Berita

Bikin Taiwan Berang, Latihan RI-China Disebut Bukan Latihan Perang

Taiwan menyuarakan protes keras atas rencana China menggelar latihan angkatan laut bersama Indonesia di perairan sebelah timur pulau tersebut. Pemerintah

Desk Berita
Published Agustus 13, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Latihan Laut Bersama Indonesia dan China di Timur Taiwan Picu Reaksi Keras Taipei
  2. Related Reading

Latihan Laut Bersama Indonesia dan China di Timur Taiwan Picu Reaksi Keras Taipei

Wahanaberita.com – Taiwan menyuarakan protes keras atas rencana China menggelar latihan angkatan laut bersama Indonesia di perairan sebelah timur pulau tersebut. Pemerintah Taipei menilai langkah Beijing ini merupakan upaya menciptakan citra palsu bahwa Tiongkok memiliki kewenangan atas wilayah perairan tersebut. Peristiwa ini menjadi sorotan internasional karena menunjukkan dinamika hubungan maritim antara negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur.

Klaim Teritorial dan Ketegangan yang Berkepanjangan

Sebelumnya, Beijing telah lama mengklaim Taiwan sebagai bagian integral dari wilayahnya. Namun, klaim tersebut ditolak tegas oleh Taipei sehingga hubungan kedua negara terus mengalami ketegangan. Klaim teritorial ini menjadi dasar bagi China untuk melakukan berbagai aktivitas militer di sekitar perairan Taiwan.

Kementerian Pertahanan Tiongkok pada hari Selasa tanggal 11 Agustus 2026 mengumumkan bahwa satu kapal perang milik mereka serta sebuah kapal fregat Indonesia akan melaksanakan “latihan pelayaran” di pertengahan Agustus. Kegiatan ini bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan operasional gabungan kedua angkatan laut dan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional”. Latihan ini menjadi bagian dari strategi diplomasi maritim Indonesia yang bebas aktif.

Kritik Tajam dari Taipei

Dewan Urusan Daratan, badan kebijakan tertinggi Taiwan yang menangani urusan Tiongkok, segera mengecam rencana latihan militer tersebut. Pihak Taiwan menyatakan bahwa mereka “mengutuk keras provokasi militer CCP”, dengan CCP merujuk pada Chinese Communist Party atau Partai Komunis Tiongkok. Reaksi keras ini menunjukkan kepekaan Taiwan terhadap setiap aktivitas militer di perairannya.

“Langkah ini, pada kenyataannya… bertujuan untuk menciptakan kesan palsu bagi komunitas internasional bahwa CCP memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan dan secara terang-terangan melanggar kedaulatan nasional dan hak serta kepentingan maritim kami,” kata Dewan Urusan Daratan dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/8/2026).

Pengumuman dari Beijing ini muncul tepat ketika Taiwan sedang menggelar latihan militer terbesar sepanjang tahun. Latihan tersebut dirancang untuk mempersiapkan masyarakatnya menghadapi kemungkinan invasi dari Tiongkok. Sementara itu, Bikin Taiwan Berang Latihan RI China juga menjadi perhatian karena menunjukkan bagaimana Indonesia terlibat dalam dinamika regional yang kompleks.

Beijing secara rutin mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan kapal penjaga pantai di sekitar Taiwan hampir setiap hari untuk menegaskan klaim kedaulatannya. Aktivitas ini semakin intensif seiring dengan meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan.

Penjelasan Resmi dari TNI Angkatan Laut

TNI Angkatan Laut memberikan klarifikasi mengenai rencana latihan pelayaran antara militer Tiongkok dan Indonesia di lepas pantai timur Taiwan. TNI AL menegaskan bahwa latihan tersebut bukanlah bersifat war fighting, melainkan tradisi navy secara universal. Penjelasan ini penting untuk meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat internasional.

“Passing exercise yang dilaksanakan bukan bersifat war fighting, tetapi sebagai tradisi navy secara universal apabila melintas wilayah perairan suatu negara,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dimintai konfirmasi, Rabu (12/8/2026).

Sebelumnya, berdasarkan siaran pers Kementerian Luar Negeri, Kapal Perang Indonesia KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 telah tiba di Pier 33, Vladivostok, Federasi Rusia pada tanggal 23 Juli 2026. Kedatangan KRI Gusti Ngurah Rai tersebut bertujuan untuk mengikuti Latihan Bersama (Latma) ORRUDA (Orel Garuda) 2026 antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut Federasi Rusia.

Latihan tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Harbour Phase pada 24-26 Juli 2026 dan Sea Phase pada 27-28 Juli 2026. Setelah menyelesaikan latihan di Rusia, KRI I Gusti Ngurah Rai kemudian melanjutkan perjalanan menuju perairan Taiwan untuk melakukan passing exercise dengan kapal perang China.

Sementara itu, menurut Laksma Tunggul, selama perjalanan Lintas Laut (linla) KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-333 dari Vladivostok Rusia sampai kembali ke tanah air, akan dilaksanakan latihan passing exercise dengan negara-negara yang akan dilewati. Passing exercise adalah latihan bersama untuk menyambut dan mengantarkan kapal perang asing. Dalam konteks ini, Bikin Taiwan Berang Latihan RI China menjadi contoh nyata bagaimana latihan maritim dapat memicu reaksi diplomatik.

Laksma Tunggul mengatakan latihan tersebut merupakan bentuk kerja sama hubungan diplomatik di bidang maritim yang melekat pada kapal perang. Ia menegaskan kembali sikap politik Indonesia yang bebas aktif sehingga membuka peluang untuk bekerja sama dengan negara mana pun, termasuk latihan bersama.

“Passex ini juga merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut di dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang,” tuturnya.

“Politik luar negeri Indonesia bebas aktif memberikan peluang kerja sama menguntungkan dengan negara mana pun, termasuk giat Passex dengan sejumlah negara,” katanya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Latihan RI-China

Apa itu passing exercise dalam konteks latihan RI-China? Passing exercise adalah latihan maritim di mana kapal perang dari dua negara bertemu dan melintas satu sama lain sambil melakukan komunikasi dan koordinasi. Latihan ini bersifat diplomatik dan bukan latihan perang.

Mengapa Taiwan bereaksi keras terhadap latihan ini? Taiwan menganggap latihan ini sebagai upaya China menciptakan kesan bahwa perairan timur Taiwan berada di bawah yurisdiksi Beijing, yang dianggap melanggar kedaulatan Taiwan.

Apakah latihan ini termasuk latihan perang? Tidak. TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa passing exercise bukan bersifat war fighting, melainkan tradisi navy secara universal yang bersifat diplomatik.

Kapan dan di mana latihan ini dilaksanakan? Latihan dilaksanakan pada pertengahan Agustus 2026 di perairan sebelah timur Taiwan, melibatkan kapal perang China dan kapal fregat Indonesia KRI I Gusti Ngurah Rai.

Bagaimana posisi Indonesia dalam konflik Taiwan-China? Indonesia menerapkan politik luar negeri bebas aktif yang memungkinkan kerja sama dengan berbagai negara tanpa memihak. Latihan ini merupakan wujud diplomasi maritim Indonesia.

Leave a Comment