-masing berinisial R (43) dan M (40). Keduanya masih menjalani pendalaman untuk mengetahui keterlibatan dan peran mereka dalam jaringan yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika di wilayah tersebut.
“Ada dua orang yang berhasil kami amankan dan masih kami dalami perannya,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Barang Bukti Sabu, Ketamin, dan Peralatan Diduga Terkait Narkoba
Petugas menemukan sejumlah barang saat melakukan penggeledahan terhadap R dan M. Barang yang diamankan meliputi sabu, ketamin, alat isap atau bong, satu senjata tajam, serta satu senjata tumpul.
Dalam rangkaian penyisiran di beberapa titik yang dicurigai menjadi tempat transaksi, tim juga menyita total 51,5 gram sabu dan 28,1 gram ketamin. Selain narkotika tersebut, polisi mengamankan sepucuk airsoft gun, beberapa senjata tajam, alat isap sabu, dan timbangan digital.
Keberadaan timbangan digital dan alat isap menjadi bagian dari barang yang diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Seluruh temuan tersebut akan diperiksa lebih lanjut bersama dua orang yang telah dibawa petugas guna mengungkap keterkaitan antarbarang bukti, pola aktivitas di lokasi, serta kemungkinan pihak lain yang terlibat.
Penyisiran sejumlah tempat dalam operasi seperti ini penting untuk memastikan area yang diduga menjadi titik aktivitas narkotika dapat diperiksa secara menyeluruh. Penanganan di lapangan tidak hanya berfokus pada penangkapan, tetapi juga pengamanan lokasi dan pengumpulan bukti yang dapat mendukung proses hukum berikutnya.
Brimob Kerahkan Personel untuk Pengamanan Lapangan
Kegiatan tersebut memperoleh dukungan dari 20 personel Patroli Brimob Polda Metro Jaya. Tim pengamanan itu dipimpin oleh Ipda Eko Budiarto.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto menjelaskan bahwa peran personel Brimob dalam operasi ini diarahkan untuk menjaga keamanan dan membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan. Dukungan pengamanan diperlukan agar petugas yang melakukan penyisiran dan penggeledahan dapat bekerja dengan tertib.
“Personel Brimob memberikan dukungan pengamanan agar kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai prosedur,” ujarnya.
Pengamanan yang terukur juga menjadi unsur penting dalam operasi di kawasan permukiman. Selain melindungi petugas, langkah tersebut dimaksudkan untuk menjaga situasi tetap terkendali bagi warga di sekitar lokasi ketika proses penindakan berlangsung.
Komitmen P4GN dan Peran Informasi dari Warga
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa operasi itu menjadi bagian dari komitmen Kapolda Metro Jaya dalam pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN. Upaya tersebut juga sejalan dengan program Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”.
Pemberantasan narkotika membutuhkan penindakan terhadap dugaan pelaku sekaligus langkah pencegahan di lingkungan masyarakat. Ancaman narkotika tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga berpotensi membahayakan keamanan dan kehidupan sosial warga apabila peredarannya dibiarkan berkembang.
Karena itu, masyarakat diharapkan dapat ikut menjaga lingkungan dan menyampaikan informasi apabila melihat atau mengetahui adanya dugaan aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Informasi awal dari warga dapat membantu aparat melakukan penelusuran secara tepat tanpa masyarakat perlu mengambil tindakan sendiri yang berisiko.
“Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mengajak masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungannya. Informasi dapat disampaikan kepada kepolisian terdekat atau melalui Layanan Polisi 110,” kata Budi Hermanto.
Layanan Polisi 110 dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada kepolisian. Warga yang menemukan dugaan peredaran narkotika juga dapat melapor ke kantor polisi terdekat agar informasi dapat ditindaklanjuti melalui prosedur yang berlaku.
Operasi di Kampung Ambon ini menegaskan bahwa penanganan narkotika terus dilakukan melalui kerja gabungan, pengamanan lapangan, penyitaan barang bukti, dan pendalaman terhadap pihak yang diamankan. Perkembangan perkara, termasuk peran R dan M serta kemungkinan keterlibatan pihak lain, masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Brimob Dukung Operasi Sarang Narkoba di Kampung?
Brimob Dukung Operasi Sarang Narkoba di Kampung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Brimob Dukung Operasi Sarang Narkoba di Kampung matter?
Brimob Dukung Operasi Sarang Narkoba di Kampung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

